Pada tulisan saya sebelumnya "Time Schedule Pekerjaan Proyek dan Manfaatnya", telah diuraikan Guna dan Tujuan dari pembuatan Time Schedule, baik untuk Gedung, Kantor, dan Konstruksi bangunan lainnya. Silahkan klik DISINI untuk membacanya kembali.

Pada Artikel kali ini saya akan memaparkan Cara Membuat Time Schedule tersebut, beserta Bar-Chart dan Kurva S-nya. Karena pada dasarnya ke-3 data tersebut disajikan dalam 1 Lembar Produk yang sama.

Time Schedule dibuat berdasarkan rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau Harga Penawaran yang telah disepakati bersama antara Owner dan Pelaksana (Kontraktor). Item Pekerjaan yang terdapat dalam RAB itulah yang dirinci dalam produk Time Schedule ini. Kapan rencana dimulainya suatu Item Pekerjaan, Lama Waktu Pelaksanaan-nya, dan kapan Selesai-nya.

Semakin Lengkap Item Pekerjaan yang dipaparkan pada sebuah Time Schedule, akan semakin bermanfaat produk Time Schedule tersebut. Karena akan semakin informatif bagi siapapun yang membacanya.

Namun pada kesempatan kali ini, agar penyajian Data-nya lebih sederhana, saya hanya menyajikan Contoh Cara Membuat Time Schedule berdasarkan Item Pekerjaan yang ada pada Rekapitulasi RAB saja.

Tahapan Membuat Time Schedule :

1.  Buka sebuah File RAB (format Excel), yang telah memiliki data Rekapitulasi RAB.

2.  Buat Sheet baru pada File tersebut, lalu Rename Sheet tersebut menjadi Time Schedule.

3.  Salin ulang atau copy-paste semua Uraian Pekerjaan dan Jumlah Harga yang terdapat pada sheet Rekapitulasi RAB ke sheet Time Schedule yang baru dibuat. Lalu buat kolom baru untuk menyajikan nilai BOBOT (%) Pekerjaan dari masing-masing Item yang ada. Seperti Gambar dibawah ini. 

https://1.bp.blogspot.com/-hfs5nQC9gOs/WK0urLsgeEI/AAAAAAAACDg/BP5m3Or9w64MFHqFdVRbNg63OJVSQ2TUgCLcB/s1600/1%2BCara%2BMembuat%2BTime%2BSchedule%2BBar-chart%2Bdan%2BTime%2BSchedule%2BSkedul%2BLama%2BWaktu%2BPelaksanaan%2BKerja%2Bdari%2BRAB.jpg

4.  Buat kolom untuk penyajian data Waktu Pelaksanaan Pekerjaan (contoh dibawah = 4 bulan), dan Jumlah Minggu-nya (1 bulan = 4 minggu). Lalu tambahkan Baris (ROW) dibawah masing Item Pekerjaan (posisi Panah Merah), yang akan digunakan untuk membuat Bar-Chart pada tahap selanjutnya.

https://2.bp.blogspot.com/-RaxQKXOu5fs/WK1bbQLUEJI/AAAAAAAACEY/s271rXjslwYLG0eJ4d5nmCLshvUWUaBLwCLcB/s1600/2E%2BCara%2BMembuat%2BTime%2BSchedule%2BBar-chart%2Bdan%2BTime%2BSchedule%2BSkedul%2BLama%2BWaktu%2BPelaksanaan%2BKerja%2Bdari%2BRAB.jpg

5.  Selesaikan membuat Garis Border dibawah judul Waktu Pelaksanaan Pekerjaan. Lalu buat Bar-Chart (awal kerja dan durasi) masing-masing Item Pekerjaan yang ada, dengan cara mewarnai Range menjadi Warna Hijau seperti Gambar dibawah ini.

Isi nilai Bobot pekerjaan diatas setiap Range Bar-Chart yang berwarna Hijau tersebut, dengan cara membagikan Nilai Bobot (%) Item Pekerjaan kepada Jumlah Minggu durasi Pekerjaan tersebut. Seperti Gambar dibawah ini.

