Dalam melakukan Perhitungan Kebutuhan Jumlah Besi Kolom pada sebuah Rumah 1 Lantai yang memiliki Ketinggian = 4 meter = 400 cm, dengan spesifikasi Tulangan Utama = 4d12, kita tidak bisa langsung menentukan Kebutuhan Tulangan Utama-nya = 4 potong Besi diameter 12mm, panjang 4 meter begitu saja. Hal ini adalah asumsi yang salah.

Tetapi kita harus mengetahui terlebih dahulu Berapa Penambahan Panjang Besi yang dibutuhkan untuk membuat Kolom tersebut. Penambahan ini terdiri dari 2 hal, yaitu :
1.  Penambahan Panjang Besi untuk membuat Bengkokan dan Kait Tulangan pada kedua ujung Besi.
2.  Penambahan Panjang Besi untuk memenuhi Beda Tinggi antara Elevasi Lantai Rumah dan Elevasi Permukaan Sloof dibawahnya.

Karena pada Rumah 1 Lantai, panjang Besi Kolom dihitung mulai dari atas Sloof sampai atas Ring Balok, bukan dari Elevasi Lantai Rumah sampai atas Ring Balok. Hal ini sesuai dengan Teknis Kerja Pemasangan di Lapangan. Seperti contoh Gambar 1 dan Gambar 2 dibawah ini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir4sWOOTy7yzpsRxPPE0hhir2AXxm7oFLAtk3V1IunDubkpp5UlZYIAIrFU2WNv17CJsNrUZud8i9WF8xgRUMg8x9osXOpsli3wzwD7ivFydQREt8623s0uyB1DJofesFu_3c4wOpMg_M/s1600/1215E+Cara+Hitung+Menghitung+Besi+Tulangan+Utama+Kolom+dan+Sengkang+Begel.png
(Gambar 1. dan Gambar 2. Besi Kolom diletakkan diatas Sloof)

Prinsip kerja Gambar 1 dan Gambar 2 diatas sering diterapkan pada Pelaksanaan di Lapangan. Tapi anda bisa saja membuat Perencanaan yang berbeda dengan kedua Gambar diatas, dan melakukan Perhitungan Panjang Besi Kolom-nya sesuai dengan Gambar Rencana anda. Tapi dalam tulisan kali ini, saya akan memberikan contoh Perhitungan Kebutuhan Besi Kolom sesuai dengan Gambar 2.

Perhitungan Kebutuhan Besi untuk membuat 1 unit Kolom sesuai dengan Gambar 2

Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan Gambar 2 dibawah ini. Diketahui Ukuran Penampang Kolom = 20cm x 20cm, dan Selimut Beton pada Kolom = 3 cm. Tulangan Utama Kolom memakai Besi diameter 12 mm, db = 12mm = 1,2 cm. Silahkan hitung Kebutuhan Besi-nya.

(Gambar 2.)

(Gambar 3. Detail Tulangan Kolom)

Pada Gambar 2 diatas bisa dilihat bahwa, Sloof duduk 10 cm dibawah Muka Tanah. Dan Elevasi Lantai Rumah (Keramik) adalah 35 cm (13cm + 22cm) diatas Permukaan Sloof. Sehingga diperlukan Pemasangan Batu NOL sebesar 35 cm untuk mencapai Elevasi Lantai Rumah tersebut.

Nilai 35 cm ini juga merupakan Penambahan Panjang Besi pada Kolom untuk mencapai Elevasi Lantai Rumah, karena pemasangan Besi Kolom ini diletakkan diatas Permukaan Sloof.

Perhitungan :

1.  Perhitungan Kebutuhan Besi untuk Tulangan Utama

a.  Panjang Besi Tulangan Utama (12 mm) untuk membuat Kolom = Lb
Lb  =  8db + 35cm + 400cm - 2cm + 8db   <===  Lihat Gambar 2.
Lb  =  (8 x 1,2cm) + 35cm + 400cm - 2cm + (8 x 1,2cm)
Lb  =  9,6cm + 35cm + 400cm - 2cm + 9,6cm
Lb  =  452,2 cm  =  452 cm.
(Keterangan: 2 cm adalah Tebal Selimut Beton untuk Ring Balok, 8db berdasarkan Kebiasaan di Lapangan)

b.  Jadi, kebutuhan Besi Tulangan Utama (12 mm) untuk membuat 1 unit Kolom adalah :
[4 potong Besi 12 mm, panjang = 452 cm].

Jika anda memakai Besi 12 mm panjang 12 meter, maka dibutuhkan 2 batang Besi untuk membuat 1 unit Kolom tersebut, dan ada Besi Sisa Potongan = 2,96 meter sebanyak 2 potong.

Jika anda memakai Besi 12 mm panjang 10 meter, maka dibutuhkan 2 batang Besi untuk membuat 1 unit Kolom tersebut, dan ada Besi Sisa Potongan = 0,96 meter sebanyak 2 potong.

