Atap Limasan terkadang disebut juga Atap Limas, Atap Perisai, dan terkadang Atap Rabung Lima (5), karena pada Atap Jenis ini diatasnya terdapat 5 baris Rabung.

Cara Disain Atap Rumah bentuk Limasan :

1.  Sediakan Gambar Denah Rumah yang hendak dipasang Atap, misalnya seperti Gambar DENAH LANTAI rumah dibawah ini.

2.  Rencanakan lebar Overhang (Overstek atau Gimbal) Atap. Yaitu jarak antara (As) Dinding Luar dan Ujung Atap, misalnya = 90 cm (overhang = 90 cm). Overhang adalah bagian yang diarsir warna HIJAU, seperti terlihat pada Gambar dibawah ini.

Catatan: Overhang atau Overstek pada sebuah Bangunan adalah bagian dari Bangunan atau Konstruksi yang menggantung tanpa disangga oleh Kolom atau Dinding pada bagian bawahnya, yang berguna untuk melindungi Dinding, Kusen, Daun Pintu, Daun Jendela, dari Air Hujan dan Panas sinar Matahari.

(Gambar Denah Lantai dan Denah Atap Rumah)

3.  Rencanakan Bentuk Atap Rumah.
Bentuk Denah Rumah diatas adalah Persegi Panjang (Lebar = 7m dan Panjang = 10m). Bentuk Atap yang ideal untuk diterapkan pada Denah Rumah seperti ini adalah bentuk Limasan (atau Perisai atau Rabung 5), agar Dinding Bata, Kusen, Daun Pintu, dan Daun Jendela yang berada disekeliling Rumah dapan terlindungi.

Kita bisa saja merencanakan Bentuk Atap Rumah model lain untuk diterapkan pada Denah diatas, tapi pada contoh kali ini saya hanya membahas Cara Disain (merencanakan) Atap Rumah yang bentuknya Limasan (atau Perisai atau Rabung 5).

4.  Rencanakan Rabung.
Pada Gambar Denah Atap diatas, Rabung no. 1, 2, 4, dan 5 dibentuk agar membentuk Sudut 45 derajat dari Dinding Rumah (45 derajat dari garis Vertikal dan garis Horizontal). Lalu hubungkan ke-4 Rabung tersebut dengan Rabung No. 3.

5.  Tentukan Sudut Kemiringan Atap.
Nilai sudut Kemiringan Atap diukur dalam satuan Derajat (degree). Yaitu besarnya Sudut yang terbentuk dari Garis Horizontal dan Garis Kemiringan Atap itu sendiri (lihat Gambar Tampak Depan dan Tampak Samping Atap Rumah dibawah ini).

(Gambar Denah Atap dan Perspektif Atap Rumah)

Pada Gambar Tampak Depan dibawah ini, terlihat Sudut Kemiringan Atap adalah 30 derajat. Dan pada Gambar Tampak Samping dibawah ini, terlihat Sudut Kemiringan Atap adalah 30 derajat juga.

(Gambar Tampak Depan dan Tampak Samping Atap Rumah)

Sudut Kemiringan Atap ini tidak harus 30 derajat. Selama masih dalam Range Besaran Sudut Kemiringan yang dianjurkan oleh Pabrik atau Vendor suatu Jenis Atap, kita bisa saja menerapkan Range (Batasan) yang dianjurkan tersebut.

Untuk mengetahui nilai Range ini sebaiknya ditanyakan langsung pada Pabrik atau Vendor jenis Atap yang hendak kita gunakan. Biasanya Sudut Kemiringan untuk Atap Genteng Metal = minimal 12 derajat, dan Sudut Kemiringan untuk Atap Onduline = diatas 15 derajat.

6.  Perencanaan Atap Limasan pada Denah Rumah diatas selesai. Selanjutnya saya akan menulis tentang Cara Menghitung Kebutuhan Genteng Metal pada Atap Rumah bentuk Limasan ini.



Advertisement




Komentar :

Dalam merancang Ukuran Tangga, ada 4 hal penting yang harus kita tentukan, yaitu:
1.  Lebar Tangga
2.  Optrade (Tinggi Anak Tangga)
3.  Aantrade (Lebar Anak Tangga)
4.  Bordes

1.  Cara Menentukan Lebar Tangga


Lebar Tangga ditentukan dengan Menyesuaikan Jumlah Orang (Pengguna Tangga tsb.) yang akan melintas Tangga tersebut nantinya secara bersamaan.
Misalnya:
a.  Jika Pengguna Tangga dominan 1 orang, buat lebar tangga 70cm sampai 90cm..
b.  Jika Pengguna Tangga 2 orang (2 orang berselisih), buat lebar tangga 120cm sampai 150cm.
c.  Jika Pengguna Tangga 3 orang atau lebih (massal), buat lebar tangga 180cm atau lebih.