Lakukan penjumlahan "kebawah" (mulai Minggu-1 bulan Maret sampai Minggu-4 bulan Juni), yang menghasilkan data Rencana Progress Mingguan (%). Lanjutkan dengan penjumlahan data Rencana Progress Komulatif-nya (%).

https://4.bp.blogspot.com/-IvQtrwEZvS8/WK1bx0HUliI/AAAAAAAACEk/ZxCc-puYdhcpaC7xfhpi7l-ALd-XahzugCLcB/s1600/3E%2BCara%2BMembuat%2BTime%2BSchedule%2BBar-chart%2Bdan%2BTime%2BSchedule%2BSkedul%2BLama%2BWaktu%2BPelaksanaan%2BKerja%2Bdari%2BRAB.jpg

6.  Buat Grafik Garis (Kurva-S) berdasarkan data Rencana Progress Komulatif (%), Caranya: Klik (kiri) tulisan Insert, lalu Klik tulisan Line, lalu Klik tombol Line with Markers, seperti Gambar dibawah ini. Lalu lanjutkan settingan Grafik-nya sesuai dengan selera anda, sampai selesai.

https://4.bp.blogspot.com/-IX5PmB-FIms/WK1gWUOHsjI/AAAAAAAACFE/rDiJ00Z4Ax8tHOGJEAGeOR3IJYbcZvIBgCLcB/s1600/5E%2BCara%2BMembuat%2BTime%2BSchedule%2BBar-chart%2Bdan%2BTime%2BSchedule%2BSkedul%2BLama%2BWaktu%2BPelaksanaan%2BKerja%2Bdari%2BRAB.jpg

7.  Setelah Grafik Kurva-S selesai, hasilnya menjadi seperti Gambar dibawah ini. Jangan lupa lengkapi dengan menambahkan baris baru untuk pengisian data Realisasi Progress Mingguan (%), Realisasi Progress Komulatif (%), Selisih Mingguan (%), dan Selisih Komulatif (%) nantinya.

https://2.bp.blogspot.com/-5CfwlILaNWk/WK1ceuiFnXI/AAAAAAAACEw/m5HyhCPbopoT14xV-FqAHgkcyk0SC3N_wCLcB/s1600/4E%2BCara%2BMembuat%2BTime%2BSchedule%2BBar-chart%2Bdan%2BTime%2BSchedule%2BSkedul%2BLama%2BWaktu%2BPelaksanaan%2BKerja%2Bdari%2BRAB.jpg

8.  Selesai... Supaya gak ribet, silahkan Download File Excel-nya DISINI. Semoga tulisan ini berguna...


Advertisement




Komentar :
Pekerjaan perhitungan Luas Area sangat sering dilakukan pada kegiatan Proyek Sipil, misalnya pada kegiatan Perencanaan, Pemetaan, Pelaksanaan di Lapangan, dan sebagainya.

Area tersebut ada bentuknya yang sederhana, seperti Segi Empat, Segitiga, Lingkaran, Trapesium, dan lain-lain, yang Rumus Perhitungannya sudah sejak lama kita ketahui.

Tapi ada juga Area yang bentuknya tidak beraturan, seperti Gambar Polygon Tertutup dibawah ini. Yang terdiri dari Garis yang tidak beraturan, yang menghubungkan titik 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 seperti Gambar dibawah ini. Area ini menjadi Contoh Perhitungan pada tulisan saya kali ini.