2.  Perhitungan Kebutuhan Besi untuk Sengkang (Begel)

a.  Panjang Besi (8mm) yang dibutuhkan untuk membuat 1 buah Sengkang (Begel) = Ls
(Ukuran Penampang Kolom adalah = 20cm x 20cm, dengan Selimut Beton Kolom = 3 cm).
Ls  =  3cm + 14cm + 14cm + 14cm + 14cm + 3cm   <===  Lihat Gambar 3.
Ls  =  62 cm.
(Keterangan: 3 cm adalah Penambahan Panjang Besi Sengkang untuk membuat Kait Tulangan).

b.  Jumlah Sengkang yang dibutuhkan 1 unit Kolom = n+1
Dimana : 48db = 48 x 1,2 cm = 57,6 cm, dan L - 48db = 435cm - 57,6cm = 377,4 cm   <===  Lihat Gambar 2. 
n  =  (57,6cm / 10cm) + (377,4cm / 15cm)
n  =  5,8 +  25,2
n  =  31  ====>  dibutuhkan Sengkang = n+1 = 32 buah.

c.  Jadi, kebutuhan Besi (8 mm) untuk membuat Sengkang dalam memenuhi kebutuhan 1 unit Kolom adalah :
[32 potong Besi 8 mm, panjang = 62 cm].

Jika anda memakai Besi 8 mm panjang 12 meter, dimana dari 1 batang Besi tersebut bisa diperoleh Sengkang = 12m : 0,62cm =  19,4 buah = 19 buah, maka dibutuhkan 2 batang Besi untuk memenuhi kebutuhan 1 unit Kolom tersebut. Dan ada Besi Sisa Potongan = 0,22 meter sebanyak 1 potong, dan Besi Sisa Potongan = 3,94 meter sebanyak 1 potong.

Jika anda memakai Besi 8 mm panjang 10 meter, dimana dari 1 batang Besi tersebut bisa diperoleh Sengkang = 10m : 0,62cm =  16,1 buah = 16 buah, maka dibutuhkan 2 batang Besi untuk memenuhi kebutuhan 1 unit Kolom tersebut. Dan ada Besi Sisa Potongan = 0,08 meter sebanyak 2 potong.

3.  Perhitungan selesai..

Demikian tulisan saya kali ini.. Semoga bermanfaat..


Advertisement




Share :

Komentar :
Penggunaan Pondasi Tapak ( Pondasi Telapak / Pondasi Setempat) sering dilakukan pada pembangunan sebuah Rumah atau Gedung yang memiliki ketinggian 1 lantai, 2 lantai, atau 3 lantai.
Seperti yang ditunjukkan oleh notasi A pada Gambar 1 dibawah ini.

(Gambar 1. Contoh Penggunaan Pondasi Tapak)

Sebelum melakukan pengecoran Pondasi Tapak, Besi Kolom diatas Pondasi (B) harus sudah terpasang kuat pada Besi Pondasi Tapak (A). Seperti contoh Gambar 2 dibawah ini.

Pemasangan Besi (B) ini bisa dilakukan diluar lobang Galian Pondasi, bisa juga dilakukan didalam lubang Galian Pondasi, tergantung kondisi di Lapangan dan Kemudahan pekerjaan.

(Gambar 2. Besi B dipasang pada Besi A diluar Lobang Galian Pondasi)

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah "Bagaimana Cara menentukan Panjang Besi Kolom diatas Pondasi (B) tersebut..?, bagaimana Bentuknya, dan berapa Panjangnya..?)".
Untuk mengetahui-nya, silahkan dilihat pada Contoh Perencanaan dibawah ini.

Contoh Perencanaan panjang Besi Kolom diatas Pondasi Tapak (B) :

A.  Data yang diketahui

Diketahui elevasi Muka Tanah = 5 cm di bawah permukaan As Jalan.
Direncanakan elevasi Lantai Rumah (keramik) = 50 cm di atas permukaan As Jalan.
Kedalaman Galian Pondasi = 1,5 meter dari Muka Tanah.
Ketebalan Pondasi Tapak = 35 cm.
Ketebalan Lantai Kerja Pondasi (Pasir + Cor Beton) = 10 cm.
Tebal Selimut Beton pada Pondasi Tapak = 7 cm.
Diatas Pondasi tersebut akan dipasang Sloof ukuran 20/35, (lebar = 20 cm, tinggi = 35 cm).
Kolom diatas Pondasi memakai Besi Tulangan diameter 14 mm, db = 14mm = 1,4 cm.

B.  Perencanaan dan Perhitungan

1.  Misalnya direncanakan Kedalaman Galian Sloof = 15 cm dari Muka Tanah.

2.  Buat Gambar Rencana Detail Pondasi dengan Lengkap, berdasarkan semua Data yang ada dan Kedalaman Galian Sloof. Maka hasilnya menjadi seperti Gambar 3 dibawah ini. 

