Dalam melakukan Perhitungan Kebutuhan Jumlah Besi Kolom pada sebuah Rumah 1 Lantai yang memiliki Ketinggian = 4 meter = 400 cm, dengan spesifikasi Tulangan Utama = 4d12, kita tidak bisa langsung menentukan Kebutuhan Tulangan Utama-nya = 4 potong Besi diameter 12mm, panjang 4 meter begitu saja. Hal ini adalah asumsi yang salah.

Tetapi kita harus mengetahui terlebih dahulu Berapa Penambahan Panjang Besi yang dibutuhkan untuk membuat Kolom tersebut. Penambahan ini terdiri dari 2 hal, yaitu :
1.  Penambahan Panjang Besi untuk membuat Bengkokan dan Kait Tulangan pada kedua ujung Besi.
2.  Penambahan Panjang Besi untuk memenuhi Beda Tinggi antara Elevasi Lantai Rumah dan Elevasi Permukaan Sloof dibawahnya.

Karena pada Rumah 1 Lantai, panjang Besi Kolom dihitung mulai dari atas Sloof sampai atas Ring Balok, bukan dari Elevasi Lantai Rumah sampai atas Ring Balok. Hal ini sesuai dengan Teknis Kerja Pemasangan di Lapangan. Seperti contoh Gambar 1 dan Gambar 2 dibawah ini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir4sWOOTy7yzpsRxPPE0hhir2AXxm7oFLAtk3V1IunDubkpp5UlZYIAIrFU2WNv17CJsNrUZud8i9WF8xgRUMg8x9osXOpsli3wzwD7ivFydQREt8623s0uyB1DJofesFu_3c4wOpMg_M/s1600/1215E+Cara+Hitung+Menghitung+Besi+Tulangan+Utama+Kolom+dan+Sengkang+Begel.png
(Gambar 1. dan Gambar 2. Besi Kolom diletakkan diatas Sloof)

Prinsip kerja Gambar 1 dan Gambar 2 diatas sering diterapkan pada Pelaksanaan di Lapangan. Tapi anda bisa saja membuat Perencanaan yang berbeda dengan kedua Gambar diatas, dan melakukan Perhitungan Panjang Besi Kolom-nya sesuai dengan Gambar Rencana anda. Tapi dalam tulisan kali ini, saya akan memberikan contoh Perhitungan Kebutuhan Besi Kolom sesuai dengan Gambar 2.

Perhitungan Kebutuhan Besi untuk membuat 1 unit Kolom sesuai dengan Gambar 2

Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan Gambar 2 dibawah ini. Diketahui Ukuran Penampang Kolom = 20cm x 20cm, dan Selimut Beton pada Kolom = 3 cm. Tulangan Utama Kolom memakai Besi diameter 12 mm, db = 12mm = 1,2 cm. Silahkan hitung Kebutuhan Besi-nya.

(Gambar 2.)

(Gambar 3. Detail Tulangan Kolom)

Pada Gambar 2 diatas bisa dilihat bahwa, Sloof duduk 10 cm dibawah Muka Tanah. Dan Elevasi Lantai Rumah (Keramik) adalah 35 cm (13cm + 22cm) diatas Permukaan Sloof. Sehingga diperlukan Pemasangan Batu NOL sebesar 35 cm untuk mencapai Elevasi Lantai Rumah tersebut.

Nilai 35 cm ini juga merupakan Penambahan Panjang Besi pada Kolom untuk mencapai Elevasi Lantai Rumah, karena pemasangan Besi Kolom ini diletakkan diatas Permukaan Sloof.

Perhitungan :

1.  Perhitungan Kebutuhan Besi untuk Tulangan Utama

a.  Panjang Besi Tulangan Utama (12 mm) untuk membuat Kolom = Lb
Lb  =  8db + 35cm + 400cm - 2cm + 8db   <===  Lihat Gambar 2.
Lb  =  (8 x 1,2cm) + 35cm + 400cm - 2cm + (8 x 1,2cm)
Lb  =  9,6cm + 35cm + 400cm - 2cm + 9,6cm
Lb  =  452,2 cm  =  452 cm.
(Keterangan: 2 cm adalah Tebal Selimut Beton untuk Ring Balok, 8db berdasarkan Kebiasaan di Lapangan)

b.  Jadi, kebutuhan Besi Tulangan Utama (12 mm) untuk membuat 1 unit Kolom adalah :
[4 potong Besi 12 mm, panjang = 452 cm].

