Mungkin diantara kita sering melihat kejadian seperti ini, yaitu terjadinya Retakan (Celah) pada pertemuan Kusen Kayu dan Plesteran disebelahnya. Seperti Gambar dibawah ini.

(Retak terjadi pada Pertemuan Kusen Kayu dan Plesteran)

Retak ini sebenarnya lumrah terjadi, penyebabnya karena 2 hal dibawah ini :

1.  Bahan Plesteran (Mortar yang terdiri dari Semen dan Pasir) bagaimanapun tidak akan bisa mengikat pada Kusen Kayu disebelahnya. Karena Semen yang biasa dipakai untuk Pasangan Bata dan Plesteran tidak memiliki karakteristik dapat merekatkan Pasir pada Kayu, tapi hanya bisa merekatkan sesama Material Pasir, Kerikil, Batubata, Batako, dan Produk lain yang terbuat dari Agregat.

2.  Retak terjadi karena adanya Penyusutan Volume pada Plesteran dan Kusen Kayu, sehingga Plesteran dan Kusen Kayu menjadi terpisah dan timbul celah diantaranya. Celah ini yang biasa kita sebut dengan Retakan.

Catatan:
Semakin besar Penyusutan Volume pada Kusen Kayu dan Plesteran, maka semakin besar pula Retakan (Celah) yang timbul, demikian pula sebaliknya.

Penyusutan Volume pada Kusen Kayu dan Plesteran ini juga lumrah terjadi, karena :

1.  Plesteran terdiri dari campuran Semen, Pasir, dan Air, yang dalam keadaan basah disebut Mortar. Setelah Mortar diaplikasikan menjadi sebuah Plesteran dan mengering, Kadar Air didalam Mortar akan hilang. Hal ini-lah yang membuat terjadinya Penyusutan Volume pada Plesteran tersebut. Semakin kering Plesteran tersebut, maka semakin besar Penyusutan yang terjadi. 

2.  Dalam pembuatan Kusen Kayu, bisa saja Produsen menggunakan bahan baku Kayu yang masih memiliki Kadar Air. Semakin tinggi Kadar Air awal bahan baku-nya, maka akan semakin tinggi pula Penyusutan Volume yang dialami Kusen Kayu tersebut nanti (setelah dipergunakan).

3.  Walaupun Kusen dibuat menggunakan bahan baku Kayu yang telah di-oven untuk menghilangkan Kadar Air-nya, belum tentu Kadar Air tersebut hilang seluruhya (hilang 100 %). Mungkin masih tersisa Kadar Air beberapa persen, yang akan benar-benar hilang setelah sekian lama terpasang pada Rumah.

Catatan:
Penyusutan terjadi karena berkurangnya Kadar Air, dan akan lebih besar terjadi pada Kusen Kayu dan Plesteran yang sering mendapat Sinar Matahari langsung, dan lebih kecil terjadi pada Kusen Kayu dan Plesteran yang tidak terkena Sinar Matahari langsung.

Apa dampak terjadinya Retak ini pada Rumah..? dan Bagaimana Cara Memperbaikinya..? Bisa dilihat DISINI.

Semoga tulisan ini bermanfaat..


Advertisement




Komentar :
Pada Rumah yang menggunakan Kusen Pintu dan Jendela yang terbuat dari Kayu, mungkin kita pernah melihat Plesteran di bagian tepi Kusen merenggang dari Kusen-nya, seperti membentuk sebuah retakan.

Jika retak ini terjadi pada Kusen Kayu dan Plesteran yang terletak dibagian dalam Rumah, hal ini tidak begitu berdampak buruk. Namun jika retak ini terjadi pada Kusen Kayu dan Plesteran yang terletak dibagian Dinding Luar rumah (yang akan terkena Air Hujan), maka hal bisa memiliki dampak lain, seperti terlihat pada Gambar 1 dan Gambar 2 dibawah ini.

(Gambar 1. Celah Retak - pada Dinding Luar Rumah )

Kondisi Celah (Retak) seperti Gambar 1, akan menyebabkan Air Hujan bisa masuk melalui Celah tersebut ke bagian dalam Dinding Rumah, seperti Gambar 2 dibawah ini.