(Gambar 3. Rencana Detail Pondasi)

3.  Dari Gambar 3 diatas terlihat bahwa : Walaupun tinggi Kolom diatas Pondasi = 90 cm, namun panjang Besi Kolom diatas Pondasi-nya jauh melebihi nilai 90 cm tersebut. Karena pada Besi ini dibutuhkan juga:
a.  Panjang Tulangan Kolom yang tertanam pada Tapak Pondasi = (Lp),
b.  Panjang Tulangan Kolom yang harus melewati Tinggi Sloof = 35 cm,
c.  Panjang Tulangan Kolom untuk Sambungan dengan Tulangan Kolom Lt.1 nantinya = (Lk).

4.  Perhitungan

a.  Panjang Tulangan Kolom, Bengkokan, dan Kait Tulangan yang tertanam pada Tapak Pondasi = Lp.

(Gambar 4.)

Lp  =  35cm - 7cm + (20 x db) + (8 x db)
Lp  =  35cm - 7cm + (20 x 1,4cm) + (8 x 1,4cm)
Lp  =  35cm - 7cm + 28cm +  11,2cm
Lp  =  67,2 cm = 67 cm.
Keterangan : (20db dan 8db, berdasarkan kebiasaan di lapangan).

b.  Panjang Tulangan Kolom dan Kait Tulangan untuk Sambungan dengan Tulangan Kolom Lt.1 = Lk.

(Gambar 5.)

Lk  =  Ls + (8 x db)
Lk  =  (48 x db) + (8 x db)
Lk  =  (48 x 1,4cm) + (8 x 1,4cm)
Lk  =  67,2xm + 11,2cm
Lk  =  78,4 cm = 78 cm.
Keterangan : (48db berdasarkan SNI tahun 2002, dan 8db berdasarkan kebiasaan di lapangan).

5.  Penjumlahan, Panjang Besi Kolom diatas Pondasi / Kolom dibawah Sloof = (L)
L  =  90cm + Lp + 35cm + Lk
L  =  90cm + 67cm + 35cm + 78cm
L  =  270 cm.

Demikian tulisan saya kali ini.. Semoga berguna..


Advertisement




Komentar :
Pada tulisan sebelumnya saya telah memaparkan bagaimana Cara Menghitung Jumlah Besi Tulangan Utama pada Sloof, dengan contoh Denah dan Detail Penulangan Sloof sama seperti Gambar 1 dibawah ini. Silahkan lihat tulisan tersebut DISINI..

Dengan menggunakan contoh Gambar Denah Pondasi dan Detail Tulangan Sloof yang sama, pada tulisan kali ini saya akan menyajikan bagaimana Menghitung Jumlah Besi yang dibutuhkan untuk Membuat Sengkang (Begel) Sloof tersebut.

Contoh Perhitungan :

Berdasarkan data Gambar 1 dan Gambar 2 dibawah ini, hitung jumlah Besi Sengkang (Begel)-nya, jika menggunakan besi ⌀8 yang panjangnya = 10 meter (memakai Besi ⌀8x10m).

(Gambar 1.)

(Gambar 2. Detail Pemasangan Besi Sengkang / Begel)

Cara Perhitungan :

1.  Hitung terlebih dahulu semua Panjang Sloof pada Gambar 1 diatas (Ls).
Ls  =  (1,75 + 5,5 + 1 +1,75 + 3 + 2,5 + 3 + 2,5 + 3 + 1) + (1,5 + 8 + 3 + 8)
Ls  =  22 + 20,5 = 42,5 m (meter)

2.  Hitung Jumlah Total sengkang yang dibutuhkan (nt), berdasarkan Gambar 2 diatas dan Panjang Sloof (Ls).
a.  Jarak rata-rata Sengkang = (0,1m + 0,15m) / 2 = 0,125 m.
b.  Jumlah Sengkang yang dibutuhkan (nt) = 42,5m / 0,125m = 340 buah.

3.  Hitung Panjang Besi ⌀8 yang dibutuhkan untuk membuat 1 buah Sengkang (Lb).
Lb  =  (24 + 24 + 14 + 14) + 7 cm = 83 cm = 0,83 m
Catatan: 7 cm adalah Panjang Besi yang dibutuhkan untuk membuat 2 Bengkokan dan 2 Kait Tulangan.

Ukuran Diameter Bengkokan, dan Kait Tulangan diatas saya buat berdasarkan kebiasaan di Lapangan.
Jika anda ingin menentukan ke-2 Variable tersebut berdasarkan SNI, silahkan dilihat nilainya dibawah ini:
-  Diameter Bengkokan - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI, dan
-  Kait Tulangan - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI.

4.  Hitung Jumlah Sengkang yang bisa diperoleh dari 1 batang Besi ⌀8x10m (n).
n  =  (10m / 0,83m) = 12,05 buah = 12 buah.

5.  Hitung Jumlah Besi ⌀8x10m yang dibutuhkan untuk membuat 340 buah Sengkang tersebut.
Besi ⌀8x10m  dibutuhkan =  340 buah / 12 buah = 28,3 batang = 29 batang.

6.  Perhitungan selesai.. Semoga bermanfaat..


Advertisement




Komentar :
Pada artikel sebelumnya, saya telah menulis bagaimana Cara Menghitung Volume Beton Sloof pada sebuah Rumah. Dan pada kesempatan ini saya akan menulis bagaimana Cara Menghitung Jumlah Besi Tulangan Utama dan Besi Sengkang (Begel) yang dibutuhkan untuk membuat Sloof tersebut.

