|
Sekilas Info dulu ya.. Meteran Air ini disediakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dipasang pada Rumah, Gedung, Kantor, dsb. (konsumen). Meteran Air berguna untuk Menghitung Konsumsi Pemakaian Volume Air masing-masing konsumen, agar Pembayaran Pemakaian Air Bersih kita nanti bisa sesuai dengan berapa yang kita pakai. Dalam hal ini pemakaian Air Bersih dihitung Per-Meter kubik.
Ok.. Kembali ke topik. Ini dia Alat yang digunakan untuk melakukan Penyambung Meteran Air dengan Pipa Distribusi, namanya Reinforcement Clamp Saddle, dapat dilihat pada Gambar dibawah:
![]() |
| (Reinforcement Clamp Saddle) |
Cara Pemasangannya Reinforcement Clamp Saddle pada Pipa Distribusi dapat dilihat pada Gambar dibawah ini:
![]() |
| (Pemasangan Reinforcement Clamp Saddle) |
Dilanjutkan dengan Pemasangan Pipa Fleksibel, yang akan menghubungkan Reinforcement Clamp Saddle dengan Meteran Air konsumen, dapat dilihat pada Gambar dibawah ini:
![]() |
| (Pemasangan Pipa Fleksibel pada Reinforcement Clamp Saddle) |
Selanjutnya Ujung Pipa Fleksibel tersebut dihubungkan dengan Meteran Air Konsumen, seperti terlihat pada Gambar dibawah ini:
![]() |
| (Gambar Meteran Air PDAM yang telah terhubung dengan Pipa Fleksibel dari Pipa Distribusi) |
Pemasangan selesai, tinggal melakukan pengecekan dengan cara membuka Kran yang tersedia pada Meteran Air tersebut.
Tips: Pada saat Pemasangan ini diusahakan setiap Penyambungan terpasang dengan Rapi dan tidak terjadi kebocoran ya...Demikian tulisan kali ini semoga bermanfaat.
Advertisement
Komentar :
|
Pipa Distribusi ini dipasang dengan cara menyambungkan "Pipa Distribusi Kompleks Perumahan" dengan Pipa Induk PAM (Perusahaan Air Minum) yang terdekat. Seperti terlihat pada Gambar dibawah ini.
![]() |
| (Penyambungan Pipa Induk PDAM dengan Pipa Distribusi Air Bersih Kompleks Perumahan) |
Pihak PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) yang merencanakan jalur pemasangan ini, dengan melihat kondisi Lapangan yang ada dan menentukan Titik Sambungannya.
Untuk melakukan Penyambungan ini menggunkan Soket Penyambung seperti terlihat pada Gambar dibawah ini:
![]() |
| (Soket Penyambung Pipa Induk PDAM dengan Pipa Distribusi Air Bersih Kompleks Perumahan) |
Selanjutnya Pipa Distribusi ini dipasang sepanjang Area Kompleks Perumahan yang ada. Pada titik tertentu (biasanya pada posisi paling ujung/akhir) akan dibuat Valve/Pulp/Kran Pipa Distribusi, yang sewaktu-waktu berguna untuk maintenance (pembersihan) Air Bersih tersebut. Seperti terlihat pada Gambar dibawah ini.
Demikian tulisan tentang Pipa Distribusi ini, semoga bermanfaat bagi Pembaca.
Advertisement
Komentar :
|
Dan syukurnya... Kerjaan tersebut udah beres semua saat ini... Jadi bisa nulis lagi...
Tulisan saya kali ini tentang Pemasangan Pipa Distribusi untuk Perumahan. Pipa Distribusi disini maksudnya adalah Pipa Induk Air Bersih yang terpasang pada Area Kompleks Perumahan. Jadi Biaya Pemasangan Pipa Distribusi ini pada prinsipnya menjadi tanggung jawab Developer/Pengembang (pihak yang membuat Kompleks Perumahan), baik itu Bahan dan Upah Pemasangannya. Namun Pelaksanaan Pemasangannya biasanya dilakukan oleh Pihak PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum).
Pipa Distribusi ini dipasang dengan cara menyambungkan "Pipa Distribusi Kompleks Perumahan" dengan Pipa Induk PAM (Perusahaan Air Minum) yang terdekat. Pihak PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) akan merencanakan jalur pemasangan ini, dengan melihat kondisi Lapangan yang ada dan menentukan Titik Sambungannya. Dan kemudian mengirimkan "Man Power/Pekerja dan Bahan Pipa" untuk melaksanakan Pemasangan Pipa Disribusi pada Kompleks Perumahan kita tersebut.
Sebelum Pemasangan Pipa Distribusi ini dilaksanakan, tentu saja kita (sebagai Developer/Pengembang) harus mengajukan "Surat Permohonan Pemasangan Pipa Distribusi" kepada PDAM dan melengkapi syarat-syarat Administrasi yang ada.
Beberapa bulan yang lalu pada saat saya mengajukan Pemasangan Pipa Distribusi kepada Pimpinan PDAM setempat, adapun Syarat Administrasinya antara lain:
1. Saya mengirimkan Surat Permohonan kepada Pimpinan PDAM setempat,
2. Dilengkapi dengan Fotokopi KTP Pemohon,
3. Denah Kompleks Perumahan yang sedang saya bangun.
Setelah ketiga hal diatas saya berikan pada Pihak PDAM, mereka kemudian mempelajarinya. Dan dalam beberapa hari kemudian akhirnya Permohonan saya disetujui. Pihak PDAM mencantumkan Rincian dan Total Biaya Pemasangan Pipa Distribusi tersebut, lalu saya diperkenankan membayar Total Biaya tersebut pada Bendahara PDAM.
Setelah Biaya Pemasangan Pipa Distribusi ini saya bayar lunas, selanjutnya saya tinggal menunggu Pelaksanaan Pemasangan Pipa Distribusi ini dilaksanakan.
Demikian tulisan tentang Pipa Distribusi ini, semoga bermanfaat bagi Pembaca... Pada kesempatan berikut saya akan nulis tentang Teknis Pemasangan Pipa Distribusi ini, berikut dengan Foto-fotonya.
Advertisement
Komentar :
|
Untuk itu diperlukan sistem perhitungan Debit Air yang akan mengaliri saluran tersebut, kemudian menyesuaikannya dengan Dimensi Pipa yang akan digunakan. Hal ini terkait dengan disiplin Ilmu Hidrologi dan Ilmu Hidrolika dalam Bidang Studi Teknik Sipil.
Berdasarkan perhitungan dan pengalaman Pembangunan Rumah dan Perumahan yang Penulis lakukan selama ini, dapat diambil rumusan sebagai berikut:
1. Untuk Supply Air Bersih Rumah bisa menggunakan Pipa AW 1”, AW 3/4” dan AW 1/2”. Sedangkan untuk supply Air Bersih beberapa rumah (misalnya untuk Perumahan) bisa menggunakan Pipa AW 2,5”, atau AW 3”, atau AW 4”.
2. Untuk Air Buangan di dalam Rumah bisa menggunakan Pipa D 2,5", atau D 3", dan D 4". Untuk Air Buangan yang ber-debit besar besar (misalnya pada saluran kompleks Perumahan) bisa menggunakan Pipa D 5” atau D 6”. Alternatif lain jika Debit Air Buangan terlalu besar adalah menggunakan Riol Beton sebagai saluran air buangan tersebut.
3. Untuk pelindung Kabel Listrik di dinding rumah bisa menggunakan Pipa 5/8” atau 3/4”.
4. Untuk Pelindung Kabel Dalam Tanah bisa menggunakan Pipa 2”, 2,5” atau 3” (sesuai dengan kebutuhan space Kabel tersebut).
Demikian rumusan singkat tentang penggunaan Pipa PVC dalam Pembangunan Rumah, semoga info ini dapat bermanfaat.
Advertisement
Komentar :
| |
Pipa PVC juga digunakan untuk Pelindung bagi Kabel Listrik yang ditanam di Dinding Rumah bahkan didalam Tanah, karena sifatnya yang Tidak Berkarat dan Tidak Membusuk akibat pengaruh Cuaca dan Alam.
Pipa PVC yang beredar dipasaran memiliki Merk yang berbeda-beda. Sesuai dengan Merk yang dicantumkan oleh Pabriknya masing-masing, misalnya: Maspion, Wavin, Invilon, dan sebagainya. Merk Pipa yang beredar di setiap Propinsi di Indonesia berbeda-beda, sesuai dengan luas jangkauan distribusi dari masing-masing Pabrik tersebut.
Pipa PVC di pasaran biasanya memakai standard ukuran JIS (Japanese Industrial Standard), sedangkan untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) biasanya memakai standard ukuran SNI (Standard Nasional Indonesia).
Dalam system JIS ada 3 jenis pipa PVC yaitu AW, D dan C, berikut rinciannya:
1. Pipa dengan Jenis AW, adalah Pipa Paling Tebal, biasanya dipakai untuk Pemipaan Aliran Bertekanan Tinggi (seperti adanya Tekanan dari Pompa Air). Juga biasa dipakai untuk Saluran Air didalam Tanah yang diperkirakan akan mengalami Tekanan Besar dari Kenderaan Berat yang mungkin melintas diatasnya.
Ukuran Pipa AW yang tersedia di pasaran antara lain: Diameter 6” = 6 inchi (6” ini adalah Ukuran Diameter Dalam Penampang Pipa); 5”; 4”; 3”; 2,5”; 2”; 1,5”; 1,25”; 1”; 3/4”; dan 1/2”.
2. Pipa dengan Jenis D, tidak setebal AW tapi lebih tebal dari C, digunakan untuk Saluran yang tidak akan mengalami tekanan yang besar, biasa dipakai untuk Saluran Buangan Air didalam rumah.
Ukuran Pipa Jenis D yang tersedia di pasaran antara lain: Diameter 6” = 6 inchi (6” ini adalah Ukuran Diameter Dalam Penampang Pipa); 5”; 4”; 3”; 2,5”; 2”; 1,5”; dan 1,25”.
3. Pipa dengan Kode C, Pipa ini paling tipis, saya tidak merekomendasikan untuk dipakai pada Instalasi Saluran Air pada Rumah anda, karena Jenis Pipa ini rentan dan gampang pecah.
Demikian informasi mengenai Pipa PVC yang sering dipakai dalam Pembanguna Rumah, semoga informasi ini dapat bermanfaat.
Advertisement
Komentar :
|
Rumah umumnya memiliki Kusen, Daun Pintu, dan Daun Jendela, yang berfungsi sebagai:
1. Sarana untuk akses Keluar dan Masuk Rumah (Pintu)
2. Sirkulasi Udara.
3. Pencahayaan Matahari.
4. Membuat Rumah tanpak lebih Indah dan Elegan.
Kusen, Pintu, dan Jendela ini ada dibuat pada dinding luar rumah. Ini menyebabkannya menjadi "bersentuhan langsung/tidak langsung" dengan Panas Matahari dan Air Hujan. Sehingga dibutuhkan Kusen dan Daun Jendela yang memiliki "kualitas kayu yang baik" agar dapat berusia panjang dan tahan lama.
Satu hal yang menjadi permasalahan sekarang ini adalah, Kayu Keras yang berkualitas Tinggi (Bahan Baku Kusen, Pintu, dan Jendela) relatif susah didapat. Sehingga harganya menjadi mahal dan pengadaannya-pun menjadi sulit (apalagi dalam jumlah yang banyak).
Hal inilah yang membuat munculnya Produk Alternatif untuk menggantikan Kusen, Pintu, dan Jendela berbahan Kayu ini. Produk Alternatif-nya antara lain adalah Kusen, Pintu, dan Jendela yang berbahan PVC/UPVC.
UPVC adalah suatu Material Turunan Plastik. Kepanjangan UPVC adalah Unplasticized Poly Vynil Chloride. Sifat bahan ini adalah material plastik yang diminimalkan sifat plastisnya sehingga bentuknya menjadi keras (berkurang kelenturannya). Bahan UPVC ini telah dicampur dengan komponen Anti UV (Ultra Violet), sebelum dibuat menjadi Kusen Pintu atau Jendela.
UPVC pertama kali digunakan adalah di daerah Barat (Eropa dan Amerika), tetapi sekarang telah meluas ke seluruh penjuru dunia. Pemakaian akhir-akhir ini juga dipicu oleh aksi Global Warming sehingga penggunaan Kayu sebagai Bahan Baku sangat dibatasi.
Kelebihan UPVC adalah:
1. Anti Rayap
2. Anti Karat
3. Anti Bocor
4. Anti Muai / Susut
5. Kedap Suara
6. Hemat Energi
7. Tahan Cuaca
8. Mudah Perawatan
Untuk Pemakaian di Indonesia UPVC sangat Dianjurkan karena:
1. Kayu mudah lapuk karena kelembaban yang tinggi.
2. Kayu mudah terserang rayap.
3. Kayu pasti akan mengalami muai susut sehingga perlu di rawat setiap tahun.
4. Kayu semakin hari semakin mahal.
5. Aluminium kurang kedap suara.
6. Aluminium kurang anti bocor.
Pada awalnya UPVC di Indonesia sudah tersedia sejak sebelum Krisis Ekonomi tahun 1997. Saat itu beberapa Merk yang menyediakan Produk UPVC ini mengimport dari Eropa, dimana harganya cukup tinggi sehingga hanya dipakai oleh "kalangan atas" saja. Lalu negara China kemudian ikut memproduksi Produk UPVC ini, dan memasarkannya ke berbagai negara (termasuk Indonesia) dengan harga yang jauh lebih murah, sehingga harganya lebih terjangkau.
Demikian informasi tentang Kusen, Pintu, dan Daun Jendela UPVC, semoga bermanfaat..
Advertisement
Komentar :
|
Dengan ukuran Kamar Mandi yang standard ini, tentu saja apabila Penghuni Rumah tersebut mandi, air percikan mandi akan mengenai Pintu Kamar Mandi. Sehingga Pintu Kamar Mandi akan sering Basah.
Apabila Daun Pintu Kamar Mandi tersebut menggunakan Pintu dari Kayu hal ini akan riskan sekali, karena Kayu pada umumnya akan rusak (cepat atau lambat) jika sering kena Air. Bisa saja Pintu Kayu ini diproteksi dengan Cat Minyak, tapi apabila cat minyak tersebut terkupas sedikit saja, akan menjadi jalan bagi Air untuk merusak Pintu Kamar Mandi tersebut.
Oleh sebab itu disini saya merekomendasikan untuk menggunakan Pintu Kamar Mandi yang terbuat dari Bahan PVC. Karena relatif lebih tahan kena Air dibandingkan Pintu Kayu. Alternatif lain adalah menggunakan Pintu Kamar Mandi yang terbuat dari Alumanium, namun harganya relatif lebih mahal dibanding Pintu PVC.
Advertisement
Komentar :