Jika anda memakai Besi 12 mm panjang 12 meter, maka dibutuhkan 2 batang Besi untuk membuat 1 unit Kolom tersebut, dan ada Besi Sisa Potongan = 2,96 meter sebanyak 2 potong.

Jika anda memakai Besi 12 mm panjang 10 meter, maka dibutuhkan 2 batang Besi untuk membuat 1 unit Kolom tersebut, dan ada Besi Sisa Potongan = 0,96 meter sebanyak 2 potong.

2.  Perhitungan Kebutuhan Besi untuk Sengkang (Begel)

a.  Panjang Besi (8mm) yang dibutuhkan untuk membuat 1 buah Sengkang (Begel) = Ls
(Ukuran Penampang Kolom adalah = 20cm x 20cm, dengan Selimut Beton Kolom = 3 cm).
Ls  =  3cm + 14cm + 14cm + 14cm + 14cm + 3cm   <===  Lihat Gambar 3.
Ls  =  62 cm.
(Keterangan: 3 cm adalah Penambahan Panjang Besi Sengkang untuk membuat Kait Tulangan).

b.  Jumlah Sengkang yang dibutuhkan 1 unit Kolom = n+1
Dimana : 48db = 48 x 1,2 cm = 57,6 cm, dan L - 48db = 435cm - 57,6cm = 377,4 cm   <===  Lihat Gambar 2
n  =  (57,6cm / 10cm) + (377,4cm / 15cm)
n  =  5,8 +  25,2
n  =  31  ====>  dibutuhkan Sengkang = n+1 = 32 buah.

c.  Jadi, kebutuhan Besi (8 mm) untuk membuat Sengkang dalam memenuhi kebutuhan 1 unit Kolom adalah :
[32 potong Besi 8 mm, panjang = 62 cm].

Jika anda memakai Besi 8 mm panjang 12 meter, dimana dari 1 batang Besi tersebut bisa diperoleh Sengkang = 12m : 0,62cm =  19,4 buah = 19 buah, maka dibutuhkan 2 batang Besi untuk memenuhi kebutuhan 1 unit Kolom tersebut. Dan ada Besi Sisa Potongan = 0,22 meter sebanyak 1 potong, dan Besi Sisa Potongan = 3,94 meter sebanyak 1 potong.

Jika anda memakai Besi 8 mm panjang 10 meter, dimana dari 1 batang Besi tersebut bisa diperoleh Sengkang = 10m : 0,62cm =  16,1 buah = 16 buah, maka dibutuhkan 2 batang Besi untuk memenuhi kebutuhan 1 unit Kolom tersebut. Dan ada Besi Sisa Potongan = 0,08 meter sebanyak 2 potong.

3.  Perhitungan selesai..

Demikian tulisan saya kali ini.. Semoga bermanfaat..


Advertisement




Share :

Komentar :
Penggunaan Pondasi Tapak ( Pondasi Telapak / Pondasi Setempat) sering dilakukan pada pembangunan sebuah Rumah atau Gedung yang memiliki ketinggian 1 lantai, 2 lantai, atau 3 lantai.
Seperti yang ditunjukkan oleh notasi A pada Gambar 1 dibawah ini.

(Gambar 1. Contoh Penggunaan Pondasi Tapak)

Sebelum melakukan pengecoran Pondasi Tapak, Besi Kolom diatas Pondasi (B) harus sudah terpasang kuat pada Besi Pondasi Tapak (A). Seperti contoh Gambar 2 dibawah ini.

Pemasangan Besi (B) ini bisa dilakukan diluar lobang Galian Pondasi, bisa juga dilakukan didalam lubang Galian Pondasi, tergantung kondisi di Lapangan dan Kemudahan pekerjaan.

(Gambar 2. Besi B dipasang pada Besi A diluar Lobang Galian Pondasi)

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah "Bagaimana Cara menentukan Panjang Besi Kolom diatas Pondasi (B) tersebut..?, bagaimana Bentuknya, dan berapa Panjangnya..?)".
Untuk mengetahui-nya, silahkan dilihat pada Contoh Perencanaan dibawah ini.

