Produk Aluminium Composit Panel (ACP) yang dijual oleh Vendor biasanya berupa Lembaran, seperti tampak pada Gambar dibawah ini. ACP ini terdiri dari beberapa lapisan Bahan (material) yang berbeda-beda yang kemudian disatukan menjadi sebuah Lembaran. 

ACP memiliki variasi Warna dan Ukuran yang berbeda-beda. Ukuran Lembaran ACP standard adalah, Panjang = 244 cm, dan Lebar = 122 cm. Untuk ketersedian Ukuran lainnya dan Warna, silahkan ditanyakan langsung pada Vendor-nya masing-masing.


ACP harus dipasang pada Konstruksi Rangka Dudukan yang benar-benar kuat dan kokoh, yang dapat menahan berat sendiri Rangka Dudukan tersebut, berat ACP setelah terpasang, dan tahan terhadap kondisi Angin, Suhu, Cuaca dan sebagainya, dalam Jangka Waktu yang lama.

Sebelum Lembaran ACP diatas dipasang pada Konstruksi Rangka Dudukan-nya, Lembaran ACP tersebut harus dibentuk (difabrikasi) terlebih dahulu seperti gambar dibawah ini.


Peralatan dan Material yang diperlukan untuk Fabrikasi ACP :

1.  Lembaran Alumanium Composit Panel (ACP) yang akan difabrikasi.
2.  Meja Kerja
yang Rata dan Permukaan-nya dan tidak kasar, sehingga Lembaran ACP tidak tergores atau rusak pada saat diletakkan pada Meja tersebut (pada saat proses fabrikasi).
3.  Spidol.
4.  Alat Ukur (Meteran).
5.  Penggaris.
6.  Mesin Potong dan Mata Pisau Potong untuk Alumanium Composit Panel. Seperti Gambar dibawah ini.


7.  Mesin Router dan Mata Pisau Router untuk Alumanium Composit Panel, ukuran mata pisau adalah 90 derjat. Seperti Gambar dibawah ini.



8.  Gunting Plat Alumanium, untuk memotong bagian-bagian yang kecil pada Lembaran ACP.



9.  Mesin Bor dan Mata Bor Logam. Ukuran Diameter Mata Bor disesuaikan dengan Ukuran Diameter Kepala Paku Rivert yang akan digunakan. Seperti Gambar dibawah ini.


10.  Tang Rivert dan Paku Rivert. Sepeerti Gambar dibawah ini.


11.  Siku Alumanium, seperti Gambar dibawah ini. Nantinya akan dibuat menjadi Bracket.





Advertisement




Komentar :
Tujuan penggunaan Alat Berat pada Proyek Konstruksi adalah untuk:
     -  Memudahkan pelaksanaan pekerjaan
     -  Mempercepat waktu pelaksanan pekerjaan

Alat Berat yang sering dipakai pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi antara lain adalah:

1.  Excavator
Excavator adalah Alat Berat yang memiliki multi fungsi, alat ini dapat digunakan untuk memindahkan bahan/barang (dalam jarak dekat), menggali tanah, memotong tanah, dan memuat tanah kedalam Dump-Truck.







2.  Tower Crane (TC)
Tower Crane adalah Alat Berat yang berfungsi untuk memindahkan Bahan/Barang (dalam menengah), juga dapat memindahkan secara Vertikal (dari bawah ke atas, atau sebaliknya). Alat ini biasanya direncanakan agar mampu menjangkau seluruh area proyek, sehingga bisa meng-cover seluruh proses pemindahan bahan/barang.

Alat berat ini menyerupai menara dengan lengan memanjang yang dapat berputar 360 derajat. Lengan tower crane ini dilengkapi dengan katrol yang dapat bergerak sejajar dan memiliki panjang sepanjang lengan  tower crane. Kapasitas (kemampuan daya angkat) Tower Crane ini berbeda-beda, biasa ditandai dengan satuan Ton pada Ujung Lengan Tower Crane tersebut, misalnya 1,3 ton atau 1,5 ton pada ujung lengan.

3.  Passenger Hoist (Lift untuk manusia dan barang)
Di dalam proyek, pekerja dapat menggunakan Passenger Hoist untuk naik atau turun ke setiap lantai yang berbeda. Selain untuk para pekerja alat ini juga dapat digunakan untuk mengangkat bahan dan alat-alat yang ringan, seperti Pipa, dan bahan/alat kerja ringan lainnya.

Kapasitas/kemampuan Passanger Hoist ini juga berbeda-beda, ada kapasitas untuk 15 Orang = 1000 kg, ada untuk 20 orang, dan lain-lain.       



4.  Dump Truck
Dump truck adalah Mobil Truk Besar yang dilengkapi dengan bak besar sebagai tempat muatan, bak ini dilengkapi dengan hidrolik untuk mengangkat bak tersebut (menuang muatan yang dibawanya).

Alat ini biasanya digunakan untuk mengangkut tanah galian atau bahan-bahan bangunan, seperti kerikil, pasir dan lainnya, dari satu tempat ke tempat lain.




Demikianlah Alat Berat yang sering dipakai dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat.


Advertisement




Komentar :
        Test Sondir Tanah dilaksanakan untuk mengetahui Kekuatan Daya Dukung Tanah. Ada 2 data yang dapat diketahui dalam test ini, yaitu "Perlawanan Penetrasi Konus" dan "Hambatan Lekat tanah".

        Perlawanan Penetrasi Konus adalah perlawanan tanah terhadap ujung konus alat Sondir tersebut yang dinyatakan dalam Gaya per-Satuan Luas (kg/cm2).
        Hambatan Lekat adalah Perlawanan Geser tanah terhadap Selubung Bikonus dalam Gaya per-Satuan Luas (kg/cm2).

        Data yang didapat dari Test Sondir Tanah ini sangat berguna untuk Perencanaan Pondasi suatu Rumah, Gedung, Pabrik, dan Bangunan Konstruksi Berat Lainnya. Dengan adanya data ini kita dapat menentukan jenis Pondasi yang Kuat dan Ekonomis terhadap bangunan diatasnya.

        Jenis Tanah itu berbeda, lapisan tanah juga berbeda-beda. Bisa saja tanah yang kita anggap keras (dilihat dari Permukaannya) rupanya memiliki Daya Dukung yang Kecil pada lapisan bawahnya.
Sehingga apabila kita letakkan Pondasi di lapisan tanah (lunak) tersebut, bisa saja akan terjadi Penurunan Pondasi yang "besar" sehingga membahayakan Bangunan diatasnya.

        Hal ini tentu bisa membahayakan bagi struktur bangunan itu sendiri bahkan juga terhadap manusia yang akan beraktifitas dalam bangunan tersebut. Dengan alat yang cukup sederhana ini, secara tidak langsung kita bisa mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan tersebut.

        Demikian sekilas info singkat tentan Alat Sondir Tanah dan Manfaatnya bagi Kekuatan Pondasi suatu Bangunan. Bagaimana Teknis Kerja Pelaksaan kegiatan Sondir akan saya tulis pada kesempatan akan datang.

Advertisement




Komentar :