(Gambar 2. Air Hujan Masuk ke Dinding dalam Rumah

Pada Gambar 2 jelas terlihat, terjadi kerusakan pada Cat Dinding dalam rumah. Hal ini disebabkan karena Air Hujan masuk dari Dinding Luar Rumah, yaitu melalui Celah Retak tersebut, lalu merusak Cat Dinding bagian dalam rumah. Bahkan bisa saja Air ini mengalir masuk kedalam Rumah, jika jumlahnya banyak.

Tentu saja Kondisi Dinding dalam Rumah seperti Gambar 2 diatas sangat tidak kita inginkan terjadi pada dinding Rumah kita. 

Cara Memperbaiki-nya adalah sebagai berikut :

1.  Perbesar terlebih dahulu Celah (Retak) Plesteran disekeliling Kusen Kayu pada Gambar 1 diatas, dengan menggunakan Pahat Batu. Dengan ukuran Lebar dan Dalam kira-kira = 0,5cm sampai 1cm. Lalu bersihkan Sisa Debu pada lubang dengan menggunakan Kuas. Seperti Gambar 3 dibawah ini.

2.  Pasang Kertas Lem pada bagian tepi Kusen Kayu, untuk melindungi Cat Kusen tersebut pada saat Pemberian Sealant. Menjadi seperti Gambar 3 dibawah ini.

(Gambar 3. Celah Retak pada Dinding Luar rumah yang telah dilebarkan)

3.  Persiapkan Sealant yang akan digunakan untuk mengisi Celah Retak yang telah dipahat tersebut. Sealant ini harus memiliki karakteristik "dapat merekat erat pada Kayu sekaligus pada Plesteran, dan material Sealant tersebut harus bisa di-cat".
Bisa menggunakan Sikaflex-11C atau Sikaflex-Construction, seperti Gambar 4 dibawah ini. 

(Gambar 4. Contoh Sealant yang dapat Merekat pada Permukaan Kayu dan Plesteran)

4.  Aplikasi-kan Sealant tersebut dengan menggunakan bantuan Sealant-Gun pada semua Celah Retak yang telah dilebarkan tersebut, seperti Gambar 5 dibawah ini. 

(Gambar 5. Pemberian Sealant pada Celah Retak yang telah dilebarkan)

5.  Rapikan semua Sealant agar rata dengan permukaan Dinding, dengan menggunakan Kape (Sekrap). Seperti Gambar 6 dibawah ini.

(Gambar 6. Sealant telah dirapikan dengan Kape atau Sekrap)

6.  Setelah semua permukaan Sealant rapi, segera lepaskan semua Kertas Lem yang menempel pada Kusen Kayu tersebut, sebelum Sealant tersebut kering. Kertas Lem akan lebih mudah dilepas, jika Sealant masih dalam keadaan Basah atau Setengah Kering.

7.  Tunggu beberapa Jam hingga Sealant benar-benar kering. Lalu lakukan Pengecatan agar dinding tersebut kembali rapi seperti semula. Seperti Gambar 7 dan Gambar 8 dibawah ini.

(Gambar 7 dan Gambar 8)

8.  Selesai..

Demikian tulisan kali ini.. Semoga bermanfaat.. Apa yang menyebabkan terjadinya Retak pada Pertemuan Kusen Kayu dan Plesteran..? Bisa dilihat DISINI..


Advertisement




Komentar :
Ada beberapa Pendapat dan Tulisan yang saya dengar dan baca yang mengulas Topik ini, dengan opini yang berbeda-beda. Ada mengatakan Rumah Kosong lebih mudah rusak karena tidak adanya Aura Kehidupan pada rumah tersebut, ada juga yang menganonimkan Rumah Kosong sama dengan dengan Kosongnya Hati, sehingga rentan untuk rusak, dan sebagainya.

Pada kesempatan ini saya ingin memberikan Opini tentang Judul diatas, berdasarkan Pengamatan, Pengalaman, dan Pendapat Teknis saya sendiri. Disini saya memaparkannya dari sudut Pandang Ilmiah dan Pengamatan di lapangan.