Contoh Perencanaan panjang Besi Kolom diatas Pondasi Tapak (B) :

A.  Data yang diketahui

Diketahui elevasi Muka Tanah = 5 cm di bawah permukaan As Jalan.
Direncanakan elevasi Lantai Rumah (keramik) = 50 cm di atas permukaan As Jalan.
Kedalaman Galian Pondasi = 1,5 meter dari Muka Tanah.
Ketebalan Pondasi Tapak = 35 cm.
Ketebalan Lantai Kerja Pondasi (Pasir + Cor Beton) = 10 cm.
Tebal Selimut Beton pada Pondasi Tapak = 7 cm.
Diatas Pondasi tersebut akan dipasang Sloof ukuran 20/35, (lebar = 20 cm, tinggi = 35 cm).
Kolom diatas Pondasi memakai Besi Tulangan diameter 14 mm, db = 14mm = 1,4 cm.

B.  Perencanaan dan Perhitungan

1.  Misalnya direncanakan Kedalaman Galian Sloof = 15 cm dari Muka Tanah.

2.  Buat Gambar Rencana Detail Pondasi dengan Lengkap, berdasarkan semua Data yang ada dan Kedalaman Galian Sloof. Maka hasilnya menjadi seperti Gambar 3 dibawah ini. 

(Gambar 3. Rencana Detail Pondasi)

3.  Dari Gambar 3 diatas terlihat bahwa : Walaupun tinggi Kolom diatas Pondasi = 90 cm, namun panjang Besi Kolom diatas Pondasi-nya jauh melebihi nilai 90 cm tersebut. Karena pada Besi ini dibutuhkan juga:
a.  Panjang Tulangan Kolom yang tertanam pada Tapak Pondasi = (Lp),
b.  Panjang Tulangan Kolom yang harus melewati Tinggi Sloof = 35 cm,
c.  Panjang Tulangan Kolom untuk Sambungan dengan Tulangan Kolom Lt.1 nantinya = (Lk).

4.  Perhitungan

a.  Panjang Tulangan Kolom, Bengkokan, dan Kait Tulangan yang tertanam pada Tapak Pondasi = Lp.

(Gambar 4.)

Lp  =  35cm - 7cm + (20 x db) + (8 x db)
Lp  =  35cm - 7cm + (20 x 1,4cm) + (8 x 1,4cm)
Lp  =  35cm - 7cm + 28cm +  11,2cm
Lp  =  67,2 cm = 67 cm.
Keterangan : (20db dan 8db, berdasarkan kebiasaan di lapangan).

b.  Panjang Tulangan Kolom dan Kait Tulangan untuk Sambungan dengan Tulangan Kolom Lt.1 = Lk.

(Gambar 5.)

Lk  =  Ls + (8 x db)
Lk  =  (48 x db) + (8 x db)
Lk  =  (48 x 1,4cm) + (8 x 1,4cm)
Lk  =  67,2xm + 11,2cm
Lk  =  78,4 cm = 78 cm.
Keterangan : (48db berdasarkan SNI tahun 2002, dan 8db berdasarkan kebiasaan di lapangan).

5.  Penjumlahan, Panjang Besi Kolom diatas Pondasi / Kolom dibawah Sloof = (L)
L  =  90cm + Lp + 35cm + Lk
L  =  90cm + 67cm + 35cm + 78cm
L  =  270 cm.

Demikian tulisan saya kali ini.. Semoga berguna..


Advertisement




Komentar :
Pada tulisan sebelumnya saya telah memaparkan bagaimana Cara Menghitung Jumlah Besi Tulangan Utama pada Sloof, dengan contoh Denah dan Detail Penulangan Sloof sama seperti Gambar 1 dibawah ini. Silahkan lihat tulisan tersebut DISINI..

Dengan menggunakan contoh Gambar Denah Pondasi dan Detail Tulangan Sloof yang sama, pada tulisan kali ini saya akan menyajikan bagaimana Menghitung Jumlah Besi yang dibutuhkan untuk Membuat Sengkang (Begel) Sloof tersebut.

Contoh Perhitungan :

Berdasarkan data Gambar 1 dan Gambar 2 dibawah ini, hitung jumlah Besi Sengkang (Begel)-nya, jika menggunakan besi 8 yang panjangnya = 10 meter (memakai Besi 8x10m).

(Gambar 1.)

(Gambar 2. Detail Pemasangan Besi Sengkang / Begel)

Cara Perhitungan :

1.  Hitung terlebih dahulu semua Panjang Sloof pada Gambar 1 diatas (Ls).
Ls  =  (1,75 + 5,5 + 1 +1,75 + 3 + 2,5 + 3 + 2,5 + 3 + 1) + (1,5 + 8 + 3 + 8)
Ls  =  22 + 20,5 = 42,5 m (meter)

2.  Hitung Jumlah Total sengkang yang dibutuhkan (nt), berdasarkan Gambar 2 diatas dan Panjang Sloof (Ls).
a.  Jarak rata-rata Sengkang = (0,1m + 0,15m) / 2 = 0,125 m.
b.  Jumlah Sengkang yang dibutuhkan (nt) = 42,5m / 0,125m = 340 buah.

