|
Area tersebut ada bentuknya yang sederhana, seperti Segi Empat, Segitiga, Lingkaran, Trapesium, dan lain-lain, yang Rumus Perhitungannya sudah sejak lama kita ketahui.
Tapi ada juga Area yang bentuknya tidak beraturan, seperti Gambar Polygon Tertutup dibawah ini. Yang terdiri dari Garis yang tidak beraturan, yang menghubungkan titik 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 seperti Gambar dibawah ini. Area ini menjadi Contoh Perhitungan pada tulisan saya kali ini.
![]() |
| (Gambar : Polygon Tertutup - Segi 6) |
Perhitungan Luas Polygon :
1. Rumus untuk menghitung Luas Polygon adalah :
Keterangan :
Ap = Luas Polygon
X = Koordinat sebuah titik, jika ditinjau dari Sumbu X
Y = Koordinat sebuah titik, jika ditinjau dari Sumbu Y
Titik 1, koordinatnya adalah (X1,Y1) = (4,0), maka X1 = 4 dan Y1 = 0
Titik 2, koordinatnya adalah (X2,Y2) = (5,1), maka X2 = 5 dan Y2 = 1
Titik 3, koordinatnya adalah (X3,Y3) = (8,2), maka X3 = 8 dan Y3 = 2
Titik 4, koordinatnya adalah (X4,Y4) = (6,4), maka X4 = 6 dan Y4 = 4
Titik 5, koordinatnya adalah (X5,Y5) = (3,4), maka X5 = 3 dan Y5 = 4
Titik 6, koordinatnya adalah (X6,Y6) = (1,3), maka X6 = 1 dan Y6 = 3
Titik 7, koordinatnya adalah (X7,Y7) = (2,1), maka X7 = 2 dan Y7 = 1
3. Luas Polygon adalah :
Ap = ((X1.Y2-X2.Y1)+(X2.Y3-X3.Y2)+(X3.Y4-X4.Y3)+(X4.Y5-X5.Y4)+(X5.Y6-X6.Y5)+(X6.Y7-X7.Y6)+(X7.Y1-X1.Y7)) : 2
Ap = ((4x1-5x0)+(5x2-8x1)+(8x4-6x2)+(6x4-3x4)+(3x3-1x4)+(1x1-2x3)+(2x0-4x1)) : 2
Ap = (4+2+20+12+5-5-4) : 2
Ap = 34 : 2
Ap = 17 m2 (meter-persegi)
4. Perhitungan Luas Polygon selesai, semoga tulisan ini berguna...
Advertisement
Komentar :
Time Schedule (skedul) Proyek adalah Rencana Waktu yang telah ditetapkan dalam Pelaksanaan Pekerjaan Proyek, meliputi semua Item Pekerjaan yang ada.
Time Schedule ini menerangkan kapan Waktu Dimulai pekerjaan, Lama Waktu pekerjaan (durasi), dan Waktu Selesai pekerjaan. Baik untuk pekerjaan pembuatan Rumah, Gedung, Kantor, Jalan Raya, Jembatan, dan semua Konstruksi Bangunan Sipil lainnya.
Time Schedule biasanya dibuat dalam bentuk Bar Chart dan Network Planning. Saat ini bentuk Bar Chart sangat sering digunakan dalam Penyajian Data Time Schedule. Karena bentuk ini memudahkan kita dalam kegiatan selanjutnya, yaitu membuat Kurva S.
Guna dan Tujuan pembuatan Time Schedule dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi :
1. Untuk mengetahui Kapan dimulainya suatu Item Pekerjaan, lama pekerjaan, dan rencana selesainya.
2. Sebagai Pedoman untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (Man Power), sesuai dengan Waktunya.
3. Sebagai Pedoman untuk mempersiapkan Material Pekerjaan, sesuai dengan Waktunya.
4. Sebagai Pedoman untuk penyediaan Alat-alat Kerja, sesuai dengan Waktunya.
5. Sebagai Sumber Data untuk memantau Kecepatan atau Keterlambatan Progress dari Item Pekerjaan, sehingga bisa dilakukan Koreksi di Lapangan untuk Mempercepat Pekerjaan tersebut.