Catatan: Terkadang (dalam menentukan Lebar Tangga) kita juga harus memperhitungkan mobilitas Barang yang nantinya akan melalui Tangga tersebut (seperti Lemari, Tempat Tidur, Meja, dsb.)

2.  Cara Menentukan Optrade (Tinggi Anak Tangga)


Optrade (Tinggi Anak Tangga) ditentukan dengan melihat Faktor Kenyamanan Pengguna Tangga (manusia) dalam melangkah Naik atau Turun pada tangga tersebut.

Bisa saja Manusia tsb. masih Anak Kecil, Remaja, atau Dewasa, yang memiliki Tinggi Badan dan Jangkauan Panjang Kaki yang berbeda-beda. Jadi Tinggi Optrade yang nyaman adalah Relatif.

Jadi dalam menentukan Optrade ini diambil patokan nyamannya adalah antara 15cm s/d 19cm. Ukuran ini nyaman untuk Remaja atau Orang Dewasa yang tinggi Badannya 150cm atau lebih.
Saran saya (Penulis), Tinggi Optrade maksimal adalah 19cm, jangan lebih.

3.  Cara Menentukan Aantrade (Lebar Anak Tangga)


Aantrade (Lebar Anak Tangga) adalah Bidang (lebar) Anak Tangga yang dipijak Tapak Kaki dalam melangkah Naik atau Turun. Jadi dalam menentukan Lebar Aantrade ini, kita harus menyesuaikannya dengan Panjang Tapak Kaki itu sendiri.

Lebar Aantrade yang nyaman untuk orang Indonesia (Asia), adalah seperti berikut:
a.  Untuk Rumah Pribadi, buat lebar Aantrade minimal 27cm, idealnya antara 27cm s/d 30cm.
b.  Untuk Gedung Umum, buat lebar Aantrade minimal 30cm, idealnya antara 30cm s/d 35cm.

4.  Cara Menentukan Bordes


Bordes adalah bagian dari Tangga yang berfungsi sebagai Area Jeda di tangga, berupa Pelat Datar diantara Anak Tangga sebagai tempat beristirahat sejenak. Panjangnya bisa 80cm, 100cm, 120cm, dsb. (disesuaikan dengan kebutuhan Berdiri Sejenak, Seni Arsitektur, dan Space yang ada).

Bordes bisa dibuat pada bagian sudut tempat peralihan arah tangga yang berbelok (Tangga L), atau Tangga Lurus seperti Gambar diatas.

Posisi Bordes yang baik adalah "Meletakkan Posisi Bordes pada bagian Tengah dari Semua Jumlah Anak Tangga yang ada, misalnya:
a.  Jika jumlah Anak Tangga adalah 20, maka Bordes bisa dibuat pada Anak Tangga ke 10.
b.  Jika jumlah Anak Tangga adalah 24, maka Bordes bisa dibuat pada Anak Tangga ke 12.

Namun "Posisi Tengah" ini tidak mengikat, bisa saja dibuat lebih naik atau lebih turun dari pembagian Poin a. atau atau Poin b. tersebut.

Selesai.. Semoga tulisan ini bermanfaat..


Advertisement




Komentar :


Menurut saya AutoCAD adalah Software Wajib yang harus digunakan dalam Perencanaan (disain) Rumah, Gedung, dan banyak Fitur bangunan Sipil lainnya, karena:

1.  Hasil Produk Gambar boleh dikatakan sangat memuaskan (apabila kita menggunakan nya dengan baik).

2.  Tingkat ketelitian Gambarnya Tinggi (akurat).

3.  Produk Gambar berupa File (yang bisa diperbanyak dengan mudah).

4.  Produk Gambarnya mudah di Edit kembali apabila ada kesalahan, karena berupa File.

5.  Proses menggambarnya tidak menguras banyak Energi, dengan menggunakan Computer tanpa harus menggunakan Meja Gambar dan Rapido (Rotring, Steadler, Fiber Castle, dan lain-lain).

6.  Bisa di Cetak dalam Skala Gambar yang berbeda-beda, apabila menggunakan Ukuran Kertas yang berbeda-beda.

7.  Dapat menciptakan Gambar 3 Dimensi dengan Skala Gambar yang akurat, bahkan dapat dikembangkan menjadi lebih Real lagi (misalnya untuk membuat Brosur) dengan bantuan software 3DMax dan Photoshop.

Demikian beberapa keunggulan AutoCAD dibandingkan menggambar dengan cara manual menggunakan Rapido (tentu saja masih banyak lagi keunggulan lainnya). Karena itu dia layak menjadi Software Standard dalam aplikasi membuat Gambar Rumah dan Gedung.