(Gambar : Polygon Tertutup - Segi 6)

Perhitungan Luas Polygon :

1.  Rumus untuk menghitung Luas Polygon adalah :


Keterangan :
Ap  =  Luas Polygon
X    =  Koordinat sebuah titik, jika ditinjau dari Sumbu X
Y    =  Koordinat sebuah titik, jika ditinjau dari Sumbu Y

2.  Rincian Titik Koordinat dari Gambar diatas adalah :

Titik 1, koordinatnya adalah (X1,Y1) = (4,0), maka X1 = 4 dan Y1 = 0
Titik 2, koordinatnya adalah (X2,Y2) = (5,1), maka X2 = 5 dan Y2 = 1
Titik 3, koordinatnya adalah (X3,Y3) = (8,2), maka X3 = 8 dan Y3 = 2
Titik 4, koordinatnya adalah (X4,Y4) = (6,4), maka X4 = 6 dan Y4 = 4
Titik 5, koordinatnya adalah (X5,Y5) = (3,4), maka X5 = 3 dan Y5 = 4
Titik 6, koordinatnya adalah (X6,Y6) = (1,3), maka X6 = 1 dan Y6 = 3
Titik 7, koordinatnya adalah (X7,Y7) = (2,1), maka X7 = 2 dan Y7 = 1

3.  Luas Polygon adalah :

Ap = ((X1.Y2-X2.Y1)+(X2.Y3-X3.Y2)+(X3.Y4-X4.Y3)+(X4.Y5-X5.Y4)+(X5.Y6-X6.Y5)+(X6.Y7-X7.Y6)+(X7.Y1-X1.Y7)) : 2

Ap = ((4x1-5x0)+(5x2-8x1)+(8x4-6x2)+(6x4-3x4)+(3x3-1x4)+(1x1-2x3)+(2x0-4x1)) : 2

Ap = (4+2+20+12+5-5-4) : 2

Ap = 34 : 2

Ap = 17 m2 (meter-persegi)

4.  Perhitungan Luas Polygon selesai, semoga tulisan ini berguna...



Advertisement




Komentar :
Seperti yang telah saya tulis pada Artikel sebelumnya "Cara Disain Atap bentuk Limasan pada sebuah Rumah", Atap Limasan terkadang disebut juga Atap Limas, Atap Perisai, atau Atap Rabung Lima (5), karena pada Atap Jenis ini terdapat 5 baris Rabung diatasnya.

Sebelum melakukan Pembelian produk Genteng Metal, sebaiknya kita menghitung dulu berapa Kebutuhan nya. Sehingga kegiatan Pembelian Genteng Metal menjadi tidak berulang-ulang (jika jumlah Genteng yang dibeli "kurang"), dan tidak terjadi Pemborosan (jika jumlah Genteng yang dibeli "berlebih").  

Contoh Perhitungan :

Dari Gambar Rencana Atap dan Gambar Lembaran Genteng Metal dibawah ini, kita akan menentukan berapa Lembar Genteng Metal yang harus disediakan untuk dipasang seperti Gambar Rencana Atap tersebut.

A.  Gambar Rencana Atap

(Gambar 1: Denah Lantai dan Denah Atap)

(Gambar 2: Detail Ukuran Denah Atap dan Gambar Perspektif Atap)

(Gambar 3: Sudut Kemiringan Atap Tampak Depan dan Atap Tampak Samping)

B.  Gambar Lembaran Genteng Metal (yang akan digunakan)

(Gambar 4: Genteng Metal, satuan Lembar atau Keping)

Gambar Ulang dan Perhitungan :

1.  Berdasarkan Gambar 2 (Denah Atap) dan Gambar 3 (Sudut Kemiringan Atap) diatas, Gambar Ulang bidang A, B, C, dan D jika dibuat dalam posisi Horizontal (datar). Gambarnya menjadi seperti dibawah ini.


2.  Jika Gambar diatas disederhanankan lagi, hasilnya menjadi seperti Gambar dibawah ini. Didapat bentuk bidang A dan bentuk bidang C, beserta ukurannya. Bidang A = bidang B, dan bidang C = bidang D.


3.  Aplikasi-kan Lembaran Genteng Metal yang akan digunakan pada bidang A, dengan cara membuat Gambar Rencana Susunan lembaran Genteng Metal se-efisien mungkin. Seperti Gambar dibawah ini.

Catatan: Bagian yang diarsir warna Hijau adalah bagian yang tidak terpakai (dibuang atau disimpan).