Beberapa Kondisi yang menyebabkan Rumah Kosong Lebih Mudah Rusak :

1. Tingkat Kelembaban didalam Rumah yang Tinggi

a.  Rumah kosong, biasanya Pintu dan Jendela-nya senantiasa dalam keadaan tertutup. Maka apa yang terjadi..? Tentu saja saja Tingkat Kelembaban Rumah Kosong tersebut menjadi lebih tinggi dibandingkan Rumah Berpenghuni, karena tidak banyak Cahaya Matahari dan Udara segar yang masuk.

b.  Rumah kosong, biasanya Lampu didalam rumah tersebut senantiasa dalam keadaan mati. Tentu saja Tingkat Kelembabannya juga cenderung lebih tinggi.

Kondisi didalam Rumah yang Kosong dan Lembab dalam jangka waktu yang lama tersebut secara perlahan akan berdampak buruk, bisa mengundang Binatang Kecil dan Rayap untuk masuk, Berdebu, Berkarat, Berjamur, dan sebagainya. Sehingga bisa merusak Material Kayu, Cat Dinding, Plafon berbahan Tripleks dan Gypsum, Material berbahan Logam, dsb.

2.  Menetapnya Binatang pada Rumah Kosong

Disadari atau tidak Rumah Kosong akan menjadi Rumah bagi binatang (yang kasap Mata maupun yang tidak kasap Mata), seperti Tikus, Kecoak, Semut, Rayap, dan sebagainya. Sedangkan pada Rumah yang berpenghuni, jumlah mereka tentu saja lebih sedikit dan tidak bisa menetap.

Semua binantang ini secara perlahan tapi pasti berpotensi merusak Material yang ada pada rumah tersebut. Seperti Tikus dan Rayap yang bisa merusak Material berbahan Kayu, Kecoak yang bisa menyebarkan Bakteri dan Kuman yang bersifat merusak, Semut yang secara perlahan dapat menggerogoti material Pasir (seperti Spesi pasangan keramik), dan sebagainya.

3.  Debu, Kotoran, Bakteri, dan Jamur pada Rumah Kosong

Debu yang senantiasa melekat (dalam kondisi Lembab) secara perlahan bisa merusak Material Logam. Kotoran Hewan yang mengandung Bakteri dan Kuman bisa merusak berbagai Material dalam Rumah tersebut (secara perlahan tapi pasti). Jamur juga bisa merusak Material Berbahan Kayu, Cat, dan Logam.

Ketiga Item diatas akan lebih besar Kuantitas-nya pada Rumah Kosong. Karena Rumah yang Berpenghuni tentu saja senantiasa dibersihkan, cukup udara segar dan sinar matahari, dan Binatang Kecil tidak bisa seenaknya menetap.

Demikian tulisan saya kali ini.. Semoga berguna.. Mungkin masih banyak lagi Hal dan Kondisi yang menyebabkan ini, silahkan tambahkan pada kolom Komentar dibawah..


Advertisement




Komentar :
Pada posting sebelumnya saya telah memaparkan Cara dan Teknis Kerja Mengecat Ulang Dinding Rumah Lama yang Mengalami Kerusakan Berat, yang penanganannya memerlukan pengupasan pada Cat Dinding Rumah lama tersebut.

Cat Dinding Rumah yang Mengalami Kerusakan sangat Berat yang saya maksud disini contohnya :
"Cat dinding rumah yang mengalami Pengelupasan akibat Lembab dan Basah pada sebagian besar Luas Dinding-nya (kondisinya berjamur dan berlumut), dan kondisi Lembab dan Basah ini terjadi terus-menerus (tidak berhenti)".

Hal ini biasanya terjadi karena Dinding dan Plesteran tersebut senantiasa terkena Air atau berada pada Daerah dengan tingkat Kelembaban yang tinggi.

Cara Memperbaikinya :

1.  Kupas semua Cat yang berlumut tersebut dengan menggunakan Sekrap (kape). Jika ada bagian yang sulit terkupas, dapat menggunakan cairan Thinner Epoxy, Thinner ND, Paint Remover (khusus untuk Cat Tembok / Dinding), dsb., untuk mempermudah dan mempercepat proses pengupasan. Paint Remover yang pernah saya gunakan adalah merk PECAT. Cara menggunakannya dapat anda lihat disini.