Sampai saat ini Software AutoCAD ini terus berkembang, selalu membuat versi terbarunya hampir setiap Tahun. Saat ini telah ada AutoCAD realese 2013, bahkan AotoCAD 2014 juga telah dirilis.

Untuk mendapatkan Software ini sepertinya cukup mudah, bisa dibeli di Toko penjualan CD Software yang berada di kota anda, atau dibeli pada situs resmi nya Autodesk Disini.

Untuk mendapatkan versi Gratis nya (for Students dan Teachers), anda dapat Download secara Gratis Disini, karena versi ini memang disediakan gratis oleh Autodesk untuk proses Belajar dan Mengajar, tentu saja dengan terlebih dahulu melakukan Registrasi.






Komentar :

Tahapan Instruksinya :

1.  Buat terlebih dahulu Gambar Benda 3 Dimensi (3D) dengan menggunakan Program AutoCAD, misalnya seperti gambar di bawah ini.

(Gambar AutoCAD sebelum di Render)
2.  Render Gambar Benda 3D tersebut, sehingga hasilnya seperti dibawah ini.

(Gambar AutoCAD setelah di Render)

3.  Ketik perintah Saveimg pada Kotak Perintah Command Prompt, maka akan muncul Menu seperti dibawah ini. Disini kita bisa menyimpan file bitmap atau JPG hasil renderan. untuk pemilihan Jenis File Output. Selain format JPG kita juga bisa menyimpan dengan format lainnya seperti BMP, TIF, PNG dan yang lainnya. Setelah itu klik Save untuk menyimpan Gambar tersebut.

(Pilihan Format Gambar Output)

4.  Lalu akan muncul menu Pilihan (Options) baru. Di sini kita bisa mengatur kualitas Hasil Render, baik itu berdasarkan Kualitas (Quality) atau Besar File nya (File Size) nya. Semakin Baik hasil gambar yang kita inginkan, maka Besar File nya akan semakin besar, begitu pula sebaliknya.

(Pilihan Kualitas Gambar Output)
5.  Selesai.

Semoga artikel yang singkat ini berguna...

Advertisement




Komentar :
Sebenarnya banyak sekali tulisan tentang Tips Penggunaan Sofware AutoCAD ini (Cara dan Pedoman nya), sejak mulai versi terdahulunya (Realese12, 13, 14, 2000, 2002, 2004, 2006, 2007, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, dan sebagainya).

Tulisan ini banyak berbentuk Buku (yang dapat kita jumpai pada Toko Buku), dan banyak pula yang berbentuk File yang banyak di Upload ke internet (seperti yang saya dapat dan posting kembali dibawah)

Sudah sewajarnya Saya (kita) mengucapkan Terima kasih bagi para Penulis Tutorial AutoCAD ini, yang meng-Upload nya ke Internet sehinnga bisa kita download dan kita pelajari.

Silahkan Download beberapa Tutorial dalam menggunakan Program AutoCAD 2007 dibawah ini

1.  AutoCAD 2007 Basic Tutorial 2D (Bahasa Indonesia, 22 halaman)
Daftar isinya:
a.  Part 1 :  Pengenalan AutoCAD
b.  Part 2 :  Perintah Gambar AutoCAD
c.  Part 3 :  Let's Drawing AutoCAD
d.  Part 4 :  Menggambar Rumah Sederhana
Ingin memiliki Tutorial ini, silahkan Download Disini


2.  Panduan Dasar AutoCAD 2007 (Bahasa Indonesia, 27 halaman)
Daftar isinya:
-  Bab 1 :  Pendahuluan
-  Bab 2 :  Konsep Dasar Penggunaan AutoCAD
-  Bab 3 :  Perintah Menggambar
-  Bab 4 :  Pengeditan Gambar
-  Bab 5 :  Pengaturan Tampilan Gambar
-  Bab 6 :  Membuat Layer
-  Bab 7 :  Text dan Dimensi
-  Bab 8 :  Mencetak Gambar
Ingin memiliki Tutorial ini, silahkan Download Disini

3.  X-ref System AutoCAD 2007 (Bahasa Indonesia, 113 halaman)
Daftar isinya:
-  Bab 1 :  Pengantar
-  Bab 2 :  Pendahuluan
-  Bab 3 :  Input X-ref
-  Bab 4 :  Menggambar Dua Dimensi
-  Bab 5 :  Layout Setting
Ingin memiliki Tutorial ini, silahkan Download Disini