6. dll.. (mungkin anda bisa menambahkannya pada Kolom Komentar dibawah...)
Time Schedule bisa dibuat dalam bentuk Harian, Mingguan, dan Bulanan. Hal ini tergantung pada lamanya Waktu Rencana Total Pelaksanaan sebuah pekerjaan proyek.
Misalnya untuk Pekerjaan yang Durasi-nya 2 Minggu sampai 1 bulan, akan cocok jika dibuat Time Schedule Harian. Untuk Pekerjaan yang Durasi-nya 2 bulan sampai 1 tahun, bisa dibuat Time Schedule Mingguan. Dan untuk Pekerjaan yang Durasi-nya Lebih Lama, bisa dibuat Time Schedule Bulanan. Ini bisa dibuat bervariasi, tergantung dari Kebutuhan Kelengkapan Data yang kita inginkan.
Advertisement
Komentar :
|
Dan syukurnya... Kerjaan tersebut udah beres semua saat ini... Jadi bisa nulis lagi...
Tulisan saya kali ini tentang Pemasangan Pipa Distribusi untuk Perumahan. Pipa Distribusi disini maksudnya adalah Pipa Induk Air Bersih yang terpasang pada Area Kompleks Perumahan. Jadi Biaya Pemasangan Pipa Distribusi ini pada prinsipnya menjadi tanggung jawab Developer/Pengembang (pihak yang membuat Kompleks Perumahan), baik itu Bahan dan Upah Pemasangannya. Namun Pelaksanaan Pemasangannya biasanya dilakukan oleh Pihak PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum).
Pipa Distribusi ini dipasang dengan cara menyambungkan "Pipa Distribusi Kompleks Perumahan" dengan Pipa Induk PAM (Perusahaan Air Minum) yang terdekat. Pihak PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) akan merencanakan jalur pemasangan ini, dengan melihat kondisi Lapangan yang ada dan menentukan Titik Sambungannya. Dan kemudian mengirimkan "Man Power/Pekerja dan Bahan Pipa" untuk melaksanakan Pemasangan Pipa Disribusi pada Kompleks Perumahan kita tersebut.
Sebelum Pemasangan Pipa Distribusi ini dilaksanakan, tentu saja kita (sebagai Developer/Pengembang) harus mengajukan "Surat Permohonan Pemasangan Pipa Distribusi" kepada PDAM dan melengkapi syarat-syarat Administrasi yang ada.
Beberapa bulan yang lalu pada saat saya mengajukan Pemasangan Pipa Distribusi kepada Pimpinan PDAM setempat, adapun Syarat Administrasinya antara lain:
1. Saya mengirimkan Surat Permohonan kepada Pimpinan PDAM setempat,
2. Dilengkapi dengan Fotokopi KTP Pemohon,
3. Denah Kompleks Perumahan yang sedang saya bangun.
Setelah ketiga hal diatas saya berikan pada Pihak PDAM, mereka kemudian mempelajarinya. Dan dalam beberapa hari kemudian akhirnya Permohonan saya disetujui. Pihak PDAM mencantumkan Rincian dan Total Biaya Pemasangan Pipa Distribusi tersebut, lalu saya diperkenankan membayar Total Biaya tersebut pada Bendahara PDAM.
Setelah Biaya Pemasangan Pipa Distribusi ini saya bayar lunas, selanjutnya saya tinggal menunggu Pelaksanaan Pemasangan Pipa Distribusi ini dilaksanakan.
Demikian tulisan tentang Pipa Distribusi ini, semoga bermanfaat bagi Pembaca... Pada kesempatan berikut saya akan nulis tentang Teknis Pemasangan Pipa Distribusi ini, berikut dengan Foto-fotonya.