3.  Hitung Panjang Besi 8 yang dibutuhkan untuk membuat 1 buah Sengkang (Lb).
Lb  =  (24 + 24 + 14 + 14) + 7 cm = 83 cm = 0,83 m
Catatan: 7 cm adalah Panjang Besi yang dibutuhkan untuk membuat 2 Bengkokan dan 2 Kait Tulangan.

Ukuran Diameter Bengkokan, dan Kait Tulangan diatas saya buat berdasarkan kebiasaan di Lapangan.
Jika anda ingin menentukan ke-2 Variable tersebut berdasarkan SNI, silahkan dilihat nilainya dibawah ini:
Diameter Bengkokan - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI, dan
Kait Tulangan - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI.

4.  Hitung Jumlah Sengkang yang bisa diperoleh dari 1 batang Besi 8x10m (n).
n  =  (10m / 0,83m) = 12,05 buah = 12 buah.

5.  Hitung Jumlah Besi 8x10m yang dibutuhkan untuk membuat 340 buah Sengkang tersebut.
Besi 8x10m  dibutuhkan =  340 buah / 12 buah = 28,3 batang = 29 batang.

6.  Perhitungan selesai.. Semoga bermanfaat..


Advertisement




Komentar :
Pada artikel sebelumnya, saya telah menulis bagaimana Cara Menghitung Volume Beton Sloof pada sebuah Rumah. Dan pada kesempatan ini saya akan menulis bagaimana Cara Menghitung Jumlah Besi Tulangan Utama dan Besi Sengkang (Begel) yang dibutuhkan untuk membuat Sloof tersebut.

Tapi untuk Perhitungan Besi Sengkang-nya (Begel) secara detail, silahkan dilihat pada Artikel Berikut ini. Karena terlalu panjang jika saya tuliskan juga disini.. Biar gak mumet bacanya..

Contoh Perhitungan:

Berdasarkan data Gambar 1 dibawah ini, hitung jumlah Besi Tulangan Sloof (Tulangan Utama), yaitu besi 14, dengan menggunakan Besi panjang = 10 meter (memakai Besi 14x10m).

(Gambar 1. Denah Pondasi - Sloof - dan Detail Tulangan Sloof)

A.  Perhitungan Cara Pertama :

1.  Perhatikan Gambar 1 diatas, fokus pada Bentang Sloof yang Panjang pada Denah tersebut, yaitu Bentang A = 8,25m (meter), B = 8m, C = 8m, D = 6,5m, dan E = 5,5m, seperti Gambar 2 dibawah ini.

Tujuannya adalah kita akan melakukan Perhitungan Tulangan Bentang Sloof yang Panjang terlebih dahulu, lalu Sisa Potongan-nya bisa digunakan untuk kebutuhan Bentang Sloof yang Pendek. 

(Gambar 2.)

2.  Perhitungkan juga kebutuhan Panjang Tulangan pada setiap Ujung Sloof, berdasarkan tebal Selimut Beton rencana, Diameter Bengkokan, dan Kait Tulangan, sesuai dengan Gambar 3 dibawah ini.

(Gambar 3.)

Dari Gambar 3 diatas, diketahui :
a.  Selimut Beton = 3cm, maka dibutuhkan Panjang Besi (Diluar As) = 7cm, pada setiap Ujung Sloof.
b.  Kebutuhan Besi untuk Diameter Bengkokan dan Kait Tulangan = 10cm, pada setiap Ujung Sloof.
c.  Penambahan Panjang Besi (dari As Denah Pondasi) pada setiap Ujung Sloof = 7cm + 10cm = 17cm.

Catatan Ukuran Selimut Beton, Diameter Bengkokan, dan Kait Tulangan diatas saya buat berdasarkan kebiasaan di Lapangan. Jika anda ingin menentukan ke-3 Variable tersebut berdasarkan SNI, silahkan dilihat nilainya dibawah ini:
Selimut Beton - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI
Diameter Bengkokan - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI, dan
Kait Tulangan - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI.

