Cara Membuat Beton dan Jenis Campuran Beton yang Buruk

Proyek Sipil | 03.00 |


Hak Cipta: Maaf... Artikel ini dibuat khusus untuk Pembaca Blog ini. Jika anda ingin memposting ulang pada Blog atau Website anda, silahkan ditulis ulang dengan Narasi dan Bahasa anda sendiri. Terima Kasih...
Advertisement

Pada umumnya Adukan Campuran Beton yang dipakai pada Proyek di Lapangan bersumber dari 2 macam, yaitu:

a.  Hasil Pencampuran Manual. 
Man Power (pekerja) langsung melakukan pencampuran (Semen, Pasir, Kerikil, dan Air) dengan menggunakan alat takar sederhana, seperti Ember atau Kotak Penakar. Contohnya: Pencampuran Semen, Pasir, dan Kerikil = 1:2:3, dengan ditambahkan Air secukupnya.





b.  Hasil Pencampuran Pabrikan (Batching Plan), biasa disebut dengan Beton Siap Pakai (Ready Mix)
Disini pihak Pelaksana Proyek langsung membeli Beton Siap Pakai (Ready Mix) dari Pabrik (produsen). Dengan Mobil Truk khusus, Ready Mix tersebut dibawa ke Lokasi proyek dan siap untuk diaplikasikan langsung di lapangan.



Ciri-ciri Campuran Beton yang Buruk antara lain:

1.  Beton yang mengalami Segregasi

Segregasi adalah: Pemisahan Agregat Kasar dari adukannya akibat campuran yang kurang baik.
Hal ini bisa disebabkan karena: Gradasi Agregat (Kerikil dan Pasir) yang kurang baik, Agregat halus terlalu sedikit, Campuran beton terlalu kering atau terlalu basah, Tinggi Jatuh pengecoran terlalu tinggi (maksimum tinggi jatuh adalah 1,5 meter), dan Penggunaan Alat Penggetar (Vibrator) yang terlalu lama

2.  Beton yang mengalami Bleeding

Bleeding adalah: Air Campuran Beton naik ke Permukaan Beton sesaat setelah beton selesai di cor dan partikel Agregat (Kerikil dan Pasir) turun ke bawah.
Hal ini bisa disebabkan karena: Campuran Beton yang terlalu banyak Air, yang bisa disebabkan oleh kesalahan Perencanaan atau Kesalahan Manusia di Lapangan.

3.  Beton yang mengalami Shrinkage

Shrinkage (Susut): adalah: Perubahan Volume Beton ke arah yang Lebih Kecil setelah Beton mengering, ini menyebabkan terjadinya retak pada beton.
Hal ini bisa disebabkan karena: Faktor Air Semen terlalu tinggi karena pemakaian semen terlalu banyak, Penggunaan Pasir yang terlalu banyak, Pengadukan yang kurang baik, dan Suhu yang terlalu panas.

4.  Bug Holes

Bug holes adalah: Rongga (lubang) kecil yang timbul pada Permukaan Beton yang sudah mengering.
Hal ini bisa disebabkan karena: Kurangnya material Pasir, terlalu banyak Kerikil. Juga karena proses Pemadatan yang kurang baik, sehinnga ada Udara yang terjebak didalam Beton. Pemadatan bisa dilakukan dengan Penusukan Campuran Beton pada saat Pengecoran, dan lebih baik lagi apabila menggunakan Mesin Vibrator.

Advertisement




Komentar :

Category: ,