4.  AutoCAD 2007 3D Tutorial (Bahasa Inggris, 200 halaman)
Daftar isinya:
-  Chapter 1 :  3D Interface
-  Chapter 2 :  Thickness and Elevation
-  Chapter 3 :  Visualizing Your Model
-  Chapter 4 :  Z Coordinates
-  Chapter 5 :  User Coordinate System
-  Chapter 6 :  3D Orbit
-  Chapter 7 :  3D Navigation
-  Chapter 8 :  3D Model Objects
-  Chapter 9 :  2D Solids and 3D Faces
-  Chapter 10:  Basic 3D Surfaces
-  Chapter 11:  Complex Surfaces
-  Chapter 12:  Creating Solids
-  Chapter 13:  3D Edits
-  Chapter 14:  Solid Composites
-  Chapter 15:  Modifiying Solid Faces
-  Chapter 16:  Editing Solid
-  Chapter 17:  Sections from 3D Models
-  Chapter 18:  Introduction to Rendering
-  Chapter 19:  Materials
-  Chapter 20:  Lights
-  Chapter 21:  Advance Render Commands
-  Chapter 22:  Render Environments and Background
Ingin memiliki Tutorial ini, silahkan Download Disini

Advertisement




Komentar :
Mini CAD Viewer adalah Software Gratis Sederhana yang digunakan untuk Membuka/Melihat file Gambar produk AutoCAD. Software ini mendukung format DWG, DXF. Dengan software ini kita dapat melakukan Penyimpanan (Save) Gambar Produk AutoCAD menjadi format Image (jpeg dan bmp), berfungsi mirip sebagai converter yang mampu meng-convert file AutoCAD (dwg) menjadi file Gambar (jpeg dan bmp).

Software ini dirancang untuk mudah digunakan, bahkan bagi mereka yang belum memiliki pengalaman dengan Software AutoCAD sekalipun. Dengan menggunakan software ini kita akan lebih mudah untuk melakukan Zoom in-out (memperbesar atau memperkecil) Gambar AutoCAD yang ada.

Pada software ini terdapat fitur View Folder pada bagian "atas-kanan", yang memungkinkan kita untuk melakukan Pencarian File yang hendak dibuka menjadi lebih cepat.

Keterangan Software:
Lisensi : Freeware
Harga: $ 0.00
Ukuran File: 8.6 Mb
Platform: Windows 98, Windows 2000, Windows XP, WinVista.
Installasi: Online (memerlukan Koneksi Internet pada saat peng-installan).

Jika ingin memiliki Software AutoCAD secara resmi, silahkan kunjungi situs resminya disini http://usa.autodesk.com/autocad/


Advertisement




Komentar :
Gambar yang akan kita rubah disini adalah berupa garis-garis bukan foto pemandangan karena jenis ini bisa saja di konversi namun hasilnya hanya berupa garis tidak beraturan.

Hasil perubahan file gambar ini dapat digunakan untuk mempermudah dan mempercepat proses penggambaran bagi drafter atau arsitek. Yaitu dengan mengambil Foto (image), kemudian mengconvertnya dalam bentuk File AutoCad, kemudian file tersebut bisa digunkan.

Langkah-langkah Cara konversi file Gambar menjadi file berformat CAD sebagai berikut:
1.  Pertama kita siapkan terlebih dahulu file Gambar yang akan di rubah,
2.  Download Software Program Konverter Img2cad disini http://www.img2cad.com/
3.  Setelah download berhasil, kemudian install di komputer anda, tinggal mengikuti instruksi saja sampai proses Instalasi selesai,
4.  Setelah Instalasi software tersebut selesai, jalankan software tersebut,
5.  Saatnya proses konversi, klik AddFile untuk memilih gambar,
6.  Pilih jenis output hasil konversi, untuk autocad centang extension .DXF
7.  Pilih lokasi output file, disini letak file CAD hasil konversi nantinya,
8.  Klik Convert untuk menjalankan proses perubahan file.

Software image2cad ini ada yang gratis dan berbayar, untuk yang versi gratis hanya bisa melakukan maksimal 3 file dalam satu kali konversi namun masih lumayan untuk latihan dan coba-coba. sedangkan yang berbayar harganya pada website tertera $99 atau jika dikonversikan dalam bentuk rupiah senilai lebih kurang Rp.950.000,00.

Agar lebih jelas bagaimana urutan merubah file image to CAD dapat disaksikan pada video berikut ini yang menjelaskan setiap langkah dari mulai pembuatan foto gambar, proses konversi sampai dengan melihat hasil file melalui software autocad.


Pada tutorial video diatas menggunakan contoh gambar peta dengan latar belakang gambar putih polos sehingga bisa didapatkan hasil terbaik dalam proses konversi. Menu dan fasilitas lainya dapat dicoba-coba sendiri pada software image2cad tersebut.

Advertisement




Komentar :