Advertisement
Komentar :
|
Pekerjaan Persiapan yang harus dilakukan antara lain sebagai berikut:
1. Melakukan survey ke lokasi Tanah tempat bangunan akan didirikan
Mengukur Tanah tersebut sehingga dapat diketahui Lebar, Panjang, dan Bentuknya secara Detail. Juga mengukur tinggi rata-rata permukaan Tanah tersebut apabila dibandingkan dengan ketinggian Jalan Raya didepan tanah tersebut.
2. Melakukan Test Sondir terhadap Tanah
Tujuannya agar dapat diketahui Kekuatan Daya Dukung Tanah yang ada, sehingga dapat didisain Pondasi yang cocok nantinya.
3. Membuat Disain Perencanaan Gambar (Gambar Beztek)
Gambar Rencana yang dibuat disesuaikan dengan data dari Hasil Survey (poin 1) sehingga tidak meleset ukurannya dari Situasi Tanah sebenarnya di lapangan, dan data Hasil Test Sondir Tanah (poin 2) supaya dapat didisain Pondasi Rumah atau Gedung yang kuat konstruksinya.
4. Membuat Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Data ini cukup penting agar kita dapat melakukan Estimasi Total Biaya yang diperlukan untuk penyelesaian pembangunan Rumah atau Gedung tersebut. Dengan adanya data ini, kita dapat menyesuaikannya dengan Budget yang kita miliki. Bahkan dapat melakukan efisiensi penghematan jika diperlukan.
5. Mencari dan menghubungi Supplier Toko Penyedia Bahan Bangunan
Untuk dapat mensupplai kebutuhan Bahan Bangunan yang nanti akan diperlukan, seperti: Semen, Pasi, Kerikil, Besi, Kusen, Pintu, Atap, dan lain-lain.
6. Mencari jasa Pekerja Pembangunan Rumah atau Gedung tersebut (man-power/pekerja)
Pekerja yang akan melakukan kegiatan Pembangunan ini sebaiknya dipilih yang berdedikasi baik dan berpengalaman dalam bidangnya, sehingga mutu pelaksanaan yang dihasilkan akan bagus nantinya.
7. Mencari dan memakai jasa seorang Tenaga Ahli Teknik Sipil
Sebaiknya yang berpengalaman dan berdedikasi baik untuk melakukan kegiatan Controlling (pengawasan) dan mengarahkan Man-Power untuk dapat bekerja dengan baik sebagaimana mestinya.
Demikian pekerjaan persiapan sebelum melaksanakan Pembangunan Rumah atau Gedung yang dapat saya sampaikan disini, jika ada masukan dapat kita diskusikan di kolom komentar dibawah ya... Terima kasih...
Untuk Informasi lanjutan tentang Pekerjaan Persiapan di Lapangan (lokasi Proyek Pembangunan) akan saya posting akan datang.
Advertisement
Komentar :
|
Pada Bowplank ini juga dapat dibuat ukuran tinggi lantai rumah (elevasi Rumah) dari Permukaan Jalan, yaitu dengan cara mengatur ketinggian Bowplank itu sendiri dari Permukaan Jalan Raya. Dapat kita lihat sepeti gambar diatas.
Adapun syarat-syarat memasang bouwplank yang baik adalah:
1. Kedudukan Patoknya harus kuat dan tidak mudah goyah,
2. Berjarak cukup dari rencana galian, diusahakan bowplank tidak goyang pada saat pelaksanaan
galian pondasi,
3. Terdapat titik atau dibuat tanda-tanda, yaitu menggunakan Paku dan Cat sebagai tanda,
4. Sisi atas bowplank harus terletak satu bidang rata (horizontal) dengan papan bowplank lainnya,
5. Letak kedudukan bowplank harus seragam (menghadap kedalam bangunan semua)
6. Garis benang bowplank merupakan As (garis tengah) daripada Pondasi dan Dinding batubata.
Contoh lain Gambar Pemasangan Bowplank:
Advertisement
Komentar :