(Gambar Rencana Susunan Lembaran Genteng Metal pada bidang A dan B)

4.  Hitung Jumlah Lembaran Genteng Metal yang terpasang pada bidang A diatas, didapat bidang A butuh Genteng = 34,5 lembar. Karena bidang A = B, maka bidang B = 34,5 lembar juga.

5.  Aplikasi-kan Lembaran Genteng Metal yang akan digunakan pada bidang C, dengan cara membuat Gambar Rencana Susunan lembaran Genteng Metal se-efisien mungkin. Seperti Gambar dibawah ini.

Catatan: Bagian yang diarsir warna Hijau adalah bagian yang tidak terpakai (dibuang atau disimpan).

(Gambar Rencana Susunan Lembaran Genteng Metal pada bidang C dan D)

6.  Hitung Jumlah Lembaran Genteng Metal yang terpasang pada bidang C diatas, didapat bidang C butuh Genteng = 53 lembar. Karena bidang C = D, maka bidang D = 53 lembar juga.

7.  Jumlahkan (rekap) semua Kebutuhan Genteng Metal untuk bidang A, B, C, dan D.
a.  Bidang A = 34,5 lembar,
b.  Bidang B = 34,5 lembar,
c.  Bidang C = 53 lembar,
d.  Bidang D = 53 lembar.
Jumlahnya = 175 lembar.

8.  Jadi, Genteng Metal yang diperlukan untuk Pemasangan Atap dari Gambar Denah Lantai rumah diatas adalah = 175 lembar, (jika menggunakan Genteng Metal seperti Gambar 4 diatas).



Advertisement




Komentar :
Atap Limasan terkadang disebut juga Atap Limas, Atap Perisai, dan terkadang Atap Rabung Lima (5), karena pada Atap Jenis ini diatasnya terdapat 5 baris Rabung.

Cara Disain Atap Rumah bentuk Limasan :

1.  Sediakan Gambar Denah Rumah yang hendak dipasang Atap, misalnya seperti Gambar DENAH LANTAI rumah dibawah ini.

2.  Rencanakan lebar Overhang (Overstek atau Gimbal) Atap. Yaitu jarak antara (As) Dinding Luar dan Ujung Atap, misalnya = 90 cm (overhang = 90 cm). Overhang adalah bagian yang diarsir warna HIJAU, seperti terlihat pada Gambar dibawah ini.

Catatan: Overhang atau Overstek pada sebuah Bangunan adalah bagian dari Bangunan atau Konstruksi yang menggantung tanpa disangga oleh Kolom atau Dinding pada bagian bawahnya, yang berguna untuk melindungi Dinding, Kusen, Daun Pintu, Daun Jendela, dari Air Hujan dan Panas sinar Matahari.

(Gambar Denah Lantai dan Denah Atap Rumah)

3.  Rencanakan Bentuk Atap Rumah.
Bentuk Denah Rumah diatas adalah Persegi Panjang (Lebar = 7m dan Panjang = 10m). Bentuk Atap yang ideal untuk diterapkan pada Denah Rumah seperti ini adalah bentuk Limasan (atau Perisai atau Rabung 5), agar Dinding Bata, Kusen, Daun Pintu, dan Daun Jendela yang berada disekeliling Rumah dapan terlindungi.

Kita bisa saja merencanakan Bentuk Atap Rumah model lain untuk diterapkan pada Denah diatas, tapi pada contoh kali ini saya hanya membahas Cara Disain (merencanakan) Atap Rumah yang bentuknya Limasan (atau Perisai atau Rabung 5).

4.  Rencanakan Rabung.
Pada Gambar Denah Atap diatas, Rabung no. 1, 2, 4, dan 5 dibentuk agar membentuk Sudut 45 derajat dari Dinding Rumah (45 derajat dari garis Vertikal dan garis Horizontal). Lalu hubungkan ke-4 Rabung tersebut dengan Rabung No. 3.

5.  Tentukan Sudut Kemiringan Atap.
Nilai sudut Kemiringan Atap diukur dalam satuan Derajat (degree). Yaitu besarnya Sudut yang terbentuk dari Garis Horizontal dan Garis Kemiringan Atap itu sendiri (lihat Gambar Tampak Depan dan Tampak Samping Atap Rumah dibawah ini).

