Cara Menghitung Kebutuhan Jumlah Batu Bata pada Pembangunan Rumah

Proyek Sipil | 01.51 |


Hak Cipta: Maaf... Artikel ini dibuat khusus untuk Pembaca Blog ini. Jika anda ingin memposting ulang pada Blog atau Website anda, silahkan ditulis ulang dengan Narasi dan Bahasa anda sendiri. Terima Kasih...
Advertisement

        Dalam tulisan kali ini saya mencoba memaparkan tips bagaimana menghitung kebutuhan Jumlah Batu bata pada Pembangunan Rumah atau Gedung. Lebih spesifiknya kali ini adalah dengan menggunakan Batu bata Merah (batu bata dari bahan dasar tanah liat) seperti foto dibawah.

        Kebutuhan jumlah batu bata ini nanti bisa kita dirumuskan menjadi "berapa jumlah batubata yang dibutuhkan dalam pemasangan 1 m2 dinding bata". Pertanyaan ini sering ditanyakan sehari-hari dalam kegiatan Pelaksanaan Pembangunan Rumah atau Gedung.

        Maksud dari pertanyaan ini adalah: Jika kita mengetahui kebutuhan jumlah batubata per-meter persegi (misalnya kita simbolkan dengan n), maka akan dengan mudah kita dapat mengetahui Total Kebutuhan Batu bata sebuah Rumah atau Gedung. Yaitu dengan dengan cara: Mengalikan "n" dengan Volume Keseluruhan Pasangan Batu Bata, yang biasanya telah dihitung dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

        Berdasarkan pengalaman saya sendiri, Ukuran Batu Bata Merah (panjang, lebar, dan tingginya) tidak sama untuk masing-masing Kota yang ada di Indonesia. Ini dikarenakan produksi Batu bata itu sendiri yang dibuat berbeda-beda, sesuai dengan kebiasaan dari daerah itu masing-masing.

        Bahkan dalam satu daerah yang sama saja, banyak terdapat perbedaan ukuran Volume Batu bata (panjang, lebar, dan tingginya). Tentu saja hal ini membuat Kebutuhan Jumlah Batu Bata dalam 1 m2 menjadi berbeda-beda pula.
 
Teknis Menghitung Jumlah Batubata dalam 1 m2 Pemasangan Dinding sebagai berikut:
A.  Dengan Cara Eksperimen Langsung

   -  Lakukan pemasangan batubata terlebih dahulu pada lokasi yang telah ditetapkan, dengan Spesi Mortar dibuat ketebalan standard, oleh Pekerja (tukang batu)
   -  Pemasangan batu bata tersebut buat menjadi bentuk yang beraturan, misalnya persegi panjang, agar mudah dilakukan Pengukuran Luas (Panjang dan Tingginya) nantinya,
   -  Pemasangan batu bata tersebut usahakan seluas mungkin, misalnya targetkan lebih kurang 10 m2.
   -  Setelah pemasangan Batu bata selesai, lakukan Pengukuran secara Detail terhadap Luas Dinding Batu Bata tadi, misalnya didapat Luas Pasangan Batu bata = 11,37 m2.
   -  Selanjutnya lakukan Perhitungan Manual secara detail terhadap Jumlah Batu Bata yang terpasang (seluas 11,37 m2 tersebut), misalnya diperoleh angka 716 bh.

   -  Sekarang bisa kita lakukan Perhitungan, yaitu:
      Jumlah Batu bata Per-meter Persegi = 716 bh : 11,37 m2 = 63 bh/m2

B.  Dengan Cara Teoritis

    -  Yaitu dengan cara Pengukuran terhadap "Panjang dan Tinggi" Batu bata terlebih dahulu, misalnya didapat nilai Panjang = 21 cm, Tinggi = 4,5 cm.
   -  Menambahkan ketebalan Spesi Mortar terhadap "Sisi Atas dari Panjang Batu bata" dan "Sisi Samping dari Batu bata", misalnya penambahan Spesi Mortar adalah 2 cm.
   -  Didapat nilai Efisiensi 1 buah Batu bata yang telah dilapisi Spesi Mortar (pada kedua sisi tersebut), Panjang menjadi = 23 cm, Tinggi menjadi = 6,5 cm.
   -  Sekarang bisa kita lakukan Perhitungan, yaitu:
      Luas Efisiensi 1 buah Batu bata + Mortar = 0,23 m x 0,065 m (satuan diubah dalam Meter)
                                                                         = 0,01495 m2
   -  Berarti, Jumlah Batu bata Per-meter Persegi = 1 m2 : 0,01495 m2
                                                                              = 67 bh/m2

(Catatan: Kira-kira mana yang lebih akurat dan meyakinkan...? Silahkan dinilai sendiri aja ya...)

        Kalau kita perhatikan Perhitungan diatas dengan cermat, didapat 1 Faktor lagi yang paling menentukan dalam Menghitung Jumlah Kebutuhan Batu bata ini, yaitu "Tebal Spesi Mortar".
Ketebalan Spesi Mortar ini bisa sangat bervariasi jika pelaksanaan Pemasangan Dinding Batu bata dilakukan untuk dinding yang akan diplester, karena tidak ada keharusan tebalnya harus sama persis (seragam).

        Berbeda kalau Dinding Batu Bata ini didisain untuk di-Ekspose, tentu tebal Spesi Mortar ini harus dibuat persis sama tebal, agar tampak bagus dan rapi. Biasanya Dinding Bata yang akan di-Ekspose ini sebaiknya menggunakaan Batu Bata Klinker yang lebih Presisi dan Rapi.
        Demikian hal yang bisa saya paparkan disini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Advertisement




Komentar :

Category: ,