2.  Setelah semua Cat Dinding lama terkupas, gosok Permukaan Dinding dengan Sikat sampai bersih dari sisa kotoran Cat dan Lumut yang menempel (bantu dengan Air bersih). Lalu biarkan sampai kering.

3.  Bila Lembab dan Basah-nya Dinding tersebut bersumber karena ada Air yang masuk dari Dinding bagian Luar, maka lakukan "penutupan" terhadap jalan masuknya Air tersebut. Jika Basah dan Lembabnya terjadi karena hal lain, maka lakukan tindakan agar Dinding tersebut tidak mengalami hal itu lagi di kemudian hari.

4.  Pada Dinding yang telah disikat bersih dan kering tadi, kuaskan campuran Cairan Kaporit atau Cairan Pemutih Pakaian, dengan perbandingan Cairan dan Air = 1:2 s/d 1:5. Lakukan secara merata ke seluruh permukaan dinding, dan biarkan selama lebih kurang 1 jam. Setelah 1 jam, bilas Dinding tersebut dengan Air bersih, dan biarkan sampai Kering. Lakukan hal ini berulang-ulang, hingga Dinding tersebut benar-benar bersih dari kotoran yang ada. Sebaiknya gunakan Sarung Tangan Karet dan Masker pada saat melakukan ini.

6.  Setelah benar-benar bersih, biarkan beberapa hari, sampai Dinding tersebut benar-benar kering dan siap untuk dicat ulang.

7.  Anda dapat mengecat Dinding Rumah tersebut dengan Sealer, disarankan menggunakan Sealer yang berkualitas baik.

8.  Lalu anda dapat melakukan Pengecatan Ulang pada semua dinding yang telah di-sealer tersebut, sebaiknya menggunakan Cat Anti Jamur dan Lumut.

Demikian tulisan saya kali ini.. Semoga berguna..


Advertisement




Komentar :
Pada posting sebelumnya saya telah memaparkan Cara dan Teknis Kerja Mengecat Ulang Dinding Rumah Lama yang Mengalami Kerusakan Ringan dan Sedang, yang penanganannya cenderung lebih mudah dan lebih sederhana, silahkan lihat uraiannya disini.

Cat Dinding Rumah yang Mengalami Kerusakan Berat yang saya maksud disini adalah :
"Cat dinding rumah tersebut mengalami Pengelupasan pada Sebagian Besar dari Luas Dinding-nya, dengan persentase antara 30% - 90% dari Luas Dinding yang ada, sedangkan kondisi dinding dalam keadaan Kering dan tidak Lembab (tidak mengandung Air)".

Pengelupasan seperti ini terjadi karena "Tidak Mengikatnya" Cat Dinding rumah tersebut dengan Permukaan dibawahnya, baik Permukaan dibawahnya berupa Plesteran, Dempul Tembok (dinding), ataupun Cat Dinding Rumah lama dibawahnya.

Hal ini terjadi karena rendahnya Kualitas Cat yang digunakan, rendahnya kualitas Dempul yang digunakan, pengecatan ulang pada dinding lama yang tidak menggunakan Sealer, dan Pengecatan Dinding Luar Rumah dengan tidak menggunakan Sealer.

Cara Memperbaikinya :

1.  Sebaiknya semua Cat tersebut dikupas dengan menggunakan Sekrap (kape). Jika ada bagian yang sulit terkupas, dapat menggunakan cairan Thinner Epoxy, Thinner ND, Paint Remover (khusus untuk Cat Tembok / Dinding), dsb., untuk mempermudah dan mempercepat proses pengupasan tersebut. Paint Remover yang pernah saya gunakan adalah merk PECAT. Cara menggunakannya dapat anda lihat disini.


2.  Setelah semua Cat Dinding lama terkupas, digosok dengan Kertas Pasir (ampelas), dan bersih dari debu (sebelumnya lihat disini Cara dan Teknis Kerja Mengupas Cat Dinding Rumah lama dengan Paint Remover), anda dapat mengecat Dinding Rumah tersebut dengan Sealer, disarankan menggunakan Sealer yang berkualitas baik.

3.  Lalu anda dapat melakukan Pengecatan Ulang pada semua dinding yang telah di-sealer tersebut.

Demikian tulisan kali ini.. Semoga berguna..