3.  Lakukan Perhitungan Kebutuhan Tulangan Utama pada Bentang Sloof yang Panjang A, B, C, D, dan E.

Bentang A = 8,25 m, butuh Besi 14 = 17cm + 8,25m + 17cm = 8,59 m, sebanyak 6 potong.
Bentang B = 8 m, butuh Besi 14 = 17cm + 8m + 17cm = 8,34 m, sebanyak 6 potong.
Bentang C = 8 m, butuh Besi 14 = 17cm + 8m + 17cm = 8,34 m, sebanyak 6 potong.
Bentang D = 6,5 m, butuh Besi 14 = 17cm + 6,5m + 17cm = 6,84 m, sebanyak 6 potong.
Bentang E = 5,5 m, butuh Besi 14 = 17cm + 5,5m + 17cm = 5,84 m, sebanyak 6 potong.
Besi 14 x 10m yang dibutuhkan = 6 batang x 5 bentang = 30 batang.

4.  Lakukan Perhitungan Besi Sisa Potongan (L) dari Sloof Bentang A, B, C, D, dan E.
Catatan: Panjang Besi Tulangan yang digunakan = 10 meter

L1 = 10m - 8,59m = 1,41 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang A)
L2 = 10m - 8,34m = 1,66 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang B)
L3 = 10m - 8,34m = 1,66 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang C)
L4 = 10m - 6,5m = 3,5 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang D)
L5 = 10m - 5,5m = 4,5 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang E)

5.  Lakukan Perhitungan Kebutuhan Tulangan Utama pada Bentang Sloof yang Pendek

a.  Bentang 3m = butuh Besi 14 = 17cm + 3m + 17cm = 3,34 m, sebanyak 6 potong.
Diambil dari potongan L5, jumlahnya cukup. Ada sisa potongan lagi, L6 = 1,16 m sebanyak = 6 potong.

b.  Bentang 3m = butuh Besi 14 = 17cm + 3m + 17cm = 3,34 m, sebanyak 6 potong.
Diambil dari potongan L4, jumlahnya cukup.

c.  Bentang 1,75m = butuh Besi 14 = 17cm + 1,75m + 17cm = 2,09 m, sebanyak 6 potong.
Diambil dari potongan L3 disambung dengan L2 = 1,66m + 1,66m = 3,32m.
Perhitungannya: 3,32m = (2,09m + Lsambungan), diperoleh Lsambungan = 1,23 m.
Jumlah batangnya juga cukup = 6 potong.

d.  Bentang 1,5m = butuh Besi 14 = 17cm + 1,5m + 17cm = 1,84 m, sebanyak 6 potong.
Diambil dari potongan L1 disambung dengan L6 = 1,41 + 1,16m = 2,57m 
Perhitungannya: 2,57m = (1,84m + Lsambungan), diperoleh Lsambungan = 73 cm.
Jumlah batangnya juga cukup = 6 potong.

6.  Penjumlahan dan Kesimpulan
a.  Jumlah Besi 14x 10m yang dibutuhkan = 30 batang.
b.  Kebutuhan Besi 14 untuk Bentang Sloof yang Pendek sudah terpenuhi semua oleh Besi Sisa Potongan (L) dari Bentang Sloof yang Panjang.
c.  Jika Panjang Besi untuk sambungan = 73 cm (point 5d) diputuskan tidak memadai panjangnya untuk dijadikan Lsambungan, maka diperlukan Besi Tulangan 14 x 10m = 1 batang lagi untuk Keperluan Sloof Bentang 1,5m tersebut. Sehingga Jumlah Besi Tulangan 14 x 10m yang dibutuhkan menjadi = 31 batang.

B.  Perhitungan Cara Kedua (Cara Cepat) :

1.  Jumlahkan semua Panjang Besi (Lbesi) yang dibutuhkan, termasuk untuk Bengkokan dan Kait Tulangan.
Lbesi  =  8,59 + 8,34 + 8,34 + 6,84 + 5,84 + 3,34 + 3,34 + 2,09 + 1,84
Lbesi  =  48,56 m

2.  Jumlah Besi 14x 10m yang dibutuhkan (net) = (48,56m x 6 batang) / 10m = 29,136 m.
Catatan: Sloof terdiri dari 6 batang Besi ⌀14. Panjang Besi 14 yang digunakan adalah = 10 meter (m).