(Gambar Denah Atap dan Perspektif Atap Rumah)

Pada Gambar Tampak Depan dibawah ini, terlihat Sudut Kemiringan Atap adalah 30 derajat. Dan pada Gambar Tampak Samping dibawah ini, terlihat Sudut Kemiringan Atap adalah 30 derajat juga.

(Gambar Tampak Depan dan Tampak Samping Atap Rumah)

Sudut Kemiringan Atap ini tidak harus 30 derajat. Selama masih dalam Range Besaran Sudut Kemiringan yang dianjurkan oleh Pabrik atau Vendor suatu Jenis Atap, kita bisa saja menerapkan Range (Batasan) yang dianjurkan tersebut.

Untuk mengetahui nilai Range ini sebaiknya ditanyakan langsung pada Pabrik atau Vendor jenis Atap yang hendak kita gunakan. Biasanya Sudut Kemiringan untuk Atap Genteng Metal = minimal 12 derajat, dan Sudut Kemiringan untuk Atap Onduline = diatas 15 derajat.

6.  Perencanaan Atap Limasan pada Denah Rumah diatas selesai. Selanjutnya saya akan menulis tentang Cara Menghitung Kebutuhan Genteng Metal pada Atap Rumah bentuk Limasan ini.



Advertisement




Komentar :
Setelah semua Lembaran ACP selesai dipasang pada Rangka dudukan-nya, selanjutnya adalah Pekerjaan Tahap ke-4, yaitu Pemberian Sealant (Silikon) pada sela (space) masing-masing Lembaran ACP tersebut. Lalu diakhiri dengan Pekerjaan Pembersihan.

Jika ACP dipasang pada bagian Luar Bangunan, sebaiknya Sealant atau Silikon yang digunakan memiliki Karakteristik sebagai berikut :

1.  Tahan terhadap suhu Panas dan Ultra Violet dari Sinar Matahari,
2.  Tahan terhadap suhu Dingin,
3.  Tahan terhadap siraman Air Hujan,
4.  Memiliki Daya Rekat yang tinggi pada Permukaan ACP yang cenderung tidak berpori.

Secara Umum, tahapan memasang ACP ini bisa dibagi atas 4, yaitu :

1.  Pemasangan Konstruksi Rangka dudukan Alumanium Composit Panel (ACP) pada bangunan.
2.  Fabrikasi Lembaran ACP.
3.  Pemasangan Lembaran ACP (yang telah difabrikasi) pada Konstruksi Rangka Dudukan.
4.  Pemberian Sealant pada sela Lembaran ACP dan Pembersihan.

Cara Memberikan Sealant pada sela Lembaran ACP :

1.  Rekatkan Kertas Lem (A) pada Lembaran ACP, posisi Kertas Lem dapat dlihat seperti Gambar dibawah ini.

2.  Selipkan (masukkan) Flexible Gasket (B) kedalam sela Lembaran ACP tersebut dengan bantuan Kape/ Sekrap (C), seperti pada Gambar dibawah ini.

Flexible Gasket yang masuk kedalam sela Lembaran ACP harus cukup kedalaman-nya untuk memberikan ruang bagi Sealant yang akan diaplikasi-kan diatas Flexible Gasket tersebut.


3.  Aplikasi-kan Sealant (D) pada sela Lembaran ACP yang telah dipasang Flexible Gasket tersebut, dengan bantuan Sealant Gun (E) agar pekerjaan menjadi lebih mudah, seperti Gambar dibawah ini.

4.  Lalu rapikan Sealant tersebut dengan menggunakan Kape/ Sekrap (F) yang ujungnya telah dimodifikasi menjadi Melengkung, seperti Gambar dibawah ini.