Advertisement




Komentar :
Paint Remover adalah Cairan Khusus yang berguna untuk memudahkan kita dalam Mengupas Cat pada media tertentu. Seperti pada media dinding (tembok), besi, kayu, dan sebagainya.

Banyak kita jumpai Cat Dinding tembok Rumah yang rusak dan kondisinya tidak memungkinkan untuk dilakukan Pengecatan Ulang secara langsung. Seperti cat terkelupas, cat yang berjamur, cat yang lembab, dan sebagainya. Sehingga sebaiknya dikupas terlebih dahulu sebelum melakukan Pengecatan Ulang.

Ada sebagian Cat Dinding lama yang mudah dikupas dengan Skrap (kape) secara langsung, namun ada juga yang tidak. Sehingga diperlukan Teknik khusus dan bantuan Paint Remover (merk PECAT pernah saya gunakan), agar bagian yang sulit tersebut dapat dikupas dengan Cepat dan Mudah.


Cara dan Tips Mengupas Cat Dinding Rumah Lama dengan Paint Remover :

1.  Kuaskan cairan Paint Remover yang anda miliki pada Cat Dinding Lama yang hendak dikupas. Lakukan secara bertahap, jangan menguas secara terus-menerus sehingga tercipta bidang yang lebar. Cukup per-setengah meter persegi saja. (disarankan menggunakan Sarung Tangan Karet)

2.  Biarkan lebih kurang 2 sampai 3 menit, cat dinding lama tersebut biasanya akan bereaksi membentuk 'Gelembung Udara'. Jangan juga sampai cairan Paint Remover tersebut mengering, karena jika mengering malah akan menjadi keras dan sulit untuk di-sekrap.

3.  Dalam keadaan yang kira-kira masih lembab (karena cairan Paint Remover tsb.), kupas Cat Dinding lama itu dengan Sekrap (kape). Tekan Sekrap sampai ke dasar permukaan dinding yang ada, sehingga pengupasan berjalan maksimal.

4.  Setelah semua Cat Dinding lama tersebut di-sekrap, siram permukaan dinding tersebut dengan Air, sehingga Dinding tersebut bersih dari bahan kimia yang bersumber dari Paint Remover.

5.  Biarkan sampai Dinding tersebut mengering, atau bisa dikeringkan dengan Kain Lap.

6.  Setelah kering, gosok permukaan Dinding tersebut dengan Kertas Pasir (Ampelas), agar sisa Cat Lama atau Dempul Tembok yang masih tertinggal menjadi lebih bersih. Lalu bersihkan debunya dengan Kain Lap.

Begitulah Cara dan Teknis Kerja Mengupas Cat Dinding Rumah lama dengan Paint Remover, semoga artikel ini bermanfaat.

Catatan Penting :
1.  Jangan sampai anda terhirup gas yang terkandung pada Kaleng kemasan Paint Remover ini.
2.  Upayakan cairan Paint Remover ini tidak mengenai tubuh anda, karena cairan ini biasanya memiliki kandungan bahan Kimia yang cukup 'keras', cirinya adalah 'gatal' pada bagian tubuh yang terkena. Jika kena, cuci cepat dengan air bersih.
3.  Bersihkan segera Peralatan Kerja yang terkena cairan ini dengan Air bersih, seperti kuas, sekrap, sarung tangan, dsb.



Advertisement




Komentar :
Seiring dengan waktu, Cat Dinding rumah suatu saat akan rusak, kotor, luntur warnanya, berjamur, bahkan bisa juga terkupas (lepas), baik secara keseluruhan atau sebagian. Tentu saja hal ini memberi kesan yang kurang rapi dan tidak enak dipandang mata.

Solusi untuk memperbaiki ini adalah dengan cara melakukan Pengecatan Ulang, supaya dinding rumah kita kembali rapi dan indah. Retak rambut yang telah seattle, yang terjadi pada plesteran dinding juga dapat teratasi dengan cara Pengecatan Ulang ini.

Biasanya kondisi kerusakan Cat Dinding lama berbeda-beda, secara pribadi saya dapat membaginya atas 4 kategori, yaitu :
a.  Cat Dinding yang mengalami kerusakan Ringan,
b.  Cat Dinding yang mengalami kerusakan Sedang,
c.  Cat Dinding yang Mengalami Kerusakan Berat.
d.  Cat Dinding yang Mengalami Kerusakan Sangat Berat.