3.  Jumlah Besi 14x 10m yang dibeli :
Jika ditambahkan 5%, maka Besi 14x 10m yang dibeli = 29,136m x 105% = 30,6 batang = 31 batang.
Jika ditambahkan 10%, maka Besi 14x 10m yang dibeli = 29,136m x 110% = 32 batang.
Catatan: Penambahan = 5% sampai 10% adalah Nilai Taksir, tergantung pada Efisiensi Panjang Besi yang digunakan terhadap semua panjang Bentang Sloof yang ada. Karena ada juga Besi yang panjangnya = 12 m.

Contoh Perhitungan selesai.. Semoga bermanfaat.. Untuk Menghitung Jumlah Besi Sengkang (Begel)-nya, silahkan dilihat DISINI..


Advertisement




Komentar :
Pemasangan Besi Plat Lantai pada rumah dan gedung dilakukan setelah pemasangan Besi Balok selesai. Karena pada prinsipnya sebaiknya Besi Lantai di pasang diatas Besi Balok. Walaupun sebagian orang ada yang memasang sebagian Besi Plat Lantai ini dibawah Besi Balok. Perbedaan kedua sistem pemasangan ini dapat dilihat pada Gambar 1 dan Gambar 2 dibawah ini.

(Gambar 1. Besi Lantai seluruhnya dipasang diatas Besi Balok)

(Gambar 2. Besi Lantai sebagian dipasang diatas dan dibawah Besi Balok)

Tampak pada Gambar 1, sistem pemasangan Besi Lantai-nya lebih sederhana dan lebih mudah dipahami. Berbeda dengan Gambar 2 yang sistem pemasangannya lebih kompleks. Pada kesempatan ini saya akan membahas Cara Pelaksanaan Pemasangan Besi Plat Lantai sesuai dengan Gambar 2, dengan asumsi Gambar 1 akan lebih mudah dipahami jika Gambar 2 telah dikuasai.

Teknik Kerja Memasang Besi Tulangan Pelat Lantai Beton

Contoh :
Pelat Beton direncanakan memiliki ketebalan 10 cm.
Besi Tulangan Pelat Lantai ber-diameter 9 mm.
Jarak Pemasangan Besi Tulangan Pelat Lantai 12,5/25 cm.

1.  Sesudah Bekisting Balok, Bekisting Pelat Lantai Beton, dan Besi Balok selesai dikerjakan, maka kita bisa memulai pekerjaan pemasangan Besi Pelat Lantai Beton seperti Gambar 3 dibawah ini. Perhatikan tulisan AS pada gambar, itu menjadi Acuan pada Gambar dan Pelaksanaan selanjutnya.
Susun besi 9 mm (yang telah diluruskan sebelumnya) sesuai dengan Gambar 3 dibawah ini. 
          Vb = Vertikal Bawah
          2,5 cm = Jarak rencana antara Besi Tulangan dan Tripleks Bekisting Pelat Lantai.

(Gambar 3.)

2.  Susun besi 9 mm sesuai dengan Gambar 4 dibawah ini. Posisi besi diletakkan tepat diatas besi Gambar 3 (bersinggungan). Lalu ikat setiap pertemuan besi tersebut dengan Bendrat (kawat ikat atau kawat beton). Perhatikan tulisan AS pada gambar, itu menjadi Acuan pada Gambar dan Pelaksanaan selanjutnya.
          Hb = Horizontal Bawah
          2,5 cm = Jarak rencana antara Besi Tulangan dan Tripleks Bekisting Pelat Lantai.

(Gambar 4.)

3.  Lalu susun besi 9 mm sesuai dengan Gambar 5 dibawah ini. Posisi besi diletakkan diatas (kira-kira 2,5 cm dari rencana Top Cor Plat Beton), ini membuat jarak dengan besi dibawahnya (Gambar 3 dan Gambar 4) kira-kira 4 cm . Perhatikan tulisan AS pada gambar, susunan Besi ini bergeser 12,5 cm dari besi dibawahnya.

Pada Garis Kotak putus-putus (daerah asumsi Momen Plat Lantai dianggap NOL), besi tersebut ditekuk kebawah (2,5 cm dari Tripleks), karena didalam area Garis Kotak putus-putus tersebut momen yang terjadi adalah Momen Postif (gaya tarik terjadi pada bagian bawah Plat Lantai Beton).
          Ha = Horizontal Atas
          2,5 cm = Jarak rencana antara Besi Tulangan dan Top Cor Rencana Plat Beton.

(Gambar 5.)