(Sekrap atau Kape yang Ujung-nya telah dimodifikasi menjadi Melengkung)


5.  Setelah proses merapikan Sealant dengan Kape selesai, lepaskan Kertas Lem (A) dari permukaan Lembaran ACP tersebut.

Agar lebih mudah, proses melepaskan Kertas Lem tersebut harus segera dilakukan pada saat Sealant masih dalam keadaan Basah (setengah kering). Seperti terlihat pada Gambar dibawah ini.


6.  Setelah semua pekerjaan Pemberian Sealant diatas selesai, lakukan Pembersihan pada semua permukaan ACP yang ada. Baik itu berupa sisa kotoran Sealant yang menempel, melepaskan Plastik lapisan Pelindung Permukaan ACP, dan sebagainya.

7.  Pekerjaan pemberian Sealant selesai.. Semoga tulisan ini berguna..



Advertisement




Komentar :
Setelah Rangka Dudukan ACP selesai dipasang pada Dinding Bangunan, dan Lembaran ACP selesai di-fabrikasi (dibentuk), selanjutnya kita dapat memasang Lembaran ACP tersebut pada Rangka Dudukan ACP yang ada, dengan tetap memperhatikan 3 hal berikut :

1.  Pemilihan Material yang berkualitas dan tepat guna,
2.  Kekuatan Pemasangan,
3.  Kerapian Pemasangan.

Memasangnya yaitu dengan Cara mengunci Bracket yang telah dipasang Lembaran ACP sebelumnya, pada Rangka Dudukan ACP (besi Hollow), menggunakan Sekrup (Pengunci) dengan bantuan Mesin Bor.

Material dan Peralatan yang dibutuhkan :

1.  Mesin Bor (C) untuk memasang Sekrup Pengunci,
2.  Mata Kunci Baut Hexagon (A) untuk memasang Sekrup tipe Kepala Sekrup Hexagon,

     (jika Kepala Sekrup Pengunci berbentuk Hexagon)
3.  Mata Obeng Positif (B) untuk memasang Sekrup tipe Kepala Sekrup Lubang Positif.
     (
jika Kepala Sekrup Pengunci berbentuk Lubang Positif)


4.  Sekrup Pengunci, untuk Mengunci Bracket yang telah dipasang Lembaran ACP pada Rangka Dudukan ACP (besi Hollow). Sebaiknya Sekrup ini terbuat dari Logam yang Keras dan tidak mudah berkarat (korosi), agar tahan terhadap Cuaca, Hujan, Panas, dan sebagainya



Pada Gambar diatas terlihat 3 jenis Sekrup, yaitu Sekrup tipe (D) (Kepala Sekrup Pengunci berbentuk Hexagon), (E) (Kepala Sekrup Pengunci berbentuk Lubang Positif), dan (F).

Gunakan Sekrup tipe (D) atau tipe (E) untuk menyatukan Bracket Lembaran ACP pada Rangka Dudukan Besi Hollow. Sebaiknya jangan menggunakan Sekrup tipe (F). Mengapa saya menyarankan Hal ini..? Alasannya akan saya paparkan pada Tulisan berikutnya.

Tahapan Memasang Lembaran ACP pada Rangka Hollow :

1.  Tentukan dan sediakan terlebih dahulu Sekrup Pengunci yang akan digunakan untuk menyatukan Bracket Lembaran ACP pada Rangka Dudukan-nya. Misalnya disini kita menggunakan Sekrup tipe (E), seperti Gambar diatas.

2.  Persiapkan Mesin Bor dan Mata Obeng Positif untuk memasang Sekrup Pengunci tipe (E) tersebut. Lalu pasang Mata Obeng Positif (B) pada Mesin Bor (C), kunci dengan kuat menggunakan Kunci Penjepit (G) yang telah disediakan pada saat pembelian Mesin Bor.


3.  Lakukan Pemasangan Lembaran ACP pada Rangka Dudukan menggunakan Sekrup Pengunci, dengan bantuan Mesin Bor dan Mata Obeng Positif, seperti 2 buah Gambar dibawah ini.

(Pemasangan Sekrup dan Mata Obeng Positif pada Mesin Bor)


(Penguncian Lembaran ACP pada Rangka Dudukan menggunakan Sekrup)

4.  Lakukan Penguncian pada ke-8 Bracket yang ada, seperti Gambar dibawah ini.

(1 Lembar ACP telah selesai terpasang pada Rangka Dudukan besi Hollow)

5.  Lakukan Pemasangan Lembaran ACP pada lembaran-lembaran berikutnya, sampai semua Rangka Dudukan terpasang oleh Lembaran ACP tersebut. Seperti Gambar dibawah ini.



6.  Setelah semua Rangka Dudukan terpasang oleh Lembaran ACP, maka selesai-lah Proses Pemasangan Lembaran ACP ini. Semoga tulisan ini berguna..



Advertisement




Komentar :

Seperti yang telah saya sampaikan pada tulisan sebelumnya, secara Umum Tahapan memasang ACP pada Dinding Bangunan bisa dibagi atas 4 proses, yaitu :

1.  Pemasangan Rangka dudukan Alumanium Composit Panel (ACP) pada bangunan, bisa dilihat Disini.
2.  Fabrikasi Lembaran ACP.
3.  Pemasangan Lembaran ACP (yang telah difabrikasi) pada Rangka Dudukan ACP.
4.  Pemberian Sealant pada sela Lembaran ACP dan Pembersihan.

Pada kesempatan ini saya akan menulis bagaimana Proses Pelaksanaan Fabrikasi Lembaran ACP tersebut, agar dapat dipasang pada Konstruksi Rangka Dudukan yang telah ada.


Tahapan Pekerjaan Fabrikasi ACP :

1.  Ukur Rangka Dudukan ACP yang telah tersedia, untuk menentukan Ukuran Potongan Lembaran ACP yang akan dibentuk. Pada Gambar dibawah ini dapat dilihat, ukuran Jarak As Besi Hollow 40x40 (sebagai Dudukan ACP) adalah = 60cm x 60cm.


2.  Karena ukuran Jarak As Besi Hollow 40x40 (sebagai Dudukan ACP) = 60cm x 60cm. Kita bisa merencanakan Ukuran Potongan Lembaran ACP = 64cm x 64cm, seperti Gambar dibawah ini. Gunakan Mesin Potong Plat Alumanium untuk melakukan pemotongan.

(Proses Pemotongan Lembaran ACP)


3.  Setelah Lembaran ACP selesai dipotong dengan ukuran = 64cm x 64cm, lakukan proses Routing pada Lembaran ACP tersebut, agar nanti bisa ditekuk sebesar 90 derajat. Sesuaikan ukuran Routing seperti Gambar kedua dibawah ini, yaitu = 59cm x 59cm pada bagian "tengah" dan 2,5cm pada bagian "keliling".

(Proses Routing menggunakan Mata Pisau Router 90 derjat)


4. Setelah proses Routing selesai, Potong ke 4 Sudut (yang diarsir warna Biru) seperti Gambar diatas. Lalu buang bagian yang berwarna Biru tersebut, seperti Gambar dibawah ini.


5.  Lalu tekuk ke 4 sisi bagian ACP yang lebar 2,5cm tersebut keatas, sebesar 90 derajat, seperti Gambar dibawah ini.



6.  Setelah ACP terbentuk seperti Gambar diatas, buat Bracket dengan menggunakan Potongan Plat Siku Alumanium yang telah disediakan sebelumnya (seperti Gambar dibawah ini), untuk mengunci ke 4 sudut yang ditunjukkan pada Gambar diatas.


7.  Kunci ke 4 sudut yang ditunjukkan pada Gambar dibawah ini, menggunakan Bracket yang telah disediakan sebelumnya. Penguncian menggunakan Paku Rivert (Paku Keling).


8.  Setelah ke 4 Bracket diatas terpasang, kita perlu memasang Bracket lagi pada ke 4 sudut tersebut. Yaitu Bracket yang nantinya akan digunakan untuk mengunci (menyatukan) Lembaran ACP pada Rangka Dudukan ACP. Panjang Bracket tidak harus 5 cm, tapi disesuaikan dengan Bobot Lembaran ACP yang akan dipikulnya, bisa 6 cm atau 7 cm.

Buat Bracket menggunakan Plat Siku Alumanium (atau Plat Siku dari Besi) seperti Gambar dibawah ini. Lalu pasang Bracket tersebut pada Lembaran ACP dengan menggunakan Paku Rivert (Paku Keling). Setiap sudut Lembaran ACP dipasang 2 buah Bracket.

Jika dihitung Jumlah Bracket ini = 8 buah (per-setiap 1 Lembar ACP yang difabrikasi), karena setiap Sudut dipasang 2 buah Bracket. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah: Posisi 8 buah Bracket tersebut.

Posisi 8 buah Bracket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar tidak tumpang tindih dengan Bracket pada Lembaran ACP ke-2, ke-3, ke-4, dan seterusnya, yang dipasang disamping Kiri, Kanan, Atas, dan Bawah, dari masing-masing Lembaran ACP tersebut. 



9.  Pekerjaan Fabrikasi Lembaran ACP selesai. Kita dapat membuat Jumlahnya sesuai dengan kebutuhan, untuk menutup seluruh Rangka Dudukan ACP yang ada. Tahapan selanjutnya (Tahap ke-3) adalah Memasang Lembaran ACP yang telah difabrikasi pada Rangka Dudukan yang ada.


Advertisement




Komentar :
Produk Alumanium Composit Panel (ACP) yang dijual oleh Vendor biasanya berupa Lembaran, seperti tampak pada Gambar dibawah ini. ACP ini terdiri dari beberapa lapisan Bahan (material) yang berbeda-beda yang kemudian disatukan menjadi sebuah Lembaran. 

ACP memiliki variasi Warna dan Ukuran yang berbeda-beda. Ukuran Lembaran ACP standard adalah, Panjang = 244 cm, dan Lebar = 122 cm. Untuk ketersedian Ukuran lainnya dan Warna, silahkan ditanyakan langsung pada Vendor-nya masing-masing.


ACP harus dipasang pada Konstruksi Rangka Dudukan yang benar-benar kuat dan kokoh, yang dapat menahan berat sendiri Rangka Dudukan tersebut, berat ACP setelah terpasang, dan tahan terhadap kondisi Angin, Suhu, Cuaca dan sebagainya, dalam Jangka Waktu yang lama.

Sebelum Lembaran ACP diatas dipasang pada Konstruksi Rangka Dudukan-nya, Lembaran ACP tersebut harus dibentuk (difabrikasi) terlebih dahulu seperti gambar dibawah ini.


Peralatan dan Material yang diperlukan untuk Fabrikasi ACP :

1.  Lembaran Alumanium Composit Panel (ACP) yang akan difabrikasi.
2.  Meja Kerja
yang Rata dan Permukaan-nya dan tidak kasar, sehingga Lembaran ACP tidak tergores atau rusak pada saat diletakkan pada Meja tersebut (pada saat proses fabrikasi).
3.  Spidol.
4.  Alat Ukur (Meteran).
5.  Penggaris.
6.  Mesin Potong dan Mata Pisau Potong untuk Alumanium Composit Panel. Seperti Gambar dibawah ini.


7.  Mesin Router dan Mata Pisau Router untuk Alumanium Composit Panel, ukuran mata pisau adalah 90 derjat. Seperti Gambar dibawah ini.



8.  Gunting Plat Alumanium, untuk memotong bagian-bagian yang kecil pada Lembaran ACP.



9.  Mesin Bor dan Mata Bor Logam. Ukuran Diameter Mata Bor disesuaikan dengan Ukuran Diameter Kepala Paku Rivert yang akan digunakan. Seperti Gambar dibawah ini.


10.  Tang Rivert dan Paku Rivert. Sepeerti Gambar dibawah ini.


11.  Siku Alumanium, seperti Gambar dibawah ini. Nantinya akan dibuat menjadi Bracket.





Advertisement




Komentar :