A.  Cat Dinding dengan tingkat kerusakan Ringan

Contohnya : Hanya terjadi Perubahan Warna dan Kusam, timbul Retak Rambut pada plesteran, dan munculnya Debu Cat akibat kelembaban dinding. Namun secara keseluruhan Cat Lama tersebut tetap mengikat erat dan tidak ada yang terkelupas.


Cara Memperbaikinya :

1.  Bersihkan semua Cat Lama pada dinding tersebut dengan Kain Lap (bila perlu dengan Kertas Pasir halus), sehingga bersih dari debu dan kotoran yang menempel.
2.  Setelah bersih dari debu dan kotoran, cat Dinding tersebut dengan Sealer, disarankan gunakan Sealer dengan merk vendor yang sama dengan Cat Dinding Lama tersebut, karena hasilnya akan lebih cocok dan lebih kuat 'mengikat'. Atau gunakan Sealer yang bermutu baik lainnya.
3.  Lalu anda dapat melakukan Pengecatan Ulang pada semua dinding yang telah di-sealer tadi.

B.  Cat Dinding dengan tingkat kerusakan Sedang

Contohnya : Terjadi Pengelupasan dan Gembung Udara pada Cat Dinding Lama tersebut, dengan persentase Luasan yang tidak terlalu banyak, kira-kira 5% - 20% saja dari seluruh luasan dinding, sedangkan 80% - 95% berada dalam kondisi yang baik.


Cara Memperbaikinya :

1.  Lakukan Pengupasan pada bagian Cat Lama yang terkupas dan ada gembung udara tersebut, dengan menggunakan Sekrap (kape). Pastikan pekerjaan ini berlangsung dengan baik.
2.  Gosok bagian Cat Lama yang terkupas tersebut dengan Kertas Pasir halus, dan bersihkan dengan Kain Lap sehingga bersih dari debu dan kotoran yang menempel.
3.  Dempul bagian yang terkupas dengan Tepung Dempul Dinding (wall putty) yang berkualitas, sehingga Permukaan dinding menjadi rata. Biarkan kering, minimal 24 jam.
4.  Keesokannya, gosok semua dempulan dengan Kertas Pasir halus, lalu bersihkan debunya dengan Kain Lap.
5.  Setelah bersih dari debu, cat Dinding tersebut dengan Sealer, disarankan gunakan Sealer dengan merk vendor yang sama dengan Cat Dinding Lama tersebut, karena hasilnya akan lebih cocok dan lebih kuat 'mengikat'. Atau gunakan Sealer yang bermutu baik lainnya.
6.  Lalu anda dapat melakukan Pengecatan Ulang pada semua dinding yang telah di-sealer tadi.

Lihat juga Cat Dinding yang Mengalami Kerusakan Berat dan Cat Dinding yang Mengalami Kerusakan Sangat Berat.

Demikian tulisan saya kali ini.. Semoga berguna..


Advertisement




Komentar :

Beberapa Tips untuk mengatasi masalah Bocor dan Rembesan Air pada Keramik Dinding dan Keramik Lantai Kamar mandi :

1.  Bongkar keramik Dinding atau Lantai kamar mandi anda secara hati-hati. Bersihkan bekas bongkaran keramik dengan air. Plester Kembali agar rata (jika diperlukan), dan tunggu sampai kering.

2.  Lapisi bagian Dinding atau Lantai yang sudah dibersihkan tersebut dengan zat aditif type Waterproofing kemudian sapukan pada bidang dinding atau lantai secara merata. Buat lapisan menjadi 2 atau 3 lapis untuk memastikan pori-pori Dinding atau Lantai kamar mandi tertutup dengan sempurna. 

3.  Biarkan lapisan Waterproofing mengering selama 24 jam, untuk memastikan lapisan waterproofing mengering dengan sempurna sehingga tidak ada lagi bagian dinding dan lantai yang bocor atau merembes.

4.  Buat campuran Mortar untuk pemasangan keramik, lalu pasang kembali keramik Dinding atau Lantai kamar mandi. Sebaiknya Mortar yang digunakan adalah Mortar Additive yang mengandung Waterproofing (merk dan tipenya cukup banyak, dapat anda tanya pada toko Material)

5.  Biarkan nat diantara bagian-bagian keramik tetap terbuka, jangan ditutup dulu selama beberapa hari, agar uap dari campuran air dan mortar menguap dan hilang terlebih dahulu.

6.  Lalu anda bisa menutup celah-celah nat dengan campuran Pasta Semen atau campuran Semen Putih yang ditambahkan Zat Aditif Waterproofing.

Advertisement




Komentar :

Aksesoris Produk Genteng Metal yang sering dipakai pada Pemasangan Atap Rumah, yaitu:

Gambar 1. Rabung (Nok)
Gambar 2. Talang pada Jurai


Gambar 3. Genteng Metal
Gambar 4. Wall Flashing

Pada ke-4 Gambar diatas dapat kita lihat bahwa kebocoran Air Hujan dapat terjadi pada keempat bagian tersebut. Kebocoran ini bisa terjadi karena Pemasangan yang tidak kuat dan tidak rapi. Sekarang bagaimana cara kita untuk memperbaiki kebocoran ini...??? Silahkan ikuti petunjuk dibawah :

Cara Memperbaiki Atap Rumah Genteng Metal yang Bocor :

1.  Temukan terlebih dahulu Sumber Kebocoran
Caranya dengan melihat Air yang menetes pada bagian bawah Atap, jadi lakukan hal ini pada saat Hujan. Kalau ada Plafon, kita harus naik keatas Plafon tersebut. Gunakan Senter agar dapat melihat dengan jelas. Hati-hati terhadap Kabel Listrik yang biasa terpasang diatas Plafon.

2.  Setelah Sumber Kebocoran ditemukan, lakukan Perbaikan terhadapnya, yaitu :
a.  Jika Kebocoran terjadi pada Nok (Rabung), lakukan perbaikan dengan cara Mengganti, Merapikan Kembali, atau Memeriksa Paku atau Sekrup SDS (Self Drilling Screw) Atap tersebut. Lakukan penilaian anda sendiri untuk memilih Alternatif Perbaikan diatas. Gunakan Sealant (Silikon Watershield) pada Paku atau Sekrup SDS Atap apabila diperlukan.
b.  Jika kebocoran terjadi pada Talang pada Jurai, kita periksa terlebih dahulu apakah Kebocoran Talang ini berdiameter besar atau kecil. Apabila berdiameter kecil, kita dapat melakukan Penambalan terhadapnya dengan menggunakan Bahan Additive (penambal) yang banyak dijual di Toko Material Bangunan. Jika Kebocoran berdiameter besar, silahkan ganti Talang Jurai anda dengan yang baru.
c.  Jika kebocoran terjadi pada Genteng Metal itu sendiri, periksa kembali sumber kebocoran tersebut. Apabila bocor terjadi pada Sambungan antar lembaran Genteng Metal, maka rapikan kembali Susunan Lembaran Genteng Metal tersebut dan kembali lakukan Pemakuan / Sekrup SDS dengan kuat dan rapi. Jika kebocoran terjadi pada Paku atau Sekrup SDS saja, maka dapat diatasi dengan memberikan Sealant (Silikon) pada Paku atau Sekrup SDS tersebut agar air tidak bisa merembes masuk.
d.  Jika kebocoran terjadi pada Wall Flashing, perhatikan dengan seksama apakah bocor terjadi pada Lembaran Wall Flashing atau pada Plesteran Penutup Wall Flashing tersebut. Jika terjadi pada Lembaran Wall Flashing, maka lakukan perbaikan dengan cara Merapikan atau Mengganti Lembaran Wall Flashing tersebut. Apabila terjadi pada Plesterannya saja, dapat diperbaiki dengan mengoles Bahan Water Proofing pada Plesteran tersebut, sehingga tidak bocor lagi.
3.  Setelah Perbaikan dilakukan kita harus memeriksanya kembali pada keesokan harinya 
Lakukan pemantauan pada saat hari Hujan, agar bisa dibuktikan apakah Perbaikan telah berjalan sukses atau tidak. Apabila masih ada kebocoran, lakukan pemeriksaan kembali dan tahapan Perbaikan diatas dengan lebih teliti dan lebih rapi.