4.  Pemasangan selanjutnya sama dengan Poin No. 3 diatas, hanya kali ini dipasang pada posisi Vertikal Atas (Va). Perhatikan tulisan AS pada gambar, susunan Besi ini bergeser 12,5 cm dari besi dibawahnya. Lalu ikat setiap pertemuan besi tersebut dengan Bendrat (kawat ikat atau kawat beton).
          Va = Vertikal Atas
          2,5 cm = Jarak rencana antara Besi Tulangan dan Top Cor Rencana Plat Beton.

(Gambar 6.)

5.  Tambahkan Besi Tulangan Ekstra untuk Momen (pada bidang Horizontal) seperti Gambar 7 dibawah ini, agar kekuatan Plat Lantai pada tumpuan Balok menjadi lebih tinggi. Perhatikan tulisan AS pada gambar, susunan Besi ini bergeser 12,5 cm dari Gambar 5. Lalu ikat setiap pertemuan besi tersebut dengan Bendrat (kawat ikat atau kawat beton).

(Gambar 7.)

6.  Tambahkan Besi Tulangan Ekstra untuk Momen (pada bidang Vertikal) seperti Gambar 8 dibawah ini, agar kekuatan Plat Lantai pada tumpuan Balok menjadi lebih tinggi. Perhatikan tulisan AS pada gambar, susunan Besi ini bergeser 12,5 cm dari Gambar 6. Lalu ikat setiap pertemuan besi tersebut dengan Bendrat (kawat ikat atau kawat beton).

(Gambar 8.)

7.  Periksa semua ikatan Bendrat (kawat ikat atau kawat beton) yang ada, apakah ada yang belum terikat atau tidak. Sering dilakukan di lapangan, pengikatan ini tidak dilakukan secara menyeluruh pada setiap pertemuan besi yang ada, namun dibuat berjarak setiap 1 baris besi. Dengan asumsi tidak mengurangi kekuatan susunan Besi Plat Lantai tersebut, dan kualitas Plat Beton Bertulang tersebut nantinya.

8.  Selanjutnya ganjal semua Besi Plat Lantai tersebut dengan Beton Decking (Beton Tahu), agar tidak menempel langsung pada Tripleks Bekisting.

9.  Rapikan susunan besi yang tidak lurus dan ikatan yang kurang kuat.., selesai..

Demikian tulisan saya kali ini.., semoga berguna..


Advertisement




Komentar :


Pondasi Setempat (atau biasa disebut juga Pondasi Foot Plat, Pondasi Telapak, atau Pondasi Tapak) pada umumnya dipakai untuk Rumah 1 Lantai, 2 Lantai, 3 Lantai, dan bahkan bisa juga 4 Lantai, jika Dimensi Tapak Pondasi diperbesar dan Tanah Dasarnya cukup keras.

Pada tulisan kali ini saya hanya membahas Cara Perhitungan Jumlah Besinya saja, dengan Asumsi Gambar Rencana dan Diameter Besinya telah ditentukan.

Contoh Perhitungan:

Sebuah Rumah direncanakan memakai Pondasi Setempat sebanyak 15 unit. Detail Gambar Pondasi dapat dilihat pada Gambar Rencana (Bestek) dibawah ini.
Jumlah Besi untuk Pondasi Setempat ini dapat kita hitung dengan cara sebagai berikut:


Perhitungannya:

1.  Data Gambar: Ukuran Pondasi = 120, dan Besi Pondasi Setempat adalah Ø12-15, ini artinya:
a.  Ukuran Tapak Pondasi: Panjang = 120 cm dan Lebar = 120 cm.
b.  Besi yang dipakai adalah berdiameter 12 mm
c.  Jarak pemasangan Besi = 15 cm.

2.  Berdasarkan Lebar Tapak Pondasi = 120cm dan Jarak besi = 15cm ini, bisa dibuat Rencana Pemasangan dan Pemotongan Besi seperti Gambar dibawah ini.



3.  Dari Gambar diatas didapat kesimpulan:
a.  Dalam 1 Unit Pondasi Setempat diperlukan: 16 potong (ptg) besi Ø12.
b.  Panjang 1 potong Besi adalah = 9cm + 105cm + 9cm = 123 cm = 1,23 m.