Tapi untuk Perhitungan Besi Sengkang-nya (Begel) secara detail, silahkan dilihat pada Artikel Berikut ini. Karena terlalu panjang jika saya tuliskan juga disini.. Biar gak mumet bacanya..

Contoh Perhitungan:

Berdasarkan data Gambar 1 dibawah ini, hitung jumlah Besi Tulangan Sloof (Tulangan Utama), yaitu besi ⌀14, dengan menggunakan Besi panjang = 10 meter (memakai Besi ⌀14x10m).

(Gambar 1. Denah Pondasi - Sloof - dan Detail Tulangan Sloof)

A.  Perhitungan Cara Pertama :

1.  Perhatikan Gambar 1 diatas, fokus pada Bentang Sloof yang Panjang pada Denah tersebut, yaitu Bentang A = 8,25m (meter), B = 8m, C = 8m, D = 6,5m, dan E = 5,5m, seperti Gambar 2 dibawah ini.

Tujuannya adalah kita akan melakukan Perhitungan Tulangan Bentang Sloof yang Panjang terlebih dahulu, lalu Sisa Potongan-nya bisa digunakan untuk kebutuhan Bentang Sloof yang Pendek. 

(Gambar 2.)

2.  Perhitungkan juga kebutuhan Panjang Tulangan pada setiap Ujung Sloof, berdasarkan tebal Selimut Beton rencana, Diameter Bengkokan, dan Kait Tulangan, sesuai dengan Gambar 3 dibawah ini.

(Gambar 3.)

Dari Gambar 3 diatas, diketahui :
a.  Selimut Beton = 3cm, maka dibutuhkan Panjang Besi (Diluar As) = 7cm, pada setiap Ujung Sloof.
b.  Kebutuhan Besi untuk Diameter Bengkokan dan Kait Tulangan = 10cm, pada setiap Ujung Sloof.
c.  Penambahan Panjang Besi (dari As Denah Pondasi) pada setiap Ujung Sloof = 7cm + 10cm = 17cm.

Catatan:  Ukuran Selimut Beton, Diameter Bengkokan, dan Kait Tulangan diatas saya buat berdasarkan kebiasaan di Lapangan. Jika anda ingin menentukan ke-3 Variable tersebut berdasarkan SNI, silahkan dilihat nilainya dibawah ini:
-  Selimut Beton - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI, 
-  Diameter Bengkokan - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI, dan
-  Kait Tulangan - menurut SNI 2847-2013, lihat DISINI.

3.  Lakukan Perhitungan Kebutuhan Tulangan Utama pada Bentang Sloof yang Panjang A, B, C, D, dan E.

Bentang A = 8,25 m, butuh Besi ⌀14 = 17cm + 8,25m + 17cm = 8,59 m, sebanyak 6 potong.
Bentang B = 8 m, butuh Besi ⌀14 = 17cm + 8m + 17cm = 8,34 m, sebanyak 6 potong.
Bentang C = 8 m, butuh Besi ⌀14 = 17cm + 8m + 17cm = 8,34 m, sebanyak 6 potong.
Bentang D = 6,5 m, butuh Besi ⌀14 = 17cm + 6,5m + 17cm = 6,84 m, sebanyak 6 potong.
Bentang E = 5,5 m, butuh Besi ⌀14 = 17cm + 5,5m + 17cm = 5,84 m, sebanyak 6 potong.
Besi ⌀14 x 10m yang dibutuhkan = 6 batang x 5 bentang = 30 batang.

4.  Lakukan Perhitungan Besi Sisa Potongan (L) dari Sloof Bentang A, B, C, D, dan E.
Catatan: Panjang Besi Tulangan yang digunakan = 10 meter

L1 = 10m - 8,59m = 1,41 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang A)
L2 = 10m - 8,34m = 1,66 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang B)
L3 = 10m - 8,34m = 1,66 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang C)
L4 = 10m - 6,5m = 3,5 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang D)
L5 = 10m - 5,5m = 4,5 m, sebanyak = 6 potong (dari sisa potongan besi Sloof Bentang E)

5.  Lakukan Perhitungan Kebutuhan Tulangan Utama pada Bentang Sloof yang Pendek

a.  Bentang 3m = butuh Besi ⌀14 = 17cm + 3m + 17cm = 3,34 m, sebanyak 6 potong.
Diambil dari potongan L5, jumlahnya cukup. Ada sisa potongan lagi, L6 = 1,16 m sebanyak = 6 potong.

b.  Bentang 3m = butuh Besi ⌀14 = 17cm + 3m + 17cm = 3,34 m, sebanyak 6 potong.
Diambil dari potongan L4, jumlahnya cukup.

c.  Bentang 1,75m = butuh Besi ⌀14 = 17cm + 1,75m + 17cm = 2,09 m, sebanyak 6 potong.
Diambil dari potongan L3 disambung dengan L2 = 1,66m + 1,66m = 3,32m.
Perhitungannya: 3,32m = (2,09m + Lsambungan), diperoleh Lsambungan = 1,23 m.
Jumlah batangnya juga cukup = 6 potong.

d.  Bentang 1,5m = butuh Besi ⌀14 = 17cm + 1,5m + 17cm = 1,84 m, sebanyak 6 potong.
Diambil dari potongan L1 disambung dengan L6 = 1,41 + 1,16m = 2,57m 
Perhitungannya: 2,57m = (1,84m + Lsambungan), diperoleh Lsambungan = 73 cm.
Jumlah batangnya juga cukup = 6 potong.

6.  Penjumlahan dan Kesimpulan
a.  Jumlah Besi ⌀14x 10m yang dibutuhkan = 30 batang.
b.  Kebutuhan Besi ⌀14 untuk Bentang Sloof yang Pendek sudah terpenuhi semua oleh Besi Sisa Potongan (L) dari Bentang Sloof yang Panjang.
c.  Jika Panjang Besi untuk sambungan = 73 cm (point 5d) diputuskan tidak memadai panjangnya untuk dijadikan Lsambungan, maka diperlukan Besi Tulangan ⌀14 x 10m = 1 batang lagi untuk Keperluan Sloof Bentang 1,5m tersebut. Sehingga Jumlah Besi Tulangan ⌀14 x 10m yang dibutuhkan menjadi = 31 batang.

B.  Perhitungan Cara Kedua (Cara Cepat) :

1.  Jumlahkan semua Panjang Besi (Lbesi) yang dibutuhkan, termasuk untuk Bengkokan dan Kait Tulangan.
Lbesi  =  8,59 + 8,34 + 8,34 + 6,84 + 5,84 + 3,34 + 3,34 + 2,09 + 1,84
Lbesi  =  48,56 m

2.  Jumlah Besi ⌀14x 10m yang dibutuhkan (net) = (48,56m x 6 batang) / 10m = 29,136 m.
Catatan: Sloof terdiri dari 6 batang Besi ⌀14. Panjang Besi ⌀14 yang digunakan adalah = 10 meter (m).

3.  Jumlah Besi ⌀14x 10m yang dibeli :
Jika ditambahkan 5%, maka Besi ⌀14x 10m yang dibeli = 29,136m x 105% = 30,6 batang = 31 batang.
Jika ditambahkan 10%, maka Besi ⌀14x 10m yang dibeli = 29,136m x 110% = 32 batang.
Catatan: Penambahan = 5% sampai 10% adalah Nilai Taksir, tergantung pada Efisiensi Panjang Besi yang digunakan terhadap semua panjang Bentang Sloof yang ada. Karena ada juga Besi yang panjangnya = 12 m.

Contoh Perhitungan selesai.. Semoga bermanfaat.. Untuk Menghitung Jumlah Besi Sengkang (Begel)-nya, silahkan dilihat DISINI..


Advertisement




Komentar :
Pada tulisan saya sebelumnya Cara Hitung Kebutuhan Jumlah Batubata pada sebuah Rumah, telah diketahui volume Luas Dinding yang akan dipasang Batubata = 150,26 m2, dan jumlah Batubata yang diperlukan = 10.067 buah, pada Rumah seperti Gambar 1 dibawah ini. Cara lengkap perhitungannya bisa dilihat DISINI.

(Gambar 1)

Pada kesempatan kali ini saya akan menghitung Jumlah Semen dan Pasir Pasang yang diperlukan untuk Pemasangan Dinding Bata tersebut, dan Jumlah Semen dan Pasir Pasang yang diperlukan untuk Pleseteran Dinding Bata tersebut.

Perhitungan Jumlah Semen dan Pasir Pasang untuk Pemasangan Dinding Bata :

Perhitungan dilakukan berdasarkan tabel Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) yang berlaku, misalnya seperti Gambar 2 dibawah ini.

(Gambar 2. AHSP A.4.4.1.9 - Pemasangan 1 m2 Dinding Bata tebal 1/2 batu Campuran 1:4)

Dengan adanya tabel AHSP diatas, perhitungan kebutuhan jumlah Semen dan Pasir Pasang bisa dilakukan dengan mudah. Yaitu dengan mengalikan jumlah Luas Dinding yang akan dipasang Batubata = 150,26 m2 dengan Koefisien Semen dan Pasir Pasang yang tertera pada tabel Gambar 2 diatas.

Semen yang dibutuhkan = 150,26 m2 x 11,5 kg/m2
Semen yang dibutuhkan = 1727,99 kg
Semen yang dibutuhkan = 34,56 sak (jika memakai Semen yang beratnya = 50 kg/sak)
Semen yang dibutuhkan = 43,20 sak (jika memakai Semen yang beratnya = 40 kg/sak)

Pasir yang dibutuhkan = 150,26 m2 x 0,043 m3/m2
Pasir yang dibutuhkan = 6,46 m3.

Perhitungan Jumlah Semen dan Pasir Pasang untuk Plesteran :

Perhitungan dilakukan berdasarkan tabel Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) yang berlaku, misalnya seperti Gambar 3 dibawah ini.

(Gambar 3. AHSP A.4.4.2.4 - Pemasangan 1 m2 Plesteran Campuran 1:4)

Dengan adanya tabel AHSP diatas, perhitungan kebutuhan jumlah Semen dan Pasir Pasang bisa dilakukan dengan mudah. Yaitu dengan mengalikan jumlah Luas Dinding yang akan dipasang Batubata = 150,26 m2 dengan Koefisien Semen dan Pasir Pasang yang tertera pada tabel Gambar 3 tersebut.

Semen yang dibutuhkan = 150,26 m2 x 6,24 kg/m2
Semen yang dibutuhkan = 937,62 kg
Semen yang dibutuhkan = 18,75 sak (jika memakai Semen yang beratnya = 50 kg/sak)
Semen yang dibutuhkan = 23,44 sak (jika memakai Semen yang beratnya = 40 kg/sak)

Pasir yang dibutuhkan = 150,26 m2 x 0,024 m3/m2
Pasir yang dibutuhkan = 3,61 m3.

Perhitungan kebutuhan Semen dan Pasir pada 2 Jenis Pekerjaan ini selesai.. semoga bermanfaat..


Advertisement




Komentar :
U-ditch adalah sebuah Produk Beton Bertulang, bentuknya seperti huruf U, dan biasanya digunakan untuk Saluran Air Pembuangan, seperti saluran air kotor, parit, selokan, dan limbah kotor lainnya.

Metode Pekerjaan Pemasangan U-Ditch ada 2 cara, yaitu :
1.  U-ditch dibuat langsung di Lokasi yang diinginkan. Dimana pekerjaan Pembesian, Bekisting, dan Pengecoran-nya langsung dikerjakan di Lokasi yang diinginkan.
2.  U-ditch dibuat dibuat di tempat lain, lalu dibawa ke lapangan, kemudian dilakukan Pemasangan di Lokasi yang diinginkan dengan cara menyusunnya menjadi sebuah saluran.

U-ditch bisa diterapkan untuk pekerjaan Saluran Parit Baru, bisa juga untuk mengganti Saluran Parit Lama yang sudah tidak layak lagi kondisinya, seperti Gambar 1 dibawah ini.

(Gambar 1. Saluran Parit Lama dan rencana Pemasangan U-Ditch)

Pada kesempatan ini saya akan memberikan contoh Perhitungan Volume Galian Tanah pada Saluran Air Lama yang akan diganti menjadi saluran air dengan menggunakan U-ditch.

Contoh Perhitungan :

1.  Ukur terlebih dahulu Panjang Saluran Parit Lama (P) yang akan dibongkar dan diganti dengan U-ditch, misalnya P =100 meter. Lalu ukur Lebar (L) dan Tinggi (T) Saluran Parit Lama tersebut, misalnya L = 0,60 meter dan T = 0,50 meter. Seperti Gambar 2 dibawah ini.

(Gambar 2. Saluran Parit Lama dan Ukurannya)

Jika ukuran Lebar dan Tinggi Saluran Parit Lama ini sama sepanjang 100 meter tersebut, maka Volumenya bisa langsung dihitung. Tapi jika tidak sama, maka kita harus membuat Cross-Section pada Jarak tertentu dan mendapatkan Data Luas Penampang-nya, lalu menghitung Volumenya berdasarkan Data Luas Penampang dan Jarak tersebut.
Caranya bisa dilihat DISINI, (dengan asumsi Volume Saluran Parit Lama = Volume Timbunan).

Pada contoh Perhitungan disini Lebar dan Tinggi Saluran Parit Lama ini diasumsikan sama sepanjang 100 meter tersebut, yaitu Lebar = 0,6 m dan Tinggi = 0,5 m.

2.  Hitung volume Saluran Parit Lama = V1
V1  =  P x L x T
V1  =  100 x 0,6 x 0,5
V1  =  36 m3.

3.  Lalu ukur dimensi Penampang U-Ditch yang akan digunakan, misalnya Lebar Uditch (Lu) = 1,2 meter dan Tinggi Uditch dan Lantai Kerja (Tu) = 1,3 meter. Seperti Gambar 3 dibawah ini.

(Gambar 3. Illustrasi Pemasangan Uditch dan Ukurannya)

4.  Volume Uditch  = V2 (termasuk volume Saluran Parit Lama, V1)
V2  =  P x Lu x Tu
V2  =  100 x 1,2 x 1,3
V2  =  156 m3.

Pada perhitungan Volume Galian Uditch V2 ini, saya menyajikan Data Langsung dari Lebar Uditch yang akan digunakan, yaitu = 1,2 meter. Namun untuk Pelaksanaan di Lapangan, kita harus melebihkan Lebar Galian-nya untuk kebutuhan kerapian pemasangan dan kemudahan kerja di Lapangan.

5.  Setelah V1 dan V2 diketahui, selanjutnya kita dapat menghitung Volume Galian Tanah untuk pemasangan Uditch (V3)
V3  =  V2 - V1
V3  =  156 - 36
V3  =  120 m3

6.  Perhitungan selesai.. Semoga tulisan ini berguna..


Advertisement




Komentar :
Sebelum membeli Keramik, sebaiknya hitung dulu dengan benar dan akurat berapa jumlah yang dibutuhkan. Agar tidak terjadi pemborosan (jika berlebih banyak), atau tidak repot membelinya lagi (jika kurang).

Dalam kegiatan Perhitungan kebutuhan Jumlah Keramik, sebelumnya harus diketahui 2 hal, yaitu:
1.  Gambar Detail dan Ukuran bagian yang akan dipasang Keramik, misalnya Lantai, Tangga, Kamar Mandi, Dinding, dan sebagainya.
2.  Ukuran Keramik yang akan digunakan.

Contoh Perhitungan jumlah Keramik untuk Tangga bentuk Lurus :

Gambar Detail Tangga misalnya seperti Gambar 1 dibawah ini, yang telah dilengkapi dengan Ukuran detailnya, yaitu: Lebar Tangga = 120 cm, Lebar Pijakan Anak Tangga (Aantrade) = 27 cm, dan Tinggi Anak Tangga = 18 cm (Optrade).
Ukuran Keramik yang akan digunakan misalnya = 60cm x 60cm.

(Gambar 1)

Perhitungan Kebutuhan Keramik-nya :

1.  Jumlah Anak Tangga = 21 buah. Keramik pijakan Anak Tangga (Aantrade) ke-21 tidak perlu dihitung, karena Keramik tersebut termasuk dalam Perhitungan Keramik Lantai 2 (sebidang dengan Lantai 2).

2.  Jadi, bagian dari Tangga yang akan dipasang Keramik adalah :
a.  Optrade = 21 bidang, ukurannya = 18 cm x 120 cm, dan
b.  Aantrade = 20 bidang, ukurannya = 27 cm x 120 cm seperti Gambar 2 dibawah ini.

(Gambar 2. Keramik ukuran 60x60 dan bidang Optrade dan Aantrade Tangga)

3.  Buat Rencana (pola) Pemotongan Keramik untuk bidang Optrade dan Aantrade tersebut, dengan menggunakan Keramik ukuran 60cm x 60cm, lalu hitung Jumlah Keramik yang dibutuhkan.

a.  Pola pemotongan Keramik untuk bidang Optrade, bisa dilihat pada Gambar 3 dibawah ini.

(Gambar 3. Keramik ukuran 60x60 dan Potongan Keramik untuk Optrade Tangga)

Dari Gambar 3 diatas bisa dilihat bahwa: 1 keping Keramik 60x60 tersebut dipotong setiap lebar 18cm (untuk kebutuhan pemasangan bidang Optrade), sehingga diperoleh potongan A, B, C, dan D. Potongan A, B, dan C bisa dipergunakan untuk Optrade, namun potongan D tidak dapat dipergunakan (lebarnya = 6cm).

Jadi, 1 keping Keramik ukuran 60x60 = 3 potong Keramik ukuran 18x60.
Jumlah Keramik ukuran 18x60 yang dibutuhkan untuk semua Anak Tangga = 2 potong x 21 = 42 potong.
Jumlah Keramik ukuran 60x60 yang dibutuhkan untuk semua Anak Tangga = 42 potong : 3 = 14 keping.

b.  Pola pemotongan Keramik untuk bidang Aantrade, bisa dilihat pada Gambar 4 dibawah ini.

(Gambar 4. Keramik ukuran 60x60 dan Potongan Keramik untuk Aantrade Tangga)

Dari Gambar 4 diatas bisa dilihat bahwa: 1 keping Keramik 60x60 tersebut dipotong setiap lebar 27cm (untuk kebutuhan pemasangan bidang Aantrade), sehingga diperoleh potongan A, B, dan C. Potongan A dan B bisa dipergunakan untuk Aantrade, namun potongan C tidak dapat dipergunakan (lebarnya = 6cm).

Jadi, 1 keping Keramik ukuran 60x60 = 2 potong Keramik ukuran 27x60.
Jumlah Keramik ukuran 27x60 yang dibutuhkan untuk semua Anak Tangga = 2 potong x 20 = 40 potong.
Jumlah Keramik ukuran 60x60 yang dibutuhkan untuk semua Anak Tangga = 40 potong : 2 = 20 keping.

4.  Penjumlahan dan Saran

a.  Jumlah Keramik ukuran 60x60 yang dibutuhkan = 14 keping + 20 keping = 34 keping.
b.  Jika 1 kotak Keramik ukuran 60x60 berisi 4 keping, maka kebutuhannya = 34 : 4 =  8,5 kotak.
c.  Kita bisa saja membeli Keramik 60x60 tersebut sejumlah 9 kotak, namun ada baiknya ditambahkan 1 kotak lagi, menjadi 10 kotak. Karena seperti terlihat pada Gambar diatas, bahwa banyak sekali kegiatan pemotongan sebelum Keramik tersebut bisa dipasang. Proses pemotongan ini cukup beresiko pada pecahnya Keramik 60x60 tersebut, sehingga perlu dibeli lebih banyak dari perhitungan.

Demikian tulisan saya kali ini.. Semoga berguna..


Advertisement




Komentar :
Saat membuat Time Schedule dan Kurva S, kita harus merencanakan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan (Durasi Pekerjaan) dari semua Item Pekerjaan yang ada. Informasi Durasi Pekerjaan ini disajikan dalam bentuk Bar-Chart (grafik batang), seperti Gambar 1 dibawah ini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3UZ1S8jOe3hz162jvJR-HEU5-KNltJdIKxyPmAt4UxXhw-UuF31Wmwy2Yx-VUo7-9A6I83R0gMPu2NGI0hY-Sr5NikD58x6ifefSlNuJU0OTdP0NUD4Kwgg7PxaTFa21f2KcyxU9iOPU/s1600/9+Analisa+Pemasangan+1+m2+Dinding+Bata+Merah+tebal+setengah+Batu+Campuran+1+banding+4.jpg
(Gambar 1: Time Schedule dan Kurva S)

Bar-Chart pada Gambar 1 diatas menunjukkan bahwa Durasi Pekerjaan Dinding Bata adalah = 4 minggu. Dari mana datangnya Durasi = 4 minggu ini..? Silahkan lanjutkan membaca tulisan dibawah ini..

Sebelum melakukan perhitungan Durasi, lihat dulu RAB-nya, pekerjaan apa saja yang termasuk dalam Pekerjaan Dinding Bata tersebut dan berapa Volume-nya. Seperti terlihat pada Gambar 2 dibawah ini.

(Gambar 2: Pekerjaan Dinding Bata pada RAB)

Terlihat pada Gambar 2 diatas, ada 2 Item Pekerjaan yang termasuk dalam Pekerjaan Dinding Bata tersebut, yaitu: Pekerjaan Pasangan Dinding 1/2 Bata Campuran 1:4 (volume = 150,26 m2), dan Pekerjaan Plesteran dan Aci Campuran 1:4 (volume = 284,34 m2).

1.  Menghitung Durasi Pekerjaan Pemasangan Dinding 1/2 Bata :

a.  Berdasarkan data Analisis Harga Satuan (AHSP) untuk pekerjaan "Pemasangan 1 m2 Dinding 1/2 Batu campuran 1SP : 4PP" pada Gambar 3 dibawah ini, bisa dihitung berapa hari waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan Pekerjaan tersebut. (Keterangan: OH = Orang Hari).

(Gambar 3: AHSP No. A.4.4.1.9 - Tenaga dan Bahan)

Dari Gambar 3 AHSP diatas, bisa dilihat bahwa untuk menyelesaikan pekerjaan Pemasangan 1 m2 Dinding 1/2 Batu, koefisien Tukang Batu-nya = 0,1 OH. Ini artinya: 1 orang Tukang Batu harus bisa menyelesaikan minimal = (1 : 0,1) = 10 m2 Pasangan Dinding 1/2 Batu dalam 1 hari.

b.  Jika pekerjaan ini dilaksanakan oleh 2 orang Tukang Batu, maka :
Durasi-nya = 150,26 m2 : (10 m2 x 2 orang) = 7,5 hari. Direncanakan selesai = 7 hari.

2.  Menghitung Durasi Pekerjaan Plesteran :

a.  Berdasarkan data Analisis Harga Satuan (AHSP) untuk pekerjaan "Pemasangan 1 m2 Plesteran campuran 1SP : 4PP tebal 15 mm" pada Gambar 4 dibawah ini, bisa dihitung berapa hari waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan Pekerjaan tersebut. (Keterangan: OH = Orang Hari)..

(Gambar 4: AHSP No. A.4.4.2.4 - Tenaga dan Bahan)

Dari Gambar 4 AHSP diatas, bisa dilihat bahwa untuk menyelesaikan pekerjaan Pemasangan 1 m2 Plesteran, koefisien Tukang Batu-nya = 0,15 OH. Ini artinya: 1 orang Tukang Batu harus bisa menyelesaikan minimal = (1 : 0,15) = 6,67 m2 Plesteran dalam 1 hari.

b.   Jika pekerjaan ini direncanakan akan dilaksanakan oleh 2 orang Tukang Batu, maka :
Durasi-nya = 284,34 m2 : (6,67 m2 x 2 orang) = 21,3 hari. Direncanakan selesai = 21 hari.

3.  Penjumlahan dan Kesimpulan :

a.  Dari ke-2 Perhitungan diatas, diperoleh Durasi = 7 hari + 21 hari = 28 hari = 4 minggu.
b.  Selanjutnya buat Bar-Chart pada Time Schedule selama = 4 minggu, seperti Gambar 1 diatas.
c.  Jika jumlah Tukang Batu ditambah menjadi 3 atau 4 orang, pelaksanaan menjadi semakin cepat selesai.

Semoga tulisan ini berguna..


Advertisement




Komentar :