Apa yang menyebabkan terjadinya Retak pada Pertemuan Kusen Kayu dan Plesteran..?

Proyek Sipil | 14.35 |


Hak Cipta: Maaf... Artikel ini dibuat khusus untuk Pembaca Blog ini. Jika anda ingin memposting ulang pada Blog atau Website anda, silahkan ditulis ulang dengan Narasi dan Bahasa anda sendiri. Terima Kasih...
Advertisement

Mungkin diantara kita sering melihat kejadian seperti ini, yaitu terjadinya Retakan (Celah) pada pertemuan Kusen Kayu dan Plesteran disebelahnya. Seperti Gambar dibawah ini.

(Retak terjadi pada Pertemuan Kusen Kayu dan Plesteran)

Retak ini sebenarnya lumrah terjadi, penyebabnya karena 2 hal dibawah ini :

1.  Bahan Plesteran (Mortar yang terdiri dari Semen dan Pasir) bagaimanapun tidak akan bisa mengikat pada Kusen Kayu disebelahnya. Karena Semen yang biasa dipakai untuk Pasangan Bata dan Plesteran tidak memiliki karakteristik dapat merekatkan Pasir pada Kayu, tapi hanya bisa merekatkan sesama Material Pasir, Kerikil, Batubata, Batako, dan Produk lain yang terbuat dari Agregat.

2.  Retak terjadi karena adanya Penyusutan Volume pada Plesteran dan Kusen Kayu, sehingga Plesteran dan Kusen Kayu menjadi terpisah dan timbul celah diantaranya. Celah ini yang biasa kita sebut dengan Retakan.

Catatan:
Semakin besar Penyusutan Volume pada Kusen Kayu dan Plesteran, maka semakin besar pula Retakan (Celah) yang timbul, demikian pula sebaliknya.

Penyusutan Volume pada Kusen Kayu dan Plesteran ini juga lumrah terjadi, karena :

1.  Plesteran terdiri dari campuran Semen, Pasir, dan Air, yang dalam keadaan basah disebut Mortar. Setelah Mortar diaplikasikan menjadi sebuah Plesteran dan mengering, Kadar Air didalam Mortar akan hilang. Hal ini-lah yang membuat terjadinya Penyusutan Volume pada Plesteran tersebut. Semakin kering Plesteran tersebut, maka semakin besar Penyusutan yang terjadi. 

2.  Dalam pembuatan Kusen Kayu, bisa saja Produsen menggunakan bahan baku Kayu yang masih memiliki Kadar Air. Semakin tinggi Kadar Air awal bahan baku-nya, maka akan semakin tinggi pula Penyusutan Volume yang dialami Kusen Kayu tersebut nanti (setelah dipergunakan).

3.  Walaupun Kusen dibuat menggunakan bahan baku Kayu yang telah di-oven untuk menghilangkan Kadar Air-nya, belum tentu Kadar Air tersebut hilang seluruhya (hilang 100 %). Mungkin masih tersisa Kadar Air beberapa persen, yang akan benar-benar hilang setelah sekian lama terpasang pada Rumah.

Catatan:
Penyusutan terjadi karena berkurangnya Kadar Air, dan akan lebih besar terjadi pada Kusen Kayu dan Plesteran yang sering mendapat Sinar Matahari langsung, dan lebih kecil terjadi pada Kusen Kayu dan Plesteran yang tidak terkena Sinar Matahari langsung.

Apa dampak terjadinya Retak ini pada Rumah..? dan Bagaimana Cara Memperbaikinya..? Bisa dilihat DISINI.

Semoga tulisan ini bermanfaat..


Advertisement




Komentar :

Category: , ,