4.   Perhitungan Besi yang harus disediakan (dibeli):

a.  Jumlah Pondasi Setempat = 15 unit. 
Dimana, untuk 1 unit Pondasi membutuhkan 16 ptg besi yang panjangnya = 1,23 m.
Jadi untuk 15 unit Pondasi dibutuhkan = (15 x 16) ptg = 240 ptg (besi panjang 1,23 m).
      
b.  Jika dibeli Besi Ø12 panjang 12 meter (Ø12x12m), maka: 
-  Dari 1 batang (btg) Besi tersebut, bisa dibuat = 9 ptg panjang 1,23m, ada Sisa 1 ptg panjang 93cm.
-  Untuk membuat 240 ptg besi panjang 1,23m, diperlukan (240 ptg : 9 ptg) = 26,67 btg 27 btg.
-  (Dari 27 btg Besi tersebut, diperoleh = 240 ptg besi panjang 1,23m, ada Sisa 26 ptg Besi panjang 93cm dan 1 ptg panjang 4,62m).

c.  Jika dibeli Besi Ø12 panjang 10 meter (Ø12x10m), maka: 
-  Dari 1 batang (btg) Besi tersebut, bisa dibuat = 8 ptg panjang 1,23m, ada Sisa 1 ptg panjang 16cm.
-  Untuk membuat 240 ptg besi panjang 1,23m, diperlukan (240 ptg : 8 ptg) = 30 btg.
(Dari 30 btg Besi tersebut, diperoleh = 240 ptg besi panjang 1,23m, ada Sisa 30 ptg Besi panjang 16cm).

5.  Selesai... Semoga tulisan ini bermanfaat...


Advertisement




Komentar :
Untuk menentukan Tebal Plat Lantai Beton, kita dapat menggunakan Rumus yang telah diatur dalam SK-SNI 2002 ayat 11 butir 5 sub butir 3, yaitu:

a.  Rumus Hitung Tebal Plat Lantai Beton Minimum (hmin)






b.  Rumus Hitung Tebal Plat Lantai Beton Maksimum (hmak)






Keterangan :
hmin   =  ketebalan pelat beton minimum (mm)
hmak  =  ketebalan pelat beton maksimum (mm)
ln =  bentang terpanjang (mm)
fy =  mutu baja tulangan yang hendak digunakan (Mpa = megapascal), Catatan: 1 Mpa = 10,197 kg/cm2
β  =  koefisien = ly / lx

c.  Contoh Perhitungan

(Ukuran Plat Lantai Beton)
Data :
ly  =  5000 mm
lx  =  4000 mm
Mutu baja tulangan yang hendak digunakan  =  240 Mpa

  •  ln adalah bentang terpanjang, maka ln = ly = 5000 mm 
  •  β  =  ly / lx = 5000 : 4000 = 1.25




Maka, Tebal Plat Lantai Beton Minimum (hmin) :

dan Tebal Plat Lantai Beton Maksimum (hmak) :

Demikianlah Cara menentukan Tebal Plat Lantai Beton menurut SNI 2002, semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Advertisement




Komentar :
     Sloof adalah jenis Konstruksi Beton Bertulang yang biasanya dibuat pada bangunan Rumah atau Gedung, dan posisinya biasanya pada Lantai 1 (ada juga yang menyebutkannya Lantai Dasar). Seperti dapat kita lihat pada Gambar diatas.

     Sloof ini berfungsi untuk memikul Beban dinding (bisa Dinding dari Batu bata, Batako, dsb.), sehingga dinding tersebut "duduk" pada beton yang kuat, sehingga tidak terjadi "penurunan dan pergerakan" yang bisa mengakibatkan dinding rumah menjadi Retak atau Pecah.

     Jadi bisa dikatakan Sloof juga merupakan salah satu Pondasi bagi rumah. Spesifiknya adalah mendukung beban dinding rumah tersebut. Bila dikategorikan Sloof adalah termasuk Pondasi Menerus.

   
(Gambar Sloof dan Pembesiannya)
Sloof adalah jenis Konstruksi Beton Bertulang yang sengaja didisain khusus Luas Penampang dan Jumlah Pembesiannya, disesuaikan dengan kebutuhan Beban yang akan dipikul oleh Sloof tersebut nantinya.

Untuk menetukan Luas Penampang (ukuran Sloof ini), dibutuhkan "Perhitungan Teknis yang Tepat" agar Sloof tersebut nanti "benar-benar Mampu" untuk memikul Beban Dinding Bata diatasnya nanti.

Untuk itu sebaiknya kita menggunakan jasa Konsultan untuk menghitung dan mendisain Dimensi Sloof ini.




     Demikian dulu tulisan saya kali ini tentang Sloof dan Fungsinya. Mudah-mudahan berguna.

Advertisement




Komentar :