Demikian Tips dari saya kali ini, semoga berguna...


Advertisement




Komentar :
Terkadang ada aktifitas dirumah kita yang menggunakan Oli Mesin, baik itu Oli Mesin Diesel, Oli Mesin Sepeda Motor, Oli Mesin Mobil, dan sebagainya. Oli dapat digunakan untuk melancarkan putaran Engsel Pintu Besi yang berkarat, dan Putaran Roda Pintu Besi Pagar Rumah yang berkarat (macet), dan sebagainya.

Dalam penggunaan Oli tersebut dirumah, bisa saja Oli tersebut tertumpah secara tidak sengaja ke Lantai Rumah kita (baik itu lantai Semen, lantai Keramik, Granit, dsb). Tumpahnya Oli ini juga bisa disebabkan karena kelalaian anak kecil yang berada dirumah (mungkin pada saat bermain).

Untuk itu sebaiknya kita mengetahui Tips untuk membersihkan Oli yang tertumpah tersebut. Bagaimana Metode Kerjanya dapat kita lihat pada uraian berikut:

1.  Sediakan Semen Portland (semen yang biasa digunakan untuk Pembangunan Rumah, semen untuk pemasangan batu bata).

2.  Taburkan Semen tersebut pada Tumpahan Oli yang hendak dibersihkan. Jumlah Semen yang ditaburkan sebaiknya memadai (ditaksir cukup) untuk menyerap semua Kotoran Oli yang ada.

3.  Tunggu beberapa menit, sampai Tumpahan Oli tersebut diserap oleh Semen.

4.  Setelah Penyerapan berlangsung maksimal lanjutkan dengan pembersihan manual, dengan menggunakan Sapu (Sapu Ijuk atau Sapu Plastik), yaitu dengan cara Menggosok dan Menekan Abu Semen tersebut menggunakan Sapu pada sisa Oli yang mesih menempel pada Lantai.

5.  Lakukan hal itu beberapa saat (berulang-ulang), sampai Lantai rumah kita benar-benar bersih dari Sisa Oli.

6.  Pembersihan, bersihkan Abu Semen yang telah menyerap Kotoran Oli tersebut, buang ditempat sampah.

Demikian Tips Singkat ini, semoga berguna...

Advertisement




Komentar :
Coretan pada dinding rumah sering terjadi pada Rumah yang penghuninya memiliki anak kecil. Namanya juga anak kecil, mereka masih dalam proses Belajar menulis. Namun belum tahu dimana boleh menulis dan dimana yang tidak boleh, jadi harap maklum aja ya..

Jika dinding rumah anda sudah terlanjur ada coretan-coretan Tinta, Krayon, TipEx, Spidol, ada beberapa Tips yang dapat dilakukan untuk membuatnya kembali menjadi bersih dan rapi, yaitu dengan cara :

1.  Membersihkannya

a.  Untuk membersihkan Noda Krayon dan TipEx, kikis perlahan noda tersebut terlebih dahulu dengan alat sekrap (kape), usahakan tidak merusakan lapisan cat dinding dibawahnya. Selanjutkan lanjutkan proses dibawah ini (b).

b.  Untuk membersihkan Noda Tinta, Noda Spidol, sisa Noda Krayon dan sisa Noda TipEx,
dapat menggunakan Alkohol (cairan), atau Hair-Spray (cairan), Adonan Baking Soda dan Air (berbentuk Pasta), atau Minyak Kayu Putih. Oleskan saja salah satu cairan tersebut pada Noda, lalu mulai bersihkan perlahan dengan menggunakan Spons atau Kain Pembersih. Bisa menggunakan Alkohol untuk Noda yang membandel.

2.  Pengecatan Ulang

Apabila Noda tersebut tetap masih ada (membandel), solusi terakhirnya adalah dengan melakukan Pengecatan Ulang. Caranya: Cat Noda dinding tersebut dengan menggunakan Cat (dengan Merk dan Kode Warna yang sama dengan Cat Dinding sebelumnya).

Demikian beberapa Tips dalam membersihkan dinding Rumah anda, semoga bermanfaat..


Advertisement




Komentar :