Pile driver adalah Alat yang digunakan untuk memasang / memancang Tiang Pancang ke dalam tanah. Pile Driver ini dipasangkan pada Rik yang ada pada Crane. Tiga macam alat ini menjadi satu kesatuan sehinnga dapat melaksanakan pemancangan.

(Rik telah dipasang pada Crane)
(Crane)


(Pile Driver)

Berbagai jenis alat pemancang (Pile Driver) dengan Spesifikasi-nya antara lain:

a. Diesel Hammer
Merupakan pemancang yang menggunakan mesin Diesel, Piston sebagai pemukul, Uap panas untuk mengangkat ram/piston. Kelemahannya adalah suara dan getaran yang ditimbulkan oleh proses pemancangan dengan menggunakan alat ini cukup keras dan "mengganggu".

b. Vibratory Pile Driver
Cara kerja alat ini adalah dengan menggunakan getaran yang ditimbulkan dari motor. Biasanya digunakan pada tanah granuler. Pemilihan menggunakan alat ini biasanya untuk meminimalisir getaran yang terjadi pada saat pemancangan. Umumnya getaran yang dibangkitkan untuk memancang suatu tiang berkisar antara 1200 VPM (Vibration Per Minutes) sampai 2400 VPM.

c. Hydraulic Hammer
Hydraulic hammeradalah alat pemancang yang menggunakan Sistem Hidrolik seperti pada dongkrak mobil untuk menanam Tiang Pancang yang ada.

d. Hydraulic Press-In
Penggunaan alat jenis ini memang dikhususkan untuk mengurangi segala Getaran atau Suara yang ditimbulkan pada proses pemancangan dengan metode “menekan tiang ke dalam tanah” menggunakan tenaga Hidrolik.

Advertisement




Komentar :
Tujuan penggunaan Alat Berat pada Proyek Konstruksi adalah untuk:
     -  Memudahkan pelaksanaan pekerjaan
     -  Mempercepat waktu pelaksanan pekerjaan

Alat Berat yang sering dipakai pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi antara lain adalah:

1.  Excavator
Excavator adalah Alat Berat yang memiliki multi fungsi, alat ini dapat digunakan untuk memindahkan bahan/barang (dalam jarak dekat), menggali tanah, memotong tanah, dan memuat tanah kedalam Dump-Truck.







2.  Tower Crane (TC)
Tower Crane adalah Alat Berat yang berfungsi untuk memindahkan Bahan/Barang (dalam menengah), juga dapat memindahkan secara Vertikal (dari bawah ke atas, atau sebaliknya). Alat ini biasanya direncanakan agar mampu menjangkau seluruh area proyek, sehingga bisa meng-cover seluruh proses pemindahan bahan/barang.

Alat berat ini menyerupai menara dengan lengan memanjang yang dapat berputar 360 derajat. Lengan tower crane ini dilengkapi dengan katrol yang dapat bergerak sejajar dan memiliki panjang sepanjang lengan  tower crane. Kapasitas (kemampuan daya angkat) Tower Crane ini berbeda-beda, biasa ditandai dengan satuan Ton pada Ujung Lengan Tower Crane tersebut, misalnya 1,3 ton atau 1,5 ton pada ujung lengan.

3.  Passenger Hoist (Lift untuk manusia dan barang)
Di dalam proyek, pekerja dapat menggunakan Passenger Hoist untuk naik atau turun ke setiap lantai yang berbeda. Selain untuk para pekerja alat ini juga dapat digunakan untuk mengangkat bahan dan alat-alat yang ringan, seperti Pipa, dan bahan/alat kerja ringan lainnya.

Kapasitas/kemampuan Passanger Hoist ini juga berbeda-beda, ada kapasitas untuk 15 Orang = 1000 kg, ada untuk 20 orang, dan lain-lain.       



4.  Dump Truck
Dump truck adalah Mobil Truk Besar yang dilengkapi dengan bak besar sebagai tempat muatan, bak ini dilengkapi dengan hidrolik untuk mengangkat bak tersebut (menuang muatan yang dibawanya).

Alat ini biasanya digunakan untuk mengangkut tanah galian atau bahan-bahan bangunan, seperti kerikil, pasir dan lainnya, dari satu tempat ke tempat lain.




Demikianlah Alat Berat yang sering dipakai dalam Pelaksanaan Proyek Konstruksi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat.


Advertisement




Komentar :