Apa Ciri-ciri dan Perbedaan Keramik Lantai dan Keramik Dinding..?

Proyek Sipil | 02.41 |


Hak Cipta: Maaf... Artikel ini dibuat khusus untuk Pembaca Blog ini. Jika anda ingin memposting ulang pada Blog atau Website anda, silahkan ditulis ulang dengan Narasi dan Bahasa anda sendiri. Terima Kasih...
Advertisement

Jika kita perhatikan di sekitar kita, pada umumnya ada 3 Posisi Pasangan Keramik yang dilakukan pada sebuah Rumah atau Gedung, yaitu :
1.  Keramik yang dipasang di atas Lantai,
2.  Keramik yang dipasang pada Dinding, dan
3.  Keramik yang dipasang pada Langit-langit, seperti dibawah Plat Lantai Beton atau dibawah Plat Tangga Beton, seperti Gambar 1 dibawah ini, (walaupun Hal ini sangat jarang dilakukan).

(Gambar 1. Pemasangan Keramik dibawah Plat Lantai Beton)

Berdasarkan Kekuatannya, Keramik yang dibuat oleh Pabrik terdiri atas 2 jenis, yaitu :

1.  Keramik yang Tahan terhadap Tekanan, biasanya digunakan untuk Keramik Lantai
Yaitu Keramik yang (dalam keadaan terpasang) diperkirakan Kuat menahan Beban Manusia yang berjalan diatasnya, dan tahan terhadap Tekanan beban Furniture yang nantinya akan diletakkan diatasnya, seperti Meja, Kursi, Lemari, Tempat Tidur, Sofa, Rak, dan sebagainya.

Ciri-ciri umumnya adalah :
a.  Biasanya memiliki bidang (ukuran) Bujur Sangkar, seperti: 60x60 cm, 50x50 cm, 40x40 cm, 33,3x33,3 cm, 30x30 cm, 25x25 cm, 20x20 cm, dan sebagainya.
b.  Keramik ini Lebih Tebal dari Keramik yang biasa dipakai untuk Dinding.
c.  Permukaan Keramik ini ada 2 macam. Ada yang Permukaannya Halus, cocok dipakai untuk Lantai didalam Rumah. Dan ada yang Permukaannya Kasar, cocok dipakai untuk Lantai Kamar Mandi dan Lantai diluar Rumah yang sewaktu-waktu terkena Air.

2.  Keramik yang tidak Tahan terhadap Tekanan, biasanya digunakan untuk Keramik Dinding
Yaitu Keramik yang (dalam keadaan terpasang) diperkirakan Tidak Kuat menahan Beban Manusia yang berjalan diatasnya, dan Tidak Kuat menahan Tekanan beban Furniture yang nantinya akan diletakkan diatasnya, seperti Meja, Kursi, Lemari, Tempat Tidur, Sofa, Rak, dan sebagainya.

Ciri-ciri umumnya adalah :
a.  Biasanya memiliki bidang (ukuran) Persegi Panjang, seperti: 25x75 cm, 30x60 cm, 20x60 cm, 25x50 cm, 20x40 cm, 20x25 cm, dan sebagainya.
b.  Keramik ini Lebih Tipis dari Keramik yang biasa dipakai untuk Lantai.
c.  Keramik ini pada umumnya memiliki Permukaan yang Halus dan Mudah dibersihkan.

(Gambar 2. Keramik Dinding dan Keramik Lantai)

Berdasarkan Ciri-ciri diatas, kita bisa membedakan mana yang merupakan Keramik Lantai dan mana yang merupakan Keramik Dinding. Jika anda masih kurang yakin tentang Hal ini (pada saat membeli Keramik), anda bisa menanyakannya langsung pada Pihak Penjual yang berkompeten dalam hal tersebut.

Jika ditinjau dari segi Kekuatannya, Keramik Lantai bisa saja dipasang pada Dinding, dengan tetap memperhatikan dan menyesuaikan Motif (Corak) Keramik tersebut. Tapi Keramik Dinding sebaiknya tidak dipasang pada Lantai, karena kekuatannya tidak memadai untuk menahan beban jika dipasang pada Lantai.

Demikian tulisan sederhana saya kali ini.. Semoga bermanfaat..


Advertisement




Komentar